Breastfeeding-Father

abi gendong sabiq

Anak terlahir karena adanya sebuah kerja sama yang sangat bagus dan kompak antara seorang ayah dan ibu. Tanpa peran ayah, seorang anak tak mungkin terlahir ke dunia. Nabi Isa ‘Alaihis Salam adalah sebuah pengecualian. Ibunya, Maryam, mengandung dan melahirkan Nabi Isa tanpa kehadiran sosok suami. Itu adalah kuasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tanpa kehadiran seorang ibu, tak akan ada tempat bagi sang calon anak untuk menetap dalam rangka mempersiapkan dirinya menghadapi alam dunia.

Dalam proses selanjutnya, memang peranan ibu akan jauh lebih besar. Mulai dari mengandung dengan iming-iming mual dan muntah hingga sang anak lahir dan mulai menyusui. Saya mengakui hal tersebut. Peran Minyu memang lebih banyak dan lebih besar.

Breastfeeding-father. Mungkin itu yang harus dilakukan oleh semua suami, termasuk saya, untuk membantu seorang istri yang dalam proses menyusui sang buah hati. Breastfeeding-father bukanlah sebuah julukan atau label, melainkan berbentuk pikiran dan tindakan yang dilakukan oleh seorang suami dalam upayanya untuk mendukung proses menyusui yang dilakukan oleh sang istri.

Menggendong sang buah hati, bermain dengannya, memandikannya, dan meninabobokannya, adalah sebagian kecil yang bisa dilakukan oleh seorang ayah atau suami di sela-sela kelelahan sang istri. Memijat leher dan punggung istri yang pegal karena menyusui terlalu lama atau karena masuk angin sebab harus begadang ketika sang buah hati terjaga sepanjang malam atau bergantian terjaga di malam hari untuk menenangkan buah hati yang menangis dan meninabobokannya mungkin bisa menjadi bentuk tindakan lain yang bisa dilakukan oleh sang suami. Sayangnya, saya belum bisa maksimal melakukannya untuk Minyu.

Suatu malam, saya begitu lelap dalam mimpi saya. Saya tak mendengar tangisan Sabiq yang terbangun. Saya juga tak bisa keluar dari alam mimpi ketika Minyu meminta bantuan saya. Akibatnya, wajah lelah dan letih Minyu terlihat di pagi hari. Tentu saja, kondisi itu mempengaruhi perjalan waktu di hari itu.

maafkan, jika aku tak tersadar
ketika dirimu terjaga
maafkan, jika aku tak mendengar
kala buah hati kita memanggil dengan tangisnya

maafkan, jika aku sudah pergi ke alam mimpi
sementara dirimu masih berusaha meninabobokan buah hati kita
maafkan, jika kunikmati istirahatku seorang diri
sementara dirimu menahan lelah tak terperi

Di lain waktu, saya membiarkan Sabiq bermain dengan Nenek dan Tantenya. Mungkin saat itu, saya berpikir bahwa saya dan Minyu bisa melakukan pekerjaan lain atau beristirahat sejenak. Nyatanya, saya salah. Saya melupakan jadwal menyusu Sabiq. Sabiq mungkin merasa senang bermain dan melupakan rasa hausnya akan ASI. Namun tidak demikian dengan Minyu dan tubuhnya. Produksi ASI di dalam tubuh Minyu terus berjalan. Ketika ASI tersebut tidak dikeluarkan, maka rasa sakitlah yang datang menyerang. Minyu merasakan itu.

jika suatu pagi…
saat kutinggal pergi
kau merasa gundah
karena aku yang berulah
maafkan aku, sayang

jika suatu pagi…
ketika matahari menampakkan diri
kau merasa kesal
sebab diri ini yang bebal
maafkan aku, sayang

jika suatu pagi…
saat kau keluar dari alam mimpi
kau merasa sakit hati
karena aku yang tak tahu diri
maafkan aku, sayang


Tulisan Terkait Lainnya :

18 thoughts on “Breastfeeding-Father

  1. -n- Mei 21, 2015 / 16:23

    Makanya surga ada di telapak kaki ibu ya?

  2. lazione budy Mei 21, 2015 / 16:54

    kolaborasi apik untuk menghasilkan ‘produk’ yang apik.
    >.<

  3. dani Mei 21, 2015 / 20:58

    Gerakan yang juga dikenal dengan Ayah ASI. Karena Ibu yang bahagia (berkat bantuan suami) akan membantu kelancaran ASI… 😀

    • jampang Mei 22, 2015 / 07:48

      iya, mas. sebab pengaruhnya sangat besar. kalau stress, bisa-bisa ASI nggak keluar

    • jampang Mei 22, 2015 / 07:40

      😀
      mudah2an bisa jadi ayah dan suami yang baik

  4. zilko Mei 22, 2015 / 05:52

    Namanya keluarga ya jadi harus bekerja-sama karena satu tim😀

  5. ira nuraini Mei 22, 2015 / 10:31

    siiip…siiiiip….penting ini buat para ayah, biar para ibu menyusui makin semangat…

  6. Pamela Fitrah Mei 22, 2015 / 18:08

    yeahh begitulah kenikmatan emak menyusui. terus dukug bang

  7. alrisblog Mei 23, 2015 / 16:56

    Sebagai sebuah tim kerjasama memang jadi keharusan ya. Kalo egois berakhir gak bagus.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s