[Prompt#80] Konspirasi

sumber

Situasi dan kondisi Distrik III semakin mencekam. Puluhan penduduk telah menjadi korban akibat amukan komplotan penjahat bersenjata yang menamakan diri Kelompok Genekis. Sementara yang tersisa berusaha berlari menyelamatkan diri. Mereka berlari tak tentu arah akibat kepanikan yang luar biasa

Puluhan polisi diturunkan untuk mengendalikan keadaan. Sebagian dari mereka mengungsikan penduduk keluar dari Distrik III agak jumlah korban tak bertambah. Sementara sebagian lain berusaha membendung dan memadamkan amukan Kelompok Genekis.

“Apa yang sebenarnya mereka inginkan?” tanya seorang polisi berbintang dua kepada anak buahnya.

“Sampai saat ini belum diketahui, Pak!” jawab sang anak buah. “Mereka datang ke Distrik III, menududukinya, menembaki para penduduk, dan menghancurkan bangunan. Sementara informasi itu yang baru didapat.”

“Persiapkan semua anggota dan panggil bala bantuan dari pusat! Kita diperintahkan untuk menghabiskan mereka semua.”

“Siap laksanakan!”

Sesaat kemudian, seluruh pasukan mulai bergerak memasuki Distrik III untuk menghabisi seluruh anggota Kelompok Genekis. Dalam sekejap, Distrik III yang semula aman dan damai, berubah menjadi medan perang antara Kelompok Genekis dengan polisi.

Sementara itu, sebuah pertemuan sedang berlangung di sebuah ruang yang berada di kantai tertinggi sebuah gedung yang berjarak beberapa kilometer dari Distrik III.

“Aku yakin, pasukanku akan dengan mudah mengalahkan anak buahmu, Gene!” ucap seorang lelaki berseragam polisi dengan empat buah bintang di pundaknya.

Lelaki yang dipanggil dengan sebutan Gene hanya tertawa lebar.

“Kau jangan sombong dulu, Jenderal! Kau dan pasukanmu belum tahu siapa yang sebenarnya mereka hadapi. Aku malah khawatir, jangan-jangan pasukanmu yang keok menghadapi anak buahku.”

Gene kembali tertawa lebar. Sementara wajah lelaki yang disapa dengan sebutan jenderal langsung berubah merah menahan amarah.

“Hei, kalian berdua! Hentikan debat kusir kalian!” ucap lelaki perlente yang berdiri di antara Gene dan Jenderal. “Kalian jangan ikut-ikutan berperang di sini. Cukup anak buah kalian saja di luar sana. Lagi pula, siapa yang menang, tak akan menjadi masalah bagi kita, kan?”

Gene dan sang Jenderal terdiam. Lalu keduanya tertawa bersama-sama.

“Aku berterima kasih kepada kaliant berdua,” ucap sang lelaki perlente. “Dengan bantuan kalian, Distrik III akan segera hancur dan rata dengan tanah. Selanjutnya, proyek pembangunan kembali akan menjadi milikku. Mari bersulang untuk kesuksesan rencana kita bertiga!”

Ketiganya bersulang sambil menghadap ke arah jendela di mana ketiganya bisa melihat kilatan cahaya dan ledakan besar yang terjadi di Distrik III.

–o0o—

Untuk memeriahkan Prompt#80 – Oligarki


Baca Juga Monday Flash Fiction Lainnya :

21 thoughts on “[Prompt#80] Konspirasi

  1. Gara Juni 14, 2015 / 22:33

    Yang kasihan dan paling menderita adalah selalu orang-orang terbawah, orang-orang yang ada di baris terdepan, sementara para elit itu asyik minum anggur di dalam ruangan mereka yang berkarpet beludru. Menyebalkan! Saya mencegah diri berdoa jelek, jadi semoga Tuhan menyiapkan kejutan untuk para penyabung seperti mereka :hehe.

    • jampang Juni 15, 2015 / 08:07

      setiap perbuatan akan ada balasan. begitulah ketentuannya😀

      • Gara Juni 15, 2015 / 11:32

        Setuju :)).

      • jampang Juni 15, 2015 / 13:05

        semoga balasan kita adalah kebaikan-kebaikan saja…. *artinya ya harus banyak berbuat baik :D*

      • Gara Juni 15, 2015 / 15:34

        Yap, setuju :hihi.

      • Dyah Sujiati Juni 15, 2015 / 15:39

        Berbuat baik mencakup mencegah kerusakan.🙂

      • Gara Juni 15, 2015 / 15:41

        Setuju :)).

      • jampang Juni 15, 2015 / 15:53

        kaidahnya :
        mendahulukan mencegah kerusakan dibanding melakukan perbaikan. begitu kan yah?

  2. kakaakin Juni 14, 2015 / 23:11

    Hmm.. jadi parno dengan konflik2 yang berlangsung di berbagai belahan dunia. Jangan-jangan …

    • jampang Juni 15, 2015 / 07:53

      😀
      butuh penelitian lebih mendalam lagi, mbak

  3. Haya Juni 15, 2015 / 10:15

    Bagian cerita seperti ini yang kalau kita baca atau nonton serupa film.. bikin gemas dan emosi ya..

    • jampang Juni 15, 2015 / 13:01

      ya….. … entahlah😀

  4. Dyah Sujiati Juni 15, 2015 / 15:37

    Cakep ceritanya. Coba bisa dibikin analogi dengan realitas kondisi yg terjadi ya

    • jampang Juni 15, 2015 / 15:53

      terima kasih. bukannya di atas itu bisa jadiiin semacam analogi juga?

  5. Orin Juni 17, 2015 / 13:37

    Keren bang, aku kelewat prompt ini ga ada ide blas hahahahaha

  6. onix Juni 17, 2015 / 19:37

    aku pikir itu bukan rencana mereka bertiga malah, soalnya ada ekspresi kesal dr si jenderal :”Sementara wajah lelaki yang disapa dengan sebutan jenderal langsung berubah merah menahan amarah” seolah-olah dia bukan bagian dr rencana hehe

    anw, banyak yg typo mas!🙂

    • jampang Juni 17, 2015 / 21:44

      masing2 dari mereka punya ego untuk menjadi yang terhebat😀

      iya… hobi saya itu ngetik pake typo. terima kasih

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s