Saya Mendukung LGBT

LGBT
Pilihan. Hidup memang dihiasi pilihan. Di setiap langkah kaki, di setiap desah nafas, di setiap kedipan mata, di setiap episode kehidupan, ada sebuah pilihan di sana.

Ada kalanya aneka pilihan tersebut diambil bukan untuk hal-hal yang besar, sehingga seseorang dapat memutuskan pilihannya dengan mudah dan cepat. Sehingga bisa jadi karena begitu cepat dan mudahnya pilihan diambil, orang tersebut tidak merasa bahwa sebenarnya dirinya telah menetapkan sebuah pilihan.

Adakalanya sebuah pilihan teramat sulit untuk ditetapkan. Butuh pertimbangan yang masak dan waktu yang tidak sebentar tentang untung atau rugi sebagai resiko yang akan terjadi jika pilihan tersebut diambil atau ditinggalkan.

Contoh pilihan untuk hal yang sederhana yang baru saya lakukan beberapa hari ini adalah memilih jalur lain saat menuju ke kantor. Sebelum-sebelumnya, saya melalui jalur Permata Hijau – Senayan – Semanggi – SCBD – Kantor. Namun, karena saya sering terkena macet saat akan melewati lintasan kereta api di Permata Hijau dan lalu-lintas saat melewati menuju kawasan Semanggi. Beberapa hari ini saya memilih jalur yang melewati kawasan Blok M untuk tiba di kantor.

Sebelum menentukan pilihan tersebut, saya sempat membaca sebuah peringatan yang terpasang di salah satu sisi jalan yang mengingatkan agar para pengendara tidak melalui jalur yang melewati kawasan Taman Puring menuju Blok M. Pasalnya sedang ada pembangunan MRT atau jalan layang di kawasan tersebut. Saya mengabaikan peringatan tersebut. Ternyata, kondisi lalu-lintas di jaklur tersebut cukup bersahabat bagi pengendara sepeda motor seperti saya. Ruas jalan yang yang mengalami penyempitas tidak dipilih oleh pengendara mobil. Akibatnya, jakur tersebut cukup lancar. Saya pun bisa tiba di kantor lebih cepat. Alhamdulillah.

Sedangkan contoh pilihan untuk hal yang rumit dan berdampak besar bagi seseorang misalnya adalah ketika dirinya memilih untuk menjadi bagian dari LGBT. Pilihan tersebut bukan hanya akan berdampak besar bagi dirinya sendiri, tetapi juga akan berpengaruh dalam kehidupan keluarganya dan kerabatnya. Bisa jadi mereka akan dikucilkan.

Saya salut kepada mereka yang menjadi bagian dari LGBT. Mereka berani mengambil resiko dan tanggung jawab yang besar atas pilihan mereka tersebut. Mereka sanggup untuk menanggung beban yang ditimpakan oleh orang-orang di sekitar mereka ke atas pundak mereka. Bahkan mereka sanggup untuk menerima balasan yang lebih besar dari Sang Khaliq, yang menciptakan mereka, di akhirat kelak sebagai konsekuensi pilihan tersebut.

Saya tidak segagah dan seberani mereka yang menjadi bagian dari LGBT. Saya meyakini bahwa mereka memiliki kekuatan dan kemampuan yang lebih besar dan lebih baik dibandingkan yang saya miliki. Syaa juga meyakini bahwa mereka melakukannya untuk kebahagiaan mereka dan mungkin membagi kebahagiaan tersebut kepada yang lain. Karenanya, saya tidak akan mencela mereka. Saya akan mendukung mereka. Selama mereka mereka melakukan pilihan tersebut dengan sebaik-baiknya. Tidak merugikan dirinya dan juga tidak merugikan orang lain.

Sebenarnya, secara tersirat, saya sudah lama mendukung para LGBT. Saya sering membuat tulisan di blog ini tentang mereka. Baik berupa tulisan fiksi maupun nonfiksi. Beberapa di antaranya bisa dibaca di link ini  dan ini  yang merupakan cerita fiksi. Sedang link ini  dan ini  merupakan tulisan non fiksi.

Memilih adalah sebuah hak setiap orang. Hak Asasi Manusia. Saya berpikir, mereka yang menjadi bagian LGBT tidak perlu takut untuk memperlihatkan apa yang menjadi pilihan mereka dan apa yang mereka lakukan. Toh, ada undang-undang di negeri ini yang melindungi mereka. Ya, negara ini mempersilahkan mereka untuk menjadi bagian dari LGBT dengan beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Jika mereka bisa memenuhi ketentuan di dalam undang-undang tersebut, mereka bisa hidup dengan tenang. Hak mereka dijamin.

Jika negeri ini menjamin para LGBT, bahkan agama Islam pun memperbolehkan, maka mengapa saya harus menentangnya? Saya akan mendukung mereka selama mereka berada di dalam koridor yang benar. Saya mendoakan mereka agar bisa hidup dengan bahagia dan dapat membahagiakan istr-istri mereka dan anak-anak mereka.

Selamat berjuang wahai para Lelaki Gagah Berani Ta’addud!

😀


Tulisan Terkait Lainnya :

75 thoughts on “Saya Mendukung LGBT

  1. capung2 Juni 30, 2015 / 10:50

    Kirain mau gabung ama Obama😀

    • jampang Juni 30, 2015 / 11:10

      enggak lah. semoga kita dijauhkan dari yang demikian

  2. dianryan Juni 30, 2015 / 11:05

    Abang jampang ….kirain LGBT yang itu trnyata… :))

    • jampang Juni 30, 2015 / 11:10

      tentu saja bukan. masa saya mendukung yang begituan.😀

  3. winterwing Juni 30, 2015 / 11:10

    homo dan lesbi dikutuk oleh Alloh dalam kisah nabi Luth. kisah itu jadi hukum haramnya homoseksual dan lesbi.
    kalau gak salh ada hadist yang melarang merubah ciptaan Alloh. pakai sambung rambut, wig saja tidak boleh apalagi transgender?

    • jampang Juni 30, 2015 / 11:11

      terima kasih atas komentarnya… tapi kan saya nggak bahas homo, lesbi, dan transgender

      • New Rule Juni 30, 2015 / 17:22

        Buru-buru kali, Bang…esmosi jiwa

      • jampang Juni 30, 2015 / 20:33

        iya… kemungkinan besar begitu, mas😀

      • winterwing Juli 1, 2015 / 20:17

        LGBT itu kan homo lesbi transgender biseksual?

      • jampang Juli 1, 2015 / 21:36

        coba dibaca lagi, apa tulisan di atas bahas tentang itu?

  4. Ria Angelina Juni 30, 2015 / 11:11

    Lelaki Gagah Berani Ta’addud!

    artinya apa ?

    • jampang Juni 30, 2015 / 11:12

      ta’addud itu memiliki beberapa orang istri (maksimal 4), mbak😀

      cluenya ada di paragraf sebelumnya

  5. hensamfamily Juni 30, 2015 / 11:27

    Ga nyangka saya….Ga nyangka juga pada akhirnya.

    • jampang Juni 30, 2015 / 12:56

      lagi error mungkin yang punya blog ini😀

    • jampang Juni 30, 2015 / 12:56

      sengaja… memanfaatkan momentum😀

  6. alrisblog Juni 30, 2015 / 12:11

    Ta’addud walaupun sah secara hukum agama tapi saya tidak akan melakukannya, Insya Allah. Saya tidak bisa membayangkan repotnya beristri empat, lha wong satu aja udah ribet, haha…
    Kalo LGBT amrik 100% saya gak dukung.

    • jampang Juni 30, 2015 / 12:56

      memang nggak harus diamalkan koq, mas. hanya yang sanggup dan mau saja😀

      soal LGBT yang itu, padahal bukan amrik saja yang mengesahkan, ada beberapa negara lain yang sebelumnya juga mengesahkan

  7. zizadesita Juni 30, 2015 / 12:30

    Bang Jampang nyolooottt…😁 Bisa dikira pendukung pelangi beneran lhoo, naudzubillah!
    Berat ini pembahasannya, ta’addud itu kalo mbahas ama Mas Suami pasti disertai airmata je..

    • jampang Juni 30, 2015 / 12:54

      ya kalau baca nggak sampe akhir ya pasti mikirnya begitu😀

      ya dibahas kan belum tentu dilakukan mbak😀

      • zizadesita Juni 30, 2015 / 12:57

        Hiks, makanya harus tuntas baca tulisan Bang Jampang.
        Hemmm, bahkan membahasnya pun takut, pdhl itu dibolehkan.

      • jampang Juni 30, 2015 / 12:59

        setidaknya kalau sudah pernah dibahas, ada bekal di dalam hati, agar ketika ada orang yang kita kenal melakukannya, kita nggak kaget dan nggak main ngejudge kalau yang bersangkutan begini atau begitu.
        dasarnya ya tahu dulu kalau ta’addud itu diperbolehkan agama dengan syarat dan ketentuan berlaku tapi bukan juga semua orang harus melakukannya

      • zizadesita Juni 30, 2015 / 13:38

        Kalo menjudge insyaAllah diusahakan endak, tapi kalo sebel piye Bang?hihi

      • jampang Juni 30, 2015 / 13:42

        😀
        umumnya seh perempuan begitu yah. inget kasus poligami salah seorang kyai dulu yang berdampak cukup besar dalam kehiduoan beliau

      • zizadesita Juni 30, 2015 / 13:57

        Ya begitulah, surga yang tak dirindukan kalo katà pilem. Saya ndak sebel ama beliau, justru kagum sangat dg ketiganya. Krn mereka sepertinya bener berusaha mencontohkan ibadahnya, bukan nikmat yg lain2.

      • jampang Juni 30, 2015 / 14:25

        syukurlah, artinya mbak nggak kebawa aliran sesaat😀

        *bukan aliran sesat lho*

  8. Gara Juni 30, 2015 / 13:25

    Ooh… ternyata ta’addud itu artinya demikian :hehe. Kalau saya buat LGBT yang di Amerika itu lebih baik jangan Mas :hehe. Kalau yang di luar sana mau berpikiran pro atau membolehkan silakan tapi saya berpegang pada agama yang saya anut, itu tidaklah dibolehkan :hehe.

    Tapi ini judulnya provokatif banget :haha. Pertamanya saya sudah mengira yang aneh-aneh tapi setelah dibaca akhirnya paham :)).

    • jampang Juni 30, 2015 / 13:44

      sepertinya semua agama melarang LGBT amrik itu. ya mungkin yang melakukan atau mendukungnya tidak memegang ajaran agama masing-masing dengan benar

      sengaja bikin provokatif😀
      memanfaatkan momentum

      • Gara Juni 30, 2015 / 18:26

        Iya… padahal semua itu kalau menurut saya ada pengaruh lingkungan… kalau kata bos saya tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan :hehe.
        Baiklah, Anda berhasil Mas :hehe.

      • jampang Juni 30, 2015 / 20:28

        mungkin di balik LGBT Amrik itu ada sebuah konspirasi untuk menghancurkan sebuah bangsa… sebab lelaki-dengan lelaki atau perempuan dengan permepuan tidak bisa menghasilkan keturunan. lama-lama, bangsa itu akan punah
        😀 terima kasih

      • Gara Juli 1, 2015 / 14:18

        Hmm… mungkin juga :hehe. Iya, tidak ada keturunan yang dihasilkan dari hubungan sejenis, saya setuju itu.

      • jampang Juli 1, 2015 / 15:53

        semoga negeri tidak ikut2an… bisa hancur

      • Gara Juli 2, 2015 / 11:30

        Amin :)).

      • jampang Juli 2, 2015 / 11:37

        aamiin

  9. tipongtuktuk Juni 30, 2015 / 13:30

    ha ha ha … -ngakak-
    saya setuju, Bang …😀

    • jampang Juni 30, 2015 / 13:42

      terima kasih, kang😀

  10. Firman Juni 30, 2015 / 14:23

    Lelaki Gagah Berani Ta’addud, sama2 sulit sebenernya. Tapi dukung lah!

    • jampang Juni 30, 2015 / 14:25

      😀
      terima kasih…. #eh

  11. Pamela Fitrah Juni 30, 2015 / 14:31

    Lagian kalo pun mrk berani dan abang gak seberani mrk, emg abang gak jijay utk mjd seberani mereka #MendadakMual

    • jampang Juni 30, 2015 / 14:40

      masa harus jijay, mpok?
      kan yang mereka lakukan sesuai dengan syariat agama dan undang2 negeri ini juga memperbolehkan.

      • Pamela Fitrah Juni 30, 2015 / 14:48

        hahaha aq br bc sampe akhir. itu kukomen ppas bc pertengahan (jd maluw) iya deh semangat ye bang

        Kalo LGBT yg d negeri obama mah amit2 deh

      • jampang Juni 30, 2015 / 15:42

        kalau yg satu itu yang jelaslah…. naudzubillah min dzaalik

      • jampang Juni 30, 2015 / 20:33

        😀

  12. pitaloka89 Juni 30, 2015 / 14:35

    setuju sama LGBT yang ini, tapi saya ga mau jadi bagian didalamnya mas.
    Sama anak aja saya cemburuan, apalagi sama yang lain. Beuh.. bisa nangis tiap hari. hehehe

    • jampang Juni 30, 2015 / 14:39

      😀
      ya gpp, mbak. yang penting setuju dulu bahwa ta’addud itu merupakan bagian syariat dari Islam. soal tidak mau menjalaninya itu kembali ke masing2 individu. kan enggak semua orang wajib melakukannya

      • pitaloka89 Juni 30, 2015 / 14:41

        hehe… harus setuju mas. Allah saja memperbolehkan, masa manusia melarang.. kan ngeyel.😀

      • jampang Juni 30, 2015 / 14:43

        itu maksud saya😀

  13. dani Juni 30, 2015 / 15:02

    Sudah saya duga pasti beda. Hahaha. Btw maaf Bang, Ta’addud apa ya Bang?

    • jampang Juni 30, 2015 / 15:21

      ta’addud itu poligami, mas😀

      • dani Juni 30, 2015 / 15:34

        Oalah. Hahahaha.

      • jampang Juni 30, 2015 / 15:41

        😀

    • jampang Juni 30, 2015 / 20:33

      terima kasih… terima kasih😛

  14. Junioranger Juni 30, 2015 / 17:50

    LGBT. Lagi galau butuh temen. #eh gimana?

  15. awwgie Juni 30, 2015 / 17:51

    Nabi poligami setelah istrinya Khadijah meninggal dunia. Kalau mau mengikuti nabi seharusnya para suami juga menunggu istri pertamanya meninggal dulu. IMHO.

    • jampang Juni 30, 2015 / 20:32

      ya, mungkin ada pendapat yang mengatakan seperti itu. tetapi Nabi tidak memberikan isyarat yang jelas mengenai itu. dan tidak ada pula ayat atau al-quran yang menyatakan demikian.

      bahkan semasa hidup, beliau tidak melarang jika ada sahabatnya yang beristri lebih dari satu ketika istri pertamanya masih hidup.

      wallaahu a’lam

  16. eda Juni 30, 2015 / 23:46

    Huwahahaa….Jijaaaaaay judulnya!

    Naudzubillah ya baaang..

    • jampang Juli 1, 2015 / 06:12

      iya…. mengundang emosi😀

  17. Orin Juli 1, 2015 / 09:50

    heuheu…baru tau istilahnya ta’addud ternyata ya bang

    • jampang Juli 1, 2015 / 09:57

      bahasa arabnya begitu teh, yang arti semulanya adalah berbilang

  18. Eka Novita Juli 1, 2015 / 19:13

    Hadeeeuuuh, provokatif abiiiiis. Saya dukung ta’adud tapi berharap suami saya gak ikutan gabung, gak kuat hati iniiii😀

    • jampang Juli 1, 2015 / 21:40

      😀
      ya gpp, mbak. kan bukan kewajiban

  19. winterwing Juli 2, 2015 / 20:02

    LGBT = lelaki gagah berani taaddud? taaddud artinya apa ya?

      • winterwing Juli 3, 2015 / 20:30

        udah beraninih bang? udah berangkatbelum? saya tunggu undangan sama foto weddingnya🙂

      • jampang Juli 3, 2015 / 20:46

        😀
        jawabannya ada di atas. di tulisan saya itu

  20. boemisayekti Juli 13, 2015 / 20:58

    bisaaaa… ajaaa…😀 pantesan ya mas rifki ini sering menang lomba blog, lha wong ada saja idenya🙂

    • jampang Juli 14, 2015 / 07:40

      😀
      alhamdulillah, mbak. kalau ada ide bisa nulis. kalau mentok ya bengong… termasuk kalau lagi nggak mood😀

  21. Jejak Parmantos Juli 22, 2015 / 01:19

    Tuh kan… saya udah menduga kalo bakal jebakan batman. hehe

    • jampang Juli 22, 2015 / 07:53

      😀
      maaf jika sudah terjebak
      mohon maaf lahir batin

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s