Sabiq’s Diary : Konstipasi Jilid II

sabiq n abi narsis

Aku beri tambahan pada judul catatan harianku kali ini dengan kata “Jilid II” karena ini adalah kali kedua aku mengalami konstipasi lagi setelah beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, aku juga terinspirasi dengan judul sinetron yang sering aku tonton bersama Abi dan Ummi. Sinetron tersebut berjudul “Para Pencari Tuhan” yang menambahkan keterangan di belakangnya dengan kata “Jilid 9”.

Iya, aku sering menonton sinetron tersebut kalau aku terbangun di saat Abi dan Ummi akan makan sahur atau berbuka. Aku menonton sambil duduk-duduk di atau bouncer.

Yang aku ingat, ketika aku didudukkan di atas bouncer, itu adalah waktunya makan. Aku merasa senang sekali. Karenanya, aku akan meminta makanan kepada Abi dan Ummi dengan caraku. Jika aku belum diberikan sesuatu untuk kumakan, maka aku tidak akan berhenti meminta. Agar aku tidak rewel meminta makanan yang sedang Abi dan Ummi makan, Abi atau Ummi akan memberikanku sepotong buah atau biskuit. Barulah kemudian aku bisa tenang menikmati potongan buah atau biskuit yang ada di tanganku.

Dua minggu yang lalu, aku diperkenalkan menu baru. Bubur bayi. Bubur bayi yang dibuat oleh seorang ibu yang pernah diwawancarai dalam acara Kick Andy. Kebetulan tak jauh dari rumahku, ada yang menjual bubur tersebut. Jadilah Abi dan Ummi membelikanku bubur tersebut agar aku bisa mencicipinya.

Sebelum kumakan, Abi atau Ummi menambahkan sedikit air ke dalam bubur tersebut, lalu diaduk dan disaring agar lebih lembut. Tujuannya agar lebih mudah untuk kumakan dan lebih mudah dicerna oleh lambungku dan perutku.

Namun, setelah aku menikmati bubur bayi itu selama dua hari, aku mendapatkan masalah buang air besar. Aku tidak bisa pup dengan normal. Akhirnya jatah buburku dihentikan dahulu. Diganti dengan biskuit bayi ditambah dengan jus buah setiap harinya. Abi pun jadi lebih sering memijat perutku dengan pijatan huruf I, L, dan U, alias pijatan I Love You.

Alhamdulillah, konstipasi jilid dua ini tidak seberat konstipasi jilid pertama yang kualami beberapa waktu sebelumnya. Jika sebelumnya aku baru bisa pup setelah dibantu dengan obat pencahar, kali ini aku sudah bisa pup tanpa obat pencahar. Meskipun aku sempat menangis dan mengeluarkan banyak tenaga. Namun akhirnya aku bisa merasa lega. Tidur dengan nyenyak dan kembali tersenyum saat kubangun.

Mudah-mudahan organ pencernaanku sudah bisa mengenal dan bekerja dengan lebih baik dengan jenis makanan baruku sehingga aku tidak mengalami konstipasi lagi. Bagaimanapun juga, aku suka sekali dengan makanan yang diberikan Abi dan Ummi. Aku juga ingin sekali makan dengan porsi yang lebih banyak dan tentunya menu makanan yang lebih bervariasi. Mungkin aku harus bersabar dahulu.

😀


Baca Diaryku Lainnya :

18 thoughts on “Sabiq’s Diary : Konstipasi Jilid II

  1. winnymarch Juli 7, 2015 / 22:05

    sampe dua kali ya kak mengalami konstipasi

  2. Gara Juli 7, 2015 / 22:38

    Mungkin itu memang artinya perutmu belum cocok ya Sabiq yak… masih perlu adaptasi lagi biar terbiasa dengan makanan-makanan baru. Syukurlah konstipasi ini tidak sampai memerlukan obat pencahar, berarti yang ini tidak terlalu parah dan kamu juga sudah jadi lebih kuat :hoho.

    Tapi saya jadi penasaran deh, itu bubur apa sih Sabiq, sampai bisa terkenal dan masuk Kick Andy?

    • jampang Juli 8, 2015 / 21:01

      iya. mungkin begitu, om.

      kalau menurut Abi yang nonton acaraitu, kalau nggak salah, ibu itu prihatin denga kondisi balita di sekitarnya, akhirnya beliau berinisiatif membuat bubur bayi yang bergiz cukup. lalu laku keras, dan sekarang sudah banyak yang buka semacam cabang atau apalah istilahnya…. penjualnya mengambil langsung bubur tersebut dari tempat si ibu itu untuk kemudian dijual lagi

  3. bunda4R Juli 8, 2015 / 10:17

    sabiq usia berapa bulan?

    bubur bayi yang dijual2 itu kan sudah menambahkan aneka bahan ya seperti daging, ikan, ayam dll.. jadi ada baiknya memang diperkenalkan dengan makanan2 yang dibuat sendiri dulu..jadi dikenalkan makanan tunggal dulu gitu..kalo tidak ada keluhan, baru deh bisa dicampur2..

    • jampang Juli 8, 2015 / 20:56

      usiaku sudah tujuh bulan.
      iya, aku nyoba bubur yang dicampur daging… terus brokoli…. dan [ernah juga jagung.

      makanan tunggal itu apa yah? bubur tanpa campuran apa2?

      • Sri izawati Juli 13, 2015 / 10:39

        iya sabiq … biasanya kalo tunggal gitu kita jd tahu efek makanan tersbut ..apa bikin.alergi atau bikin susah BAB.. kalo dicampur kita kan g tau mana yg menimbulkan masalah.. (bantu jawab ) 😋
        sehat selalu sabiq

      • jampang Juli 14, 2015 / 07:41

        satu jenis makanan itu lamanya berapa hari, tante? sebelumnya aku sudah makan satu jenis makanan lain.

  4. Grant Juli 9, 2015 / 01:31

    Semoga Sabig cepat sembuh ya.🙂

    • jampang Juli 9, 2015 / 09:23

      alhamdulillah, aku sudah sembuh tante😀

  5. febridwicahya Juli 9, 2015 / 13:04

    Hiiiiiih, ini mas jampang, sudut pandangnya di ganti sabiq ih😀 bisa aja😀 mau ngobrol dong sama Sabiq nya😀 mana dia, manaaa😀

    • jampang Juli 10, 2015 / 08:12

      iya om. kalau diary aku, aku yang nulis. Abi biar nulis yang lain aja😀

      • febridwicahya Juli 10, 2015 / 15:06

        Aaaah, bisa aja ini ya Sabiq :p pinter nulis diarynya😀 jajah aja blognya abi, Biq :p

      • jampang Juli 14, 2015 / 07:50

        iya… mungkin nanti aku mau menulis tentang yang lain…. dan bisa bikin buku seperti abi😀

      • febridwicahya Juli 24, 2015 / 21:45

        Aaaaaakh, Sabiq hebat ya :3 harus bisa bikin buku yang lebih hebat dari Abi ya :p kalahin abinya😀

  6. Akhmad Muhaimin Azzet Juli 10, 2015 / 08:28

    Pijatan I LOVE YOU ya namanya🙂
    Ini istilah baru lho bagi saya, hehe… makasih ya, Bang, jadi ngerti.
    Sabiq semoga sehat selalu yaaa.

    • jampang Juli 10, 2015 / 09:09

      soalnya bentuknya I L dan U, pak😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s