Bahtera yang Hancur – III

Cerita di episode sebelum-sebelumnya…

“Kenapa harus ada tuntutan seperti ini? Kalian berdua pasangan yang serasi. Yang suami ganteng, yang istri cantik,” ucap sang hakim setelah membaca berkas permohonan gugatan Mira.

“Sudah tidak ada kecocokan, Pak Hakim!” Jawab Mira.

“Yang namanya berumah tangga itu pasti ada yang namanya sedikit ketidakcocokan, perselisihan, atau pertengkaran kecil. Wajar-wajar saja. Jadi dicabut saja tuntutannya yah!” Pinta Pak Hakim.

“Sudah tidak bisa lagi dipertahankan, Pak!” Kembali Mira menjawab dengan tegas.

“Iya, Pak. Seperti yang tertulis di dalam surat gugatan itu,” jawab Zul ketika Pak Hakim mengajukan pertanyaan yang sama yang ditujukan kepadanya.

cerita  selengkapnya bisa dibaca di sini.

“Kenapa nama kita tidak dipanggil-panggil?” Tanya Mira kepada Zul setelah menunggu sekian jam di depan ruang sidang. Ada kekecewaan besar terpancar di raut wajah Mira.

“Sabar, masih nunggu giliran!” Jawab Zul sekenanya karena berapapun lamanya proses hari ini, dirinya sudah menjatahkan bahwa hari ini adalah untuk proses persidangan kali kedua.

Menurut Mira, dirinya sudah mendaftar sejak pukul delapan pagi dan mendapat nomor antrian awal, tetapi kenapa masih belum terdengar panggilan atas nama mereka berdua, sementara waktu istirahat siang hampir menjelang. Itulah alasan kenapa dirinya terlihat gusar, kecewa, dan mungkin marah.

“Kalau selepas istirahat nanti belum ada panggilan, aku akan cabut gugatan cerai ini!” Ucap Mira dengan nada mengancam.

Mendengar kalimat itu dari mulut Mira, membuat Zul semakin mantap untuk melanjutkan proses perceraian ini yang sudah separuh jalan. Menyaksikan Mira yang sudah tidak sabar untuk menunggu waktu dalam bilangan jam saja dan membuatnya berkeinginan untuk mengubah apa yang telah diputuskannya, bagaimana dengan kesabaran dalam berumah tangga yang bisa jadi harus dilalui sepanjang hidup. Zul hanya tersenyum sinis. Entah Mira bisa melihat senyum Zul itu.

 —–ooo0ooo—–

 Zul menatap perempuan yang duduk sekitar dua meter di samping kirinya. Ada sungai yang mengalir di kedua sudut matanya. Ada isak tangis yang terdengar dari mulutnya tatkala hakim mengetuk palu sebagai pertanda keputusan sudah ditetapkan. Zul dan Mira berpisah.

Kenapa dirinya menangis? Bukankah ini yang sudah lama diinginkannya? Hati Zul bertanya-tanya.

Ah, sudah lah. Itu bukan urusanku lagi. Bukankah di antara kami sudah tidak ada hubungan lagi? Bantahan itu datang kemudian di dalam hati Zul.

Tak lama kemudian, kedua melangkah ke luar ruang sidang untuk kemudian berpisah, memilih jalan pulang masing-masing.

“Aku benci dengan orang yang berselingkuh kemudian menikah dengan selingkuhannya.”

Zul mash ingat dengan kalimat tersebut yang pernah diucapkan oleh Mira, mantan istrinya, sesaat setelah melihat tayangan infotainment tentang pernikahan pasangan selebriti di televisi.

Jika dirinya menikah dengan lelaki itu, maka dia termasuk orang yang membenci dirinya sendiri. Jika tidak, maka penilaian dirinya akan lelaki itu adalah sebuah kesalahan yang fatal. Hanya  itu yang terbersit di dalam benak Zul.

nyatanya…
cinta maya lebih berbekas daripada cinta nyata
nyatanya…
kepercayaan kepada kata-kata lebih besar daripada kepercayaa kepada wujud nyata
nyatanya…
lebih mudah memegang janji yang terucap selama tiga kali pergantian malam dibandingkan pengorbanan selama enam puluh purnama
nyatanya…
kebutaan tak bisa terobati dengan ucapan dan peringatan yang justru menghadirkan luka
nyatanya…
segala dusta yang akhirnya terungkap tak bisa menyadarkan yang terlanjur bermain bara
nyatanya…
pujian dalam satu halaman kertas telah menghapus bait-bait penyambung rasa jalinan cinta

—– BERSAMBUNG —–


Baca Bab Lainnya :

29 thoughts on “Bahtera yang Hancur – III

  1. alrisblog Juli 28, 2015 / 17:21

    Pertamax, mengamankan tempat,🙂

    • jampang Juli 29, 2015 / 08:01

      selamat… selamat😀

  2. -n- Juli 28, 2015 / 17:22

    Ini Mira benernya maunya apa deh. Masa’ gara2 kelamaan nunggu trs mo narik gugatannya. Mungkin emg ga mau pisah….. #hmmm #sudahkuduga

    • jampang Juli 29, 2015 / 08:01

      maunya begini dan begitu, mbak😀

      sepertinya kalau palu sudah diketuk sudah nggak bisa lagi ditarik, mbak.

      • -n- Juli 29, 2015 / 08:22

        Nah lho…. Sesal kemudian tiada berguna ….

      • jampang Juli 29, 2015 / 08:36

        iya mbak…. tapi nasi sudah menjadi bubur😀

  3. alrisblog Juli 28, 2015 / 17:24

    Rahasia hidup gak ada kita yang tau.
    Penasaran membaca lanjutan ceritanya.
    Selamat idul fitri 1436 H, maaf lahir batin kang.

    • jampang Juli 29, 2015 / 07:59

      harap bersabar kalau begitu, mas.

      sama-sama, mohon maaf lahir batin juga

  4. tipongtuktuk Juli 28, 2015 / 17:36

    kalau tangkuban perahu berarti bahtera yang terbalik …😀

    • jampang Juli 29, 2015 / 07:59

      😀
      lagian ditendang seh sama si sangkuriang

  5. Jejak Parmantos Juli 28, 2015 / 17:43

    sepertinya, si-Mira ini masih ragu dengan keputusannya. Tapi berhubung gengsi ya gmn lagi…

    • jampang Juli 29, 2015 / 07:58

      iya mas. mungkin masih terombang-ambing. terbawa arus sesaat.

  6. Gara Juli 28, 2015 / 18:32

    Turut prihatin atas kejadian yang mendera mereka. Tapi yah, mungkin mereka sudah tidak berjodoh lagi, kalau kata orang mungkin jodoh mereka sudah habis :)). Mudah-mudahan mereka bisa menarik banyak pelajaran dan menjadi orang yang lebih baik lagi deh setelah ini :hehe. Dan segera menemukan cinta untuk diri mereka masing-masing :)).

    • jampang Juli 29, 2015 / 07:57

      iya, gar. jodoh itu kalau masih bersama. kalau sudah pisah, ya bukan jodoh lagi

      • Gara Agustus 3, 2015 / 06:46

        Saya pikir juga demikian :)).

      • jampang Agustus 3, 2015 / 07:33

        maka demikianlah😀

  7. rizzaumami Juli 28, 2015 / 19:27

    keren, keren, sudah dikomersilkan bang bukunya?

    • jampang Juli 29, 2015 / 07:56

      sebenarnya ini sudah dibukukan. cuma sudah nggak diterbitkan lagi. jadi ada rencana mau dibukukan ulang dengan revisi termasuk ganti judulnya. entah kapan akan terealisasi. baru bikin rencana covernya seperti ilustrasi di atas

      • rizzaumami Juli 30, 2015 / 21:47

        itu yang desain siapa bang?

      • jampang Agustus 3, 2015 / 08:04

        saya sendiri. cuma ngambil gambar dari internet

  8. itsmearni Juli 28, 2015 / 20:26

    Hmmm… Jadi Mira akhirnya apa kabar?

    • jampang Juli 29, 2015 / 07:55

      mungkin bisa tahu di episode2 berikutnya, mbak😀

      • itsmearni Juli 29, 2015 / 10:12

        Wah jadi penasaran saya

      • jampang Juli 29, 2015 / 10:16

        harap bersabara😀

  9. naniknara Juli 29, 2015 / 07:47

    menyimak dan menunggu kelanjutan kisahnya

    • jampang Juli 29, 2015 / 07:53

      harap bersabar, mbak😀

  10. Kang Darsono Juli 30, 2015 / 09:48

    “Aku benci dengan orang yang berselingkuh kemudian menikah dengan selingkuhannya.”
    wowww!!!😉

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s