Ketika Masyarakat Bertajwid

tajwid
Tajwid secara harfiah bermakna melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan, tajwid berasal dari kata jawwada – yujawwidu – tajwiidan. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Quran.

Beberapa tahun silam, pernah booming sebuah puisi yang berjudul “Ketika Cinta Bertajwid” di mana di di dalam syairnya menggunakan istilah-istilah tajwid atau hukum-hukum tajwid. Berikut syair gubahan saya yang diilhami puisi tersebut.

saat berjumpa dirimu pertama kali, aku dan dunia sekelilingku menjelma menjadi saktah, berhenti sejenak
hasrat untuk memilikimu selalu memantul dan menggema seperti qalqalah yang mengisi ruang hatiku
jika kau bertanya berapa volume cintaku, maka kau bisa menyamakan dengan jumlah mad thobi’i yang kau baca di dalam Al-quran
cintaku kepadamu sejelas izhar
sayangku kepadamu selama Mad ‘aridh lissukuun

😀

Suatu hari di Bulan Ramadhan kemarin, ada kajian masjid di kantor saya yang salah satu poin yang disampaikan oleh penceramahnya yang terkait dengan tajwid. Tajwid menurut beliau yang juga bertugas sebagai guru tafsir memiliki filosofi sebagai tuntunan dalam hidup bermasyarakat. Huruf hijaiyyah, dalam suatu kondisi, jika bertemu dengan huruf hijaiyyah lainnya bisa menempatkan diri tentang bagaimana bersikap. Selanjutnya beliau mencontohkan dengan empat hukum bacaan nun sukun atau tanwin ketika bertemu salah satu huruf hijaiyyah, yaitu izhar, idgham, ikhfa, dan iqlab.

Izhar, artinya jelas/tegas

Suara nun sukun atau tanwin jika bertemu dengan salah satu dari huruf Izhar yang enam, yaitu hamzah, Ha, ‘ain, ha, ghain, dan kha akan tetap jelas dan tegas diucapkan. Nun mati dan tanwinnya jelas dan tegas, begitu pula dengan keenam huruf izhar tersebut.

Seorang mu’min harus memiliki sikap yang tegas jika sudah berhadapan dengan masalah aqidah dan ibadah. Tidak mencampuradukkan antara tauhid dengan syirik. Tidak melakukan ibadah jika tidak memiliki dasar dalil yang shahih. Seorang mu’min juga mampu bersikap tegas terhadap perkara yang halal dan yang haram. Tidak menyamarkannya. Tidak mencampuradukkannya.

Idgham, artinya masuk

Suara nun sukun atau tanwin jika bertemu dengan salah satu dari huruf Idgham yang enam, yaitu ya,ra, mim, lam, wau, dan nun akan lenyap dan berganti dengan suara salah satu huruf idgham tersebut.

Dalam kehidupan, seorang mu’min harus bisa berbuat kebeikan untuk orang lain atau berbagi kebaikan kepada orang lain. Sebab dari sebagian harta benda yang dimilikinya terdapat hak dari orang-orang yang berada di sekelilingnya baik mereka yang jelas-jelas meminta pemenuhan hajat mereka atau mereka yang menajaga diri dari perbuatan meminta-minta demi kehormatan diri mereka.

Ikhfa, artinya samar

Suara nun sukun atau tanwin jika bertemu dengan salah satu dari huruf Ikhfa yang lima belas, yaitu ta, tsa, jim, dal, dzal, zai, sin, syin, shad, dhad, tha, zha, fa, qaf, dan kaf akan samar tidak jelas. Suara nun mati atau tanwin tersebut diucapkan menjadi suara “ng” atau ‘ny”.

Mu’min adalah makhluk sosial. Setiap detik dan langkah kehidupannya akan berinteraksi satu lain, baik dengan sesama mu’min maupun dengan bukan mu’min. Di dalam interaksi tersebut pasti akan ada proses mempengaruhi dan dipengaruhi. Kebaikan yang dimiliki oleh seseorang akan mempengaruhi sifat dan sikap orang lain sebagaimana kebaikan yang dimiliki oleh orang lain akan mempengaruhi dirinya. Keburukan yang dimiliki oleh seseorang akan mempengaruhi sifat dan sikap orang lain sebagaimana keburukan yang dimiliki oleh orang lain akan mempengaruhi dirinya. Proses saling mempengaruhi tersebut samar, maka terkadang efeknya tidak kentara dan tidak terasa. Pelan namun pasti.

Karenanya, Islam mengajarkan untuk memilih teman dan lingkungan yang baik agar berdampak kebaikan bagi pribadi.

Iqlab, membalik atau mengganti

Suara nun sukun atau tanwin jika bertemu dengan salah satu dari huruf Iqlab yaitu ba, akan berganti dengan suara mim.

Adakalanya, dalam suatu situasi dan kondisi pengambilan keputusan, keputusan diambil bukan berdasarkan keinginan salah satu pihak. Contoh mudahnya mungkin dalam hal jual beli. Penjual menetapkan sebuah harga, sementara pembeli juga menginkan harga yang lebih renda. Setelah proses tawar-menawar, maka ditetapkanlah sebuah harga yang berada di antara dua harga yang ditetapkan oleh kedua pihak.

Negosiasi dan musyawarah mungkin adalah contoh lainnya di mana keputusan yang dihasilkan adalah keputusan yang mencakup kepentingan semua pihak.

Wallaahu a’lam.

 

 

16 thoughts on “Ketika Masyarakat Bertajwid

  1. Mas Djie Juli 29, 2015 / 15:42

    Sedemikian luas ilmu Allah, sehingga hukum yang biasa digunakan untuk mengatur cara membaca Al-Quran kini bisa dijadikan pelajaran dalam bermasyarakat. Thanks for shared.🙂

    • jampang Juli 30, 2015 / 08:09

      sama-sama, mas. semoga bermanfaat

  2. alrisblog Juli 29, 2015 / 16:42

    Belajar tajwid ini harusnya terus-menerus ya bang. Karena kaji lama gak diulang jadi lupa.

    • jampang Juli 30, 2015 / 08:09

      iya, mas. karena baca Al-qurannya juga terus-menerus, jadi ilmunya harus direfresh biar nggak lupa

  3. winnymarch Juli 29, 2015 / 21:32

    kak aku suka bgt puisinya saat berjumpa dirimu pertama kali, aku dan dunia sekelilingku menjelma menjadi saktah, berhenti sejenak
    hasrat untuk memilikimu selalu memantul dan menggema seperti qalqalah yang mengisi ruang hatiku
    jika kau bertanya berapa volume cintaku, maka kau bisa menyamakan dengan jumlah mad thobi’i yang kau baca di dalam Al-quran
    cintaku kepadamu sejelas izhar
    sayangku kepadamu selama Mad ‘aridh lissukuun ijin copy ya

    • jampang Juli 30, 2015 / 08:07

      😀
      silahkan, mbak.
      kalau versi aslinya lebih panjang lagi.
      kalau yang di atas versi saya sendiri

      • winnymarch Juli 31, 2015 / 21:41

        yg tu aja maknanya dalam

      • jampang Agustus 3, 2015 / 08:00

        😀

  4. tipongtuktuk Juli 29, 2015 / 22:00

    duduk manis, ikut belajar tajwid …
    *manggut-manggut …😀

    • jampang Juli 30, 2015 / 08:06

      😀
      kalau jangan manis2, kang…. nanti dikerubutin semut

  5. Kang Darsono Juli 30, 2015 / 09:42

    Wah…. ternyata…..
    plok plok plok…… keren bang… nambah ilmu nih…
    ternyata tajwid bisa menjadi lautan hikmah🙂

    • jampang Juli 30, 2015 / 09:48

      saya cuma nulisin hasil denger aja, mas😀

      semoga bermanfaat

  6. Gara Juli 30, 2015 / 09:52

    Dari huruf-huruf pun bisa belajar tentang hidup dan bagaimana bersikap dalam kehidupan sehari-hari ya Mas. Memang yak, kadang pelajaran berharga itu tersembunyi dalam hal-hal sederhana yang setiap hari kita jumpai, tinggal kitanya saja apa mau mencari atau cukup jeli untuk menemukan :hehe.

  7. fakhrunnisamajied Juli 30, 2016 / 19:19

    Assalamu’alaikum. Wah alhamdulillah nemu bacaan begini. Tapi, maaf, Kak, adakah referensi buku atau sumber lainnya? Kalau ada, syukur alhamdulillah bisa jadi referensi penelitian saya. Maturusuwun🙂

    • jampang Agustus 1, 2016 / 09:48

      wa ‘alaikumus salaam.
      mohon maaf, mbak. saya nggak punya referensi lain selain dari hasil mendengarkan ceramah materi tersebut

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s