#FFRabu – Sajen

ikan
“Berikanlah sajen untuk berhala kami meski hanya seekor ikan milikmu atau kau ingin seperti dia!” bentak lelaki sangar di hadapanku.

Kupandangi tubuh kawanku yang bersimbah darah. Aku tak ingin bernasib seperti dirinya. Kuserahkan seekor ikan hasil tangkapanku agar aku bisa melewati desa ini dengan selamat dan melanjutkan perjalanan.

*****

“Kami berkawan dekat. Kami melakukan segalanya bersama-sama. Tapi mengapa aku masuk neraka sementara dia masuk surga?” protesku kepada malaikat yang mengadili kami.

“Di buku ini tercatat bahwa dirimu pernah memberikan sajen seekor ikan kepada berhala. Itu adalah perbuatan sirik dan kau belum bertubat. Sementara kawanmu menolak memberikan sesaji meski nyawanya harus melayang!”

—o0o—

Dari Thariq bin Syihab, (beliau menceritakan) bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ada dua orang lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala. Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban (memberikan sesaji)  sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, “Berkorbanlah.” Ia pun menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.” Mereka mengatakan, “Berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat.” Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah, ia masuk neraka. Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, “Berkorbanlah.” Ia menjawab, “Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah ‘azza wa jalla.” Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga.”

 


Baca #FF100Kata Lainnya :

22 thoughts on “#FFRabu – Sajen

  1. -n- Agustus 5, 2015 / 18:20

    Nice reminder. Makasih ya

  2. Ria Angelina Agustus 5, 2015 / 18:32

    Kadang tiap orang menghalalkan segala cara untuk merasa aman tanpa berfikir itu halal atau haram.

    • jampang Agustus 6, 2015 / 07:47

      iya, mbak. karenanya kita perlu benteng dan filter yang kuat

  3. capung2 Agustus 5, 2015 / 19:58

    Smoga kt semua dijauhi dr dosa syirik.. aamiin

    • jampang Agustus 6, 2015 / 07:47

      aamiin. sebab dosa syirik adalah dosa yang paling besar😦

  4. winnymarch Agustus 5, 2015 / 22:41

    aku sering nemu kak pas di temapt wisata sajen2

    • jampang Agustus 6, 2015 / 07:46

      secara tidak sadar memang masih ada yang melakukannya di sekitar kita, mbak

    • jampang Agustus 6, 2015 / 07:45

      ikon kelingking

      *saya menang! menang suit*
      😀

  5. ayanapunya Agustus 6, 2015 / 07:18

    kadang kita suka nggak sadar dengan syirik-syirik kecil di kehidupan kita

    • jampang Agustus 6, 2015 / 07:44

      iya mbak. riya itu juga termasuk syirik…. syirik kecil

  6. Kang Darsono Agustus 6, 2015 / 10:44

    wuihhh… ngeri juga yah bang..
    jadi inget cerita kyaiku dulu… kalau kamu di suruh nglempar rokok/uang koin di suatu tempat yg konon bisa membuatmu aman dari gangguan setan/jin, JANGAN KAMU LAKUKAN!

    • jampang Agustus 6, 2015 / 10:46

      mirip2 seperti itulah kira2

  7. gadis Agustus 6, 2015 / 14:49

    Menarik sekali. Ada hadist dibalik fiksinya :DD

  8. rizzaumami Agustus 6, 2015 / 23:51

    mengingatkan dengan sebuah tamparan, semoga Allah menjaga setiap langkah kita.

  9. dani Agustus 8, 2015 / 17:47

    makasih Bang diingetin..😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s