Di Balik Status Medsos

Ngeliat cowok ganteng banget lagi ngajak main anaknya sambil nyuapin makan, sedangkan istrinya lagi sibuk milih baju. Rasanya pengen gue samperin tuh cowok terus gue bisikin “mas dalam islam poligami itu boleh loh”

 

melihat melalui gelas

Beberala hari yang lalu, saya membaca sebuah status salah satu kontak saya di facebook yang memuat screen shot status seorang perempuan –selanjutnya saya tulis dengan sebutan Si Mbak– di akun media sosial yang dimilikinya yang kemudian melahirkan pro dan kontra di antara para pengguna sosial media. Mungkin status tersebut bisa dianggap sebagai sebuah status yang kontroversial. Alinea pertama di atas adalah bunyi status tersebut.

Tak hanya di status facebook, status tersebut juga masuk ke dalam obrolan salah satu group WA yang saya ikuti. Dan saya pun ikutan latah membahasnya dengan membuat postingan ini.

I

Apa yang akan di lakukan oleh Si Mbak tersebut adalah mulia. Yaitu berbagi ilmu. Si Mbak telah mengetahui bahwa poligami itu diperbolehkan dalam Islam. Tentunya dengan adanya syarat dan ketentuan yang berlaku. Ilmu yang dimilikinya tak disimpan untuk diinya sendiri, ia pun bermaksud untuk berbagi ilmu dengan orang lain.๐Ÿ˜€

II

Tak ada kepastian bahwa lelaki yang dimaksud Si Mbak tu adalah suami dari perempuan di sebelahnya atau ayah dari anak yang disuapinya. Bisa saja lelaki itu adalah adik atau kakak dari perempuan yang di sebelahnya dan menjadikan dirinya sebagai paman dari anak kecil yang disuapinya. Atau mungkin juga, anak yang disuapinya adalah anak majikannya.๐Ÿ˜€

III

Karena statusnya membahas poligami, maka ada dua kemungkinan jawaban dari si lelaki ketika maksud atau niat Si Mbak itu disampaikan kepadanya.

Pertama, lelaki itu akan menjawab “poligami? Satu aja saya belum dapat, Mbak!”

Jawaban tersebut akan terlontar terkait dengan kondisi status lelaki seperti disebutkan di atas yang ternyata belum menikah alias masih jomblo.

Kedua, lelaki itu akan menjawab, “Wah, maaf mbak. Saya nggak bisa nambah istri lagi. Soalnya, kuota sudah penuh!”

Ternyata si lelaki sudah punya empat orang istri. Entah yang saat itu diajak istri yang keberapa.๐Ÿ˜€

IV

Saya berterima kasih kepada Si Mbak pembuat status tersebut. Karena dengan status itu, saya bisa mengetahui apa yang ada di dalam pikiran para perempuan yang lewat di depan rumah saya dan melihat saya sedang mencuci atau menjemur pakaian atau menyuapi Sabiq๐Ÿ˜€

Ternyata, perempuan itu menginginkan seorang lelaki yang sudah terbukti memiliki cinta dan kasih sayang kepada keluarganya, kepada anak dan istrinya. Tentunya, lelaki seperti itu adalah mereka yang sudah menikah๐Ÿ˜€

V

Hai kalian yang berkomentar negatif atas status saya tersebut! Ada beberapa hal yang perlu kalian garis bawahi ketika akan menanggapi atau berkomentar.

Pertama, status saya itu baru sekedar keinginan, baru terlintas di dalam hati, baru niat. Belum kejadian. Kalau baru berniat di dalam hati saja sudah divonis salah, maka berapa banyak orang yang berstatus bersalah di muka bumi ini.

Kedua, lelaki yang saya maksud itu memangnya suami kalian? Jika bukan, mengapa kalian yang sewot? Apa status itu membuat rumah tangga kalian jadi bermasalah? Jika tidak, buat apa kalian menghabiskan energi dan emosi untuk sesuatu yang tidak ada kepentingan kalian di dalamnya?

Mungkin itu yang akan dikatakan Si Mbak itu untuk menanggapi komentar-komentar bernada negatif terhadap dirinya.

Anda juga sama saja! Mengeluarkan tenaga, pikiran, dan waktu untuk tulisan seperti ini dan mempublikasikannya. Bukankah akan lebih baik jika memanfaatkan semua itu untuk membersamai anak dan istri?

%#%**&#&!?”&#%


Tulisan Terkait Lainnya :

82 thoughts on “Di Balik Status Medsos

  1. Gara Agustus 23, 2015 / 20:01

    Kalau menurut saya, sebenarnya sih membaca status itu (sama dengan membaca tulisan lain) adalah tergantung dari pola pikir si pembaca, Mas. Kalau dari awalnya sudah berniat men-judge tulisan itu sebagai sesuatu yang salah, ya negatif-negatif bangetlah komentarnya (dan banyaknya komentar negatif membuktikan kalau masyarakat kita pola pikirnya masih sempit dan cenderung menyalahkan). Tapi kalau status itu dibaca dengan pikiran terbuka akan segala kemungkinan, jatuhnya akan bijak seperti postingan Mas ini, karena memang banyak kemungkinan dari tulisan si Mbak itu :hihi. Kalau saya sih membaca status itu sebagai hiburan saja, dan saya cukup terhibur, that’s it :)).

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:56

      terkadang, ketika membaca status seseorang yang isinya lebih sering yang bertentangan dengan keyakinan dan pemikiran kita akan menimbulkan luapas emosi juga, gar๐Ÿ˜€

      baiknya seh kalau begitu langsung diremove aja๐Ÿ˜€

      • Gara Agustus 24, 2015 / 19:58

        Setuju Mas :hehe. Kalau kata orang, jika tak suka, tak usah dibaca :hehe.

      • jampang Agustus 24, 2015 / 19:59

        nah…. betul itu๐Ÿ˜€

      • Gara Agustus 25, 2015 / 15:01

        Syukurlah :)).

      • jampang Agustus 26, 2015 / 05:16

        ๐Ÿ˜€

  2. Pamela Fitrah Agustus 23, 2015 / 20:20

    tentang itu yaa yeahh saya juga mengomentari n berdiskusi dengan teman yang share status itu d fb. jd begini terlepas siapa cowok itu entah suaminya atau bukan, yg jelas temanya adalah poligami n bapak rumah tangga.

    banyak org yg melihat apapun dr luarnya saja. tidak melihat ke dalam. krn ketika tau apa yang tjd di dalam keluarga seseorg yg memutuskan utk jadi bapak rumah tangga mkin akan maklum. seperti saya maklum dgn keluarga shbt saya yg tyt sahabat saya yg cr nafkah sementara suaminya jd bpk rmh tangga krn suatu hal. dan Alhamdulillah shbt saya itu tetap menaruh hormat sm suaminya. tetap manut krn tradisi jawa mengajarkannya spt itu. Dan Alhamdulillah lg skr teman saya sudah jd IRT dan suaminya kembali mencari nafkah.

    kasus kedua adalah ORT (Om Rumah Tangga). kk angkat saya ini adiknya telah bercerai dr istrinya. kebetulan si kk ini krn kerjanya santai sementara adiknya pekerja kantoran yg full time. jd mau nggak mau si kk inilah yg membantu ortunya menjaga anak si adik. Dia yg suapin makan, nganter ke sekolah, ngajak main, dll. bahkan tidur pun dia yg kelonin.

    nah pemandangan cowok rumah tangga inilah yg terlihat aneh oleh sebagian besar masyarakat indonesia., pdhl Om saya juga sampe skr jd bapak rumah tangga loh sejak istrinya meninggal. makanya buat saya hal itu nggak aneh.

    kepanjangan yaa bang komennya. abis aku sebel juga sih sm emak2 yg nyinyir krn gak tau kasus yang sebenarnya. saya yakin kok cowok kalo gak terpaksa banget lebih milih jaadi pencari nafkah.

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:54

      masing-masing rumah tangga punya situasi dan kondisi yang berbeda2.

      mencari nafkah adalah kewaiiban suami. jika suatu kondisi menyebabkan sang suami tidak bisa mencari nafkah, maka suami atau istri tersebut bisa menemukan bagaimana caranya mereka mempertahankan hidup dan bahtera rumah tangga mereka sesuai dengan situasi dan kondisi yang mereka alami

      • Pamela Fitrah Agustus 25, 2015 / 12:38

        iya bener intinya kayak pepatah jangan ngeliat buku dr covernya aja (lupa bahasa inggrisnya gmn) heuheuheu

      • jampang Agustus 26, 2015 / 05:21

        don’t judge a book by its cover

        begitu kali, mpo

      • Pamela Fitrah Agustus 26, 2015 / 14:20

        nah ituuu tuhh #ketahuan deh inggris eikeh dodoll

      • jampang Agustus 27, 2015 / 07:56

        nanti pelu pinter mpok, buat ngajarin anak kalau sudah masu sekolah

      • Pamela Fitrah Agustus 28, 2015 / 08:48

        hehehe gampang bang suruh buka kamus aja #JanganDiTiru

      • jampang Agustus 31, 2015 / 10:23

        ๐Ÿ˜›

  3. eroza Agustus 23, 2015 / 20:27

    Hahaha, sempat baca status itu cuma senyum dan ketawa trus kasih komen “yang bilang gak boleh poligami siapa mbak?”๐Ÿ˜€
    Yang lucu itu komen-komen yang muncul. Banyakan yang emosi๐Ÿ˜€

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:51

      yang saya dapat komentarnya seh nggak begitu banyak, tapi yah emosi yang main juga seh.

      yang nggak bolehin poligami mungkin istrinya, uni
      nggak rela berbagi suami๐Ÿ˜€

  4. zizadesita Agustus 23, 2015 / 20:41

    Waktu cuti panjang kmrn malah sering banget ngliat Om Bule Ganteng nganterin anak2 nya sekolah, almost every day. Dan mereka gak sungkan buat nyium ples say I Love You ama bocahnya. Hal itu emng bikin lumer hati cewe2 pastinya Bang. Dan si Mbak mungkin bakal gencar nyetatus “ilmu” gt klo doi liat Om2 itu deh๐Ÿ˜

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:50

      saya pengen ngelakuin itu mbak nanti ke sabiq๐Ÿ˜€

      tapi niatnya bukan bikin lumer hati cewek2 koq๐Ÿ˜€

      • zizadesita Agustus 24, 2015 / 22:39

        Hihi, iyes Bang..percayaaaa!

      • jampang Agustus 26, 2015 / 05:25

        ๐Ÿ˜€

  5. yantist Agustus 23, 2015 / 20:43

    Bukan dalam hati lagi dunk, Mas. Kan dia tulis di status. Hehehe.. Tapi sy udah lazim kok melihat hal semacam itu. Di mall, suaminya jaga anak di resto atau di mana gitu. Sementara istrinya belanja. Sy melihatnya supaya efektif waktu. Ga pernah terbersit mau bisikin tentang poligami. Hehehe…

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:49

      maksud saya, baru sekedar keinginan dan belum dilakukan, mbak๐Ÿ˜€

      nah… berbeda kepala maka akan berbeda pula menangapinya, mbak

  6. -n- Agustus 23, 2015 / 20:53

    Antara situasi & status si mbak-nya, menurutku kok nggak nyambung. Mungkin si mbak asal njeplak asal nulis aja. Yg dia gak sadar, ternyata…. tetooot…. Menyebutkan kata POLIGAMI…. Keyword sensitip tuh. Lgsg rame deh yg baca statusnya. Trus tersebar luas kemana-mana. Yah, hari gini…. Jari-mu harimau-mu.

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:48

      iya mbak. sepakat. jarimu adalah harimaumu

  7. wisnuwidiarta Agustus 23, 2015 / 21:13

    Kalau cowoknya jelek apa dia masih mau bikin status yang sama? Itu mah modus aja hahaha

    • rizzaumami Agustus 23, 2015 / 23:01

      Bener jugak, haha. Kalo ga ganteng mah ga bakal ada status gitu.

      • wisnuwidiarta Agustus 24, 2015 / 00:09

        Wakakaka makanya modusss

      • jampang Agustus 24, 2015 / 19:44

        modus itu artinya sering terjadi ya, mas?

        *itu mah di pelajaran statistik*

      • wisnuwidiarta Agustus 24, 2015 / 22:23

        Modus itu yang bau prengus wkwkwk

      • jampang Agustus 26, 2015 / 05:26

        ๐Ÿ˜€

        eh prengus itu apa, mas? saya tahunya wedus

      • wisnuwidiarta Agustus 26, 2015 / 08:46

        Prengus itu baunya wedhus wkwkw

      • jampang Agustus 27, 2015 / 08:05

        ooooo๐Ÿ˜€

      • jampang Agustus 24, 2015 / 19:47

        ๐Ÿ˜€

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:48

      ukuran ganteng juga kan relatif, mas๐Ÿ˜€

      • wisnuwidiarta Agustus 24, 2015 / 22:23

        Betul.. Jelek yang absolut qiqiqi

      • jampang Agustus 26, 2015 / 05:26

        ๐Ÿ˜€

  8. wingedwind Agustus 23, 2015 / 22:43

    mungkin juga dia lagi ngehumor dan nggak bener2 berpikiran kayak gitu :))

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:47

      ya…. bisa jadi. who knows?๐Ÿ˜€

  9. winnymarch Agustus 23, 2015 / 23:53

    istrinya gitu bgt kasihan suaminya

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:46

      nah… mbak melihat dari sisi lainnya nih๐Ÿ˜€

      • jampang Agustus 27, 2015 / 07:56

        ๐Ÿ˜€

  10. gegekrisopras Agustus 24, 2015 / 04:43

    Mau ngakak dulu baca pernyataan II – IV๐Ÿ˜†
    Tp yang pernyataan V ya Mas Jampang, di Alkitab jelas2 tertulis, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” Ini juga berlaku utk perempuan yang melihat laki2. Jadi kalo menurut Alkitab, pernyataan mbak itu sudah bikin dosa dalam hatinya๐Ÿ˜€ Dan berhubung manusia cenderung berbuat dosa, yaudahlah gausah ditambah2in lagi๐Ÿ˜€๐Ÿ˜†
    *maap panjang*

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:44

      di dalam islam ada juga sebuah hadits yang serupa dengan ayat di alkitab itu, mbak. bunyinya seperti ini :

      “Telah ditentukan atas setiap anak Adam bagiannya dari perbuatan zina, ia pasti melakukannya. Zina kedua mata adalah dengan memandang, zina kedua telinga adalah dengan mendengarkan, zina lisan adalah dengan berbicara, zina kedua tangan adalah dengan menggenggam, dan zina kedua kaki adalah dengan melangkah, sedangkan hati berkeinginan dan berandai-andai, dan kemaluan mempraktekkan keinginan untuk berzina itu atau menolaknya”. [Muttafaqun ‘alaih]

      kalau di ayat alkitab itu mungkin peru interpretasi lebih lanjut tentang kata “menginginkannya”. apakah menginginkan seseorang untuk menjadikannya sebagai suami atau istri adalah sebuah dosa? atau mungkin ada makna lain dari kata mengginginkan di ayat yang dimaksud itu.
      ๐Ÿ˜€

      *komen saya panjang juga*

  11. Febriyan Lukito Agustus 24, 2015 / 05:12

    Statusnya siapa mas? Kudet banget sayaaa. Hahahaha. Cuma ini ada keinginan tersiratkah mas??? ๐Ÿ˜œ

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:39

      saya sendiri nggak kenal sama si pembuat status itu, mas๐Ÿ˜€

  12. ayanapunya Agustus 24, 2015 / 07:50

    saya tahunya status yang satu lagi. yang lumayan bikin heboh itu

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:39

      wah ada status lain lagi yang bikin heboh? saya tahunya cuma yang ini mbak karena ada yang posting di FB dan di group WA yang saya ikuti

      • ayanapunya Agustus 25, 2015 / 06:54

        yang ibu-ibu heboh minta dikawini itu kalau nggak salah

      • jampang Agustus 26, 2015 / 05:22

        hmm…. sepertinya nggak ada yang sharing status itu di wall saya๐Ÿ˜€

      • ayanapunya Agustus 26, 2015 / 05:44

        Bukan status sih kayaknya. Tp foto. Heu

      • jampang Agustus 26, 2015 / 05:58

        foto?koq bisa tahu kalau itu bu-ibu minta dikawinin? MEME?

      • ayanapunya Agustus 26, 2015 / 06:20

        Klo ga salah sih di fotonya ibu itu bikin poster bertulisan gitu. Bunyinya kyk “wahai pria beristri.. bla bla bla”

      • jampang Agustus 26, 2015 / 06:22

        oooooo….. begitu๐Ÿ˜€

  13. Breldine Agustus 24, 2015 / 10:02

    ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ suami yang baik itu

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:37

      bisa jadi, mbak๐Ÿ˜€

  14. claudeckenni Agustus 24, 2015 / 12:00

    Tergantung persepsi pembacanya juga. Kalo saya baca tulisan kayak di atas, saya sih bakal ketawa…wah ini si mbaknya gokil…udah aja.

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:37

      iya juga. situasi dan kondisi pembaca juga bisa memperngaruhi bagaimana komentar yang akan keluar setelah membaca status itu

  15. itsmearni Agustus 24, 2015 / 12:43

    Nah setuju saya sama tulisan ini
    Kita gak bisa menjudge mbaknya dengan komen ini itu, kita khan gak pernah tahu apa sebenarnya maksud dia dengan statusnya itu
    Saya pas lihat status itu dishare temen, gak merasa gimana-gimana gitu karena saya melihatnya sebatas kekaguman si mbal pada lelaki ganteng penyayang keluarga, itu saja

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:36

      iya mbak. sebaiknya memang jangan terlalu berlebihan. sebab yang berlebihan itu sendiri kurang baik๐Ÿ˜€

  16. zilko Agustus 24, 2015 / 16:47

    Status di medsos itu penuh interpretasi karena dituliskan (seringnya) secara subjektif kan, hehehe๐Ÿ™‚

    • jampang Agustus 24, 2015 / 19:35

      iya. sesuai dengan suasana kebatinan si pembuat status๐Ÿ˜€

  17. Dyah Sujiati Agustus 25, 2015 / 00:17

    Ternyata pengalaman pribadi yg disamarkan toh๐Ÿ˜„

    • jampang Agustus 26, 2015 / 05:24

      bagian yang mana, mbak?

  18. bunda rizma Agustus 25, 2015 / 13:31

    pernah nemu tulisan di sebuah mushola, kurang lebih begini: berstatuslah yang baik atau diam. tapi tergantung niat yg bikin status sih, dan tergantung yang mengartikannya๐Ÿ˜€

    • jampang Agustus 26, 2015 / 05:20

      mungkin itu mengadopsi hadits yang berbunyi ” berkatalah yang baik atau diam”, lok

  19. naniknara Agustus 25, 2015 / 13:33

    hahahaha… endingnya kok jadi kayak promosi ya๐Ÿ™‚
    btw saya juga kok kemarin langsung nulis topik ini pas lihat status itu di bagi oleh teman fb saya.
    Setelah baca ini, baru tahu kalau status itu sempat jadi ramai

    • jampang Agustus 26, 2015 / 05:19

      mungkin karena statusnya terkait dengan poligami… itu kan tema yan sensitif sekali bagi kaum hawa, mbak๐Ÿ˜€

  20. Ristin Agustus 25, 2015 / 22:50

    status berbau sensi soalnya.. bawa2 poligami.. dan jadilah para ibu2 atau cewek2 yg nyinyir.. hihihi.. krn intinya sih cewek manapun ga mau dimadu. tp emang si pembuat status nekat jg yaa.. lumayan lah dia bs tenar sesaat hahahaha…

    • jampang Agustus 26, 2015 / 05:16

      ya berani berbuat berani nanggung akibatnya๐Ÿ˜€

  21. Jannu Agustus 26, 2015 / 11:37

    Apa enggak meluber kemana-mana tuh interpretasinya?

    Jujur, pikiran pertama saya jika menjumpai kasus seperti itu adalah: istri kurang ajar!

    • jampang Agustus 27, 2015 / 07:59

      pastinya akan banya sudut pandang dan interpretasinya para pembaca status. tergantung sikon.

      ya itu salah satu sudut pandang atau interpretasi yang bisa muncul

  22. Kang Darsono Agustus 31, 2015 / 11:45

    Di negara ini, salah satu tema yang bisa dibilang kontroversi ya poligami…
    Dibawa ke ranah mana saja bakalan rame tuh…
    kalau mau pileg/pilpres, biasanya juga rame tuh bang…
    Dibahas dikantor, juga bakalan rame…
    apalagi medsos… kan medsos banyak “hantunya”…. hihihiy

    Pokoknya, “POLIGAMI” itu seru………

    • jampang September 1, 2015 / 09:20

      iya… isu atau tema sensitif banget

  23. edi padmono September 1, 2015 / 09:55

    Makanya jangan suka merhatiin status medsos bang….jadi berandai andaikan….๐Ÿ˜€
    O iya…lama tidak berkunjung ke rumah ini sempet bingung dan tersesat nyari postinggannya… ๐Ÿ˜€ maklumlh bang ana gaptek….

    • jampang September 1, 2015 / 09:58

      kalau nggak berandai2, saya nggak bisa bikin postingan ini๐Ÿ˜€

      mungkin karena tampilannya agak berubah dari sebelumnya yah, jadinya nyasar deh๐Ÿ˜€

  24. capung2 September 3, 2015 / 09:11

    Selalu ramai klo ngebahas masalah ini.๐Ÿ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s