[Prompt#85] Ambilkan Bulan, Bu!

sumber

Dari bangku taman di belakang rumah, seorang gadis kecil duduk memandang langit malam di atasnya. Tak hanya kedua bola matanya yang menjelajah setiap sudut langit, kepala dan tubuhnya juga berputar agar pandangannya bisa menjelajah setiap jengkal langit yang terhampar luas.

Gadis kecil itu menarik sebuah napas panjang hingga kedua pundaknya ikut bergerak untuk kemudian dihembuskannya kembali. Sorot kedua matanya mengisyaratkan sebuah kekecewaan. Gadis kecil itu tak menemukan apa yang dicarinya di langit malam yang bertabur bintang.

“Apa yang sedang kau cari di atas sana, Clara?”

Gadis kecil itu menoleh ke arah sumber suara yang terdengar begitu lembut. Tampak seorang perempuan cantik sudah berdiri di sisinya.

“Bulan,” jawab Clara. “Aku mencari bulan, Bu. Tapi aku tidak menemukannya.”

“Clara, kamu tahu saat ini kita berada di mana?” tanya Gisha, sang ibu.

“Di Planet G-126.”

“Betul, sayang. Kita sudah tidak lagi berada di bumi. Bumi, planet di mana kita tinggal sebelumnya, sudah hancur. DI sini, langitnya berbeda dengan langit di Bumi. Di sini kita hanya bias melihat bintang-bintang. Tak ada bulan di atas sana, Clara.”

“Tapi aku ingin sekali melihat bulan seperti yang selalu kulihat ketika berada di Bumi, Bu,” rengek Clara.

“Bukankah bintang-bintang di sana terlihat sangat indah?”

Clara tak menjawab. Pandangan matanya menyisir langit malam dengan ribuan bintang sebagai penghiasnya.

“Iya sih, Bu. Tapi aku tetap ingin melihat bulan, Bu!” Clara tetap kukuh dengan keinginannya. “Bu, apakah ibu bisa melukiskan bulan di atas sana untukku?”

Gisha terdiam. Yang terlintas di dalam benaknya ketika putri kesayangannya mengajukan pertanyaan tersebut adalah sebuah lirik lagu yang pernah dia ajarkan kepada Clara.

ambilkan bulan, Bu
untuk menerangi
tidurku yang lelap
di malam gelap

“Ayolah, Bu! Lukiskan bulan untukku!” kembali Clara mengajukan permintaannya.

“Baiklah, ibu akan coba.”

“Horeee!” Clara melonjak kegirangan.

Gisha melangkah meninggalkan Clara. Dia mengambil dan mengenakan Jet-Pack, sebuah alat yang bisa membawa seseorang terbang di lapisan atmosfir G-126, dair tempat penyimpanannya. Tak lama kemudian, Gisha kembali menemui Clara.

“Kamu tungggu di sini ya, sayang!” pintanya sesaat sebelum mengaktifkan Jet-Pack yang langsung membawanya terbang ke angkasa.

Di atmsosfir G-126, Gisha mengumpulkan puluhan bahkan ratusan asteroid yang mengorbit di sekeliling G-126. Kemudian, asteroid yang sudah terkumpul tersebut disusunnya menjadi bola raksasa dan dibawanya ke sebuh titik tertentu sehingga bisa memantulkan sinar matahari yang kini berada di belahan lain Planet G-126. Gisha mencoba membuat bulan buatan dan meniru cara kerja bulan memantulkan sinar matahari ke Bumi.

Tak lama kemudian, Gisha sudah berhasil menciptakan sebuah bulan yang memantulkan sinar matahari ke Planet G-126.

“Kurasa sudah cukup. Clara pasti akan senang melihatnya!” ucap Gisha di dalam hatinya seraya kembali turun ke Planet G-126 untuk memberitahukan Clara tentang bulan buatannya tersebut.

“Clara! Coba lihat ke atas, Sayang!” teriak Gisha sambil berlari ke arah Clara.

“Cla…!” teriakan Gisha terhenti tatkala mendapati Clara yang sudah tertidur lelap di bangku taman.


Baca Juga Prompt Lainnya :

12 thoughts on “[Prompt#85] Ambilkan Bulan, Bu!

  1. Dyah Sujiati September 1, 2015 / 00:00

    Walah? Tak kira bakalan ending yg tragis dan menyayat gitu.. Ee ternyataaa. yeah at least gak ketebak deh endingnya 😔

    • jampang September 1, 2015 / 09:07

      kaasihan ah kalau endingnya tragis. lagi pula versi tragis yang rada mirip dengan cerita ini sudah pernah saya buat

  2. ayanapunya September 1, 2015 / 08:18

    jiaah ternyata claranya udah tidur

    • jampang September 1, 2015 / 09:06

      karena kelamaan nunggu, mbak

  3. -n- September 1, 2015 / 08:37

    Haduh kok tidur sih nak? Ayo bangun! Hehehehe

    • jampang September 1, 2015 / 09:06

      soalnya kelamaan sih😀

  4. Orin September 2, 2015 / 12:00

    wah hebat abang udah buat, aku blom ada ide, skip lg nih kyknya hihihi *malah curcol*

    • jampang September 2, 2015 / 12:49

      ini juga sudah telat buatnya, teh. lewat tanggal deadline😀

  5. Attar Arya September 2, 2015 / 14:41

    Ini masuk genre fiksi ilmiah kayaknya.

    • jampang September 2, 2015 / 14:50

      iya kali yah…. saya asal bikin aja begitu dapat idenya😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s