[Prompt#86] Terjebak di Dunia Maya

sumber

“Mak, nyalakan internetnya dong! Mau pulang nih,” kugunakan sisa pulsa yang ada untuk mengirim pesan kepada Emak di rumah agar aku bisa pulang. Aku ingin kembali ke dunia nyata.

Aku sudah puas berpetualang di dunia maya ini. Di sini, aku dengan mudah menginjakkan kaki ke semua tempat yang ingin aku datangi di seluruh penjuru bumi. Aku cukup menyentuh satu titik di layar handphone yang mewakili sebuah tempat yang ingin kukunjungi. Sekejap kemudian, aku sudah berada di tempat tersebut.

Aku juga sudah bosan berama-lama-lama di sini. Aku selalu berada di keramaian orang, tetapi tak ada satu pun yang bisa kuajak bicara. Jangankan bicara, ketika aku menyapa mereka, tak ada satu pun yang menjawab. Aku seperti berada di sebuah tempat di mana semua orang tak ada yang menyadari kehadiranku. Aku seperti berada di sebuah dunia di mana tak ada seorang pun yang melihatku.

Namun, alasan utama aku ingin pulang adalah peringatan dari penjaga perbatasan dunia, satu-satunya orang yang bisa kuajak bicara. Dia mengingatkan bahwa aku hanya punya waktu dua puluh empat jam untuk berpetualan di dunia maya ini. Sebelum waktu tersebut habis, aku harus pergi meninggalkan tempat ini dan kembali ke dunia tempatku berasal. Dunia nyata. Jika tidak, aku akan terjebak berada di dunia maya ini selamanya dan tak akan bisa pulang. Selamanya.

Waktuku tinggal lima menit lagi. Aku belum melihat tanda-tanda portal penghubung antara dunia nyata dan dunia maya terbuka. Padahal, melewati portal tersebut adalah satu-satunya jalan agar aku bisa kembali.

Sebelumnya, aku melalui portal tersebut ketika memasuki dunia maya ini. Berawal ketika aku sedang berselancar di internet dan mendapatkan sebuah situs yang menawarkan sebuah petualangan memasuki dunia maya. Aku penasaran. Setelah kubaca semua penjelasan yang ada di situs tersebut, aku memberanikan diri untuk memasukkan sebuah kode yang tersedia. Setelah aku memasukkan kode tersebut, tubuhku seperti tersedot ke dalam layar komputer. Sesaat berikutnya, aku sudah berada di hadapan sang penjaga perbatasan. Tak lama kemudian, portal pun tertutup.

Menurut sang penjaga perbatasan, untuk membuka portal itu kembali, koneksi internet di komputer yang aku gunakan sebelumnya harus diaktifkan kembali.

Emak, cepat nyalakan internetnya! Aku panik. Sebab satu menit ke depan, kesempatanku untuk pulang akan hilang.

Tiba-tiba handphone di dalam genggamanku bergetar. Sebuah pesan singkat masuk. Dari Emak.

“Nak, kalau mau pulang ya pulang saja. Nggak perlu meminta Emak menyalakan internet segala. Soalnya, Emak nggak ngerti soal internet!”

 

*****

Untuk memeriahkan Prompt#86 : Tersesat di Dunia Maya


Baca Juga Monday Flash Fiction Lainnya :

 

sumber

26 thoughts on “[Prompt#86] Terjebak di Dunia Maya

  1. faziazen September 5, 2015 / 22:17

    hehehhe
    menjauhkan yang dekat..mendekatkan yang jauh

    • jampang September 7, 2015 / 08:07

      akhirnya jadi terpisah deh😀

      • faziazen September 8, 2015 / 12:34

        hehehe

      • jampang September 9, 2015 / 09:07

        😀

  2. dani September 6, 2015 / 00:49

    Hoalaaaah…

  3. zilko September 6, 2015 / 03:25

    Hahaha, kurang persiapan sih ya perginya. Harusnya sebelum pergi kan sudah memberi-tahu siapa yang bisa internet😀 .

    • jampang September 7, 2015 / 08:06

      iya. dan jangan menangandalkan satu orang doank, harus ada cadangan😀

  4. -n- September 6, 2015 / 04:23

    Hiyaaaaah cilaka! Hahaha

    • jampang September 7, 2015 / 08:06

      iya mbak…. apes😀

  5. aqied September 6, 2015 / 08:17

    Jadi ingetnya film tron

  6. Gara September 6, 2015 / 10:41

    Matik, nggak bisa pulang… doh… tapi saya jadi membayangkan kalau portal itu betulan ada; bagaimana ya Mas? :hihi.

    • jampang September 7, 2015 / 08:06

      iya, terjebak jadinya.
      ya nggak tahu juga, Gar. jangan-jangan kayak di film tron itu

  7. junioranger September 7, 2015 / 03:49

    Duhhh ga bisa pulang nih…

    • jampang September 7, 2015 / 08:01

      iya…. terjebak… selamanya…. selamanya

  8. pitaloka89 September 7, 2015 / 13:42

    emak telat balesnya ya. haha…

    • jampang September 7, 2015 / 15:05

      udah telat balasnya…. dan nggak bisa bantu juga😀

  9. Attar Arya September 8, 2015 / 08:25

    kebiasaan orang indonesia nih, selalu mepet jadwal.😀

    • jampang September 8, 2015 / 08:32

      dan parahnya…. udah mepet… gagal lagi😀

      • Attar Arya September 8, 2015 / 08:36

        Hahaha, iya.

      • jampang September 8, 2015 / 08:37

        pengalaman waktu setor jempol?😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s