Lantai-lantai yang Hilang

gedung
Ketika memandang sebuah gedung yang sedang dalam pembangunan yang terletak di seberang gedung kantor tempat saya bekerja, saya jadi teringat dengan beberapa bangunan yang pernah saya singgahi. Ada kemiripan di antara gedung-gedung tersebut. Ada lantai yang hilang. Tak hilang secara fisik, tapi hilang secara penamaan atau penomoran.

Beberapa tahun silam, ketika masih aktif menulis di Multiply, saya pernah membuat beberapa tulisan berseri yang membahas tentang angka-angka menurut pandangan saya pribadi dan berdasarkan informasi yang saya terima. Mulai dari angka 0 hingga 13. Di antara angka-angka tersebut, ada angka yang menurut kepercayaan sekelompok orang dianggap sebagai angka sial. Angka tersebut adalah 4 dan 13.

Bagi sekelompok orang, angka empat dianggap sebagai malapetaka, kematian. Pelafalan angka empat dalam bahasa cina, hampir sama dengan pelafalan kata kematian. Begitu pula ada yang mengaitkan angka empat dengan huruf keempat dalam abjad adalah d yang jadi huruf awal death atau die.

Sedangka angka 13 disebut angka sial karena berada 1 poin di atas angka 12 yang dipandang oleh dunia barat sebagai angka sempurna. Menurut mereka, banyak faktor di dunia ini yang melibatkan angka tersebut, misalnya 12 bulan dan rasi bintang, 12 jam untuk masing-masing siang – malam, 12 dewa Olympus, dll.

Nah, kedua angka tersebut tidak saya temukan di beberapa tempat yang saya kunjungi beberapa waktu yang lalu. Misal di sebuah hotel di dekat Pintu Tol Bekas Barat yang menjadi tempat workshop yang saya ikuti, di dalam lift tidak tertera angka 4 sedangkan angka 13 terpasang di dalamnya. Sebenarnya bukan hanya angka 4 saja yang tak ada di tombol lift tersebut. Angka 1 hingga 3 juga tidak ada. Jadi, setelah tombol G, ada tombol M, lalu langsung tombol angka 5.

Lain lagi ketika saya mengikuti kegiatan kursus minggu lalu di sebuah gedung yang lokasi berada di Jalan H.R. Rasuna Said. Di dalam lift, saya tidak menemukan tombol angka 4, namun ada tombol angka 3A. Saya juga tidak melihat keberadaan tombol angka 13. Tombol tersebut sepertinya diganti dengan tombol 12A. Di deretan tombol dengan angka kepala dua juga ada yanhg hilang. Hanya saja saya tidak pasti tombol berapa yang hilang. Saya hanya menemukan tombol 21A yang tidak biasanya.

Kembali ke gedung belum selesai yang saya sebutkan di awal coretan ini. Lantai tertinggi diberi label dengan angka 50. Lantas apa benar jumlah lantainya berjumlah lima puluh? Ternyata tidak. Ternyata tak ada lantai yang diberi label dengan angka 40 hingga 49. Jadi dari 39 langsung 50.

Lantai yang hilang juga terjadi di lantai-lantai sebelumnya. Saya tidak menemukan lantai yang diberi label dengan angka 34, 31, 24, 22, 14, dan 13. Mungkin ada yang terlewat oleh penglihatan saya. Atau mungkin juga saya yang salah lihat. Namun sepertinya, palabelan lantai gedung tersebut mengghindari penomoran yang mengandung angka 4 atau yang jika digitnya dijumlahkan bernilai 4.

Lantas bagaimana dengan gedung tempat saya bekerja?

Ruang kerja saya berada di lantai 4. Artinya, angka 4 tidak dihindari oleh pengembang atau pemilik gedung. Namun saya tidak mendapatkan angka 13 di dalam lift. Pasalnya, gedung kantornya cuma memiliki enam lantai😀


Tulisan Terkait Lainnya :

22 thoughts on “Lantai-lantai yang Hilang

  1. Febriyan Lukito September 9, 2015 / 17:10

    Lantai 3A, lantai 5A mas kalau di Semanggi *maklum lurah Semanggi – ngaku2*

    • jampang September 10, 2015 / 08:14

      plangi?
      saya nggak merhatiin waktu datang ke situ😀

      • Febriyan Lukito September 10, 2015 / 08:20

        Haha. Kapan2 perhatikan deh mas.

      • jampang September 10, 2015 / 11:08

        mungkin kalau ke situ lagi😀

  2. zilko September 9, 2015 / 18:52

    Hahaha, superstition kayak gini memang banyak ya. Kalau disini, angka 4 biasanya sih masih dipakai. Tapi angka 13 ada cukup banyak yang menghindari.

    • jampang September 10, 2015 / 08:14

      karena di barat (eropa dan amerika) mempercayai angka 13. sementara angka 4 itu kepercayaan timur (cina)

  3. Grant September 9, 2015 / 20:06

    sepertinya banyak sekali yg percaya mitos angka 13 ya mas.

    • jampang September 10, 2015 / 08:13

      sepertinya begitu, mbak.

  4. winnymarch September 9, 2015 / 20:08

    karena ada unsur fengshuinya kali mas \:D

    • jampang September 10, 2015 / 08:13

      😀
      iya kali, mbak.
      saya nggak ngerti

  5. damarojat September 10, 2015 / 02:30

    walah…jadi kl ada berita “gedung berlantai lima puluh itu bla bla bla” bisa jadi ga setinggi itu ya mas.

    hmm…jadi kl ada pembunuhan dg korban jatuh dr lantai 40 misalnya, bisa jd berita itu palsu, sbb g ada tuh lantai 40.

    alah…

    • jampang September 10, 2015 / 08:11

      ya, bisa jadi mbak. tergantung pengembang atau pemilik gedung itu apakah mempercayai masalah angaka-angka itu atau nggak😀

  6. dani September 10, 2015 / 07:56

    Hahahaha. Kirain Bang. Ternyata emang ga nyampe ya. 😀

    • jampang September 10, 2015 / 08:10

      menipu itu label lantainya😀

  7. ayanapunya September 10, 2015 / 08:10

    jadi ingat kemarin saya pelatihan di salah satu hotel di lift-nya ga ada lantai 4 langsung lt 5. lantai 3 4 nya dijadiin ruang pertemuan gitu tapi ke laantai itu harus naik tangga

    • jampang September 10, 2015 / 08:12

      nah, sama tuh dengan hotel yang saya sebutkan di atas, yang di bekasi. ruang pertemuannya pakai tangga

      • ayanapunya September 10, 2015 / 08:30

        hmm.. masalah feng shui ya kayaknya

      • jampang September 10, 2015 / 11:07

        entahlah….

  8. alrisblog September 10, 2015 / 14:14

    Gedung itu menipu terang-terangan,🙂
    Dalam agama yang saya anut angka 7 juga banyak disebut.

    • jampang September 11, 2015 / 09:06

      sepertinya😀

      iya, kalau di al-quran angka tujuh sering disebut2

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s