[Prompt#88] Jangan Buka Tasku!

tas merah butut
“Jangan!” teriakku.

“Tidak apa-apa, Nak. Kami hanya ingin mengecek barang bawaan di tasmu seperti yang kami lakukan kepada teman-temanmu yang lain,” bujuk Pak Satpam.

Hari ini adalah kali pertama pihak sekolah melakukan pemeriksaan tas para siswa. Rencananya, kegiatan tersebut akan dilakukan secara rutin. Jika pihak sekolah menemukan barang-barang seperti telepon genggam, alat-alat kosmetik, komik, dan barang-barang lain yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan di sekolah, mereka akan menyitanya.

“Jangan, Pak. Aku tidak mau tasku diperiksa!” aku coba mempertahankan tas merahku.

“Nak, jika dirimu tidak membawa barang-barang dilarang pihak sekolah, kamu tak perlu takut.”

“Aku tidak membawa barang-barang yang dilarang di sekolah ini!” aku tetap berteriak.

Pandangan teman-teman sekelasku tertuju pada diriku. Sorot mata mereka seperti bertanya apa yang terjadi dengan diriku. Aku yang dikenal pendiam tiba-tiba berubah menjadi seperti sekarang.

Aku tak mau ambil pusing dengan jawaban yang mereka dapatkan dari menduga-duga. Aku hanya tak ingin dipermalukan di depan teman-temanku jika mereka melihat apa yang kusimpan di dalam tasku.

“Kalau begitu, biarkan kami melihat barang bawaanmu di dalam tas itu. Sebentar saja!”

Pak Satpam langsung menghentakkan tangan kanannya yang memegang tasku. Tenaganya begitu kuat. Apalah artinya tenaga seorang siswi sekolah dasar yang duduk di kelas empat seperti diriku dibandingkan denganya. Tasku pun terlepas dari genggamanku dan berpindah ke tangan Pak Satpam. Aku tak sanggup lagi membendung butiran-butiran bening yang mendorong keluar dari sudut kedua mataku.

Perlahan, Pak Satpam membuka tasku. Tangan kanannya mencoba mengambil dan mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam tasku.

“Ap ini, Nak?” tanya Pak Satpam sambil memperlihatkan sisa-sisa kue dan remah-remah roti kepadaku.

Aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya. Aku tak mungkin menjawab bahwa semua itu adalah sisa makanan teman-temanku yang kukumpulkan dan akan kuberikan kepada adikku dan ibuku. Jika aku tidak membawanya pulang, adikku dan ibuku tak akan bisa mengisi perut mereka yang lapar.

**** Cerita di atas diilhami dari artikel di sini.


Tulisan Terkait Lainnya :

18 thoughts on “[Prompt#88] Jangan Buka Tasku!

  1. pitaloka89 September 22, 2015 / 10:42

    Pantesan seperti pernah baca..🙂

    • jampang September 22, 2015 / 13:48

      😀
      artikelnya sudah lama…. dan saya pernah baca cerita serupa di buku kumpulan kisah luar biasa dari orang-orang biasa

  2. alrisblog September 22, 2015 / 11:06

    Hiks… Terbayang kalo menimpa keluarga saya.

    • jampang September 22, 2015 / 13:47

      semoga kita terhindar dari yang demikian😦

  3. -n- September 22, 2015 / 12:51

    So sad.

  4. zilko September 22, 2015 / 13:23

    Lho, pemeriksaannya dilakukan ketika pulang sekolah?

    • jampang September 22, 2015 / 13:46

      bukan, masih jam belajar😀

  5. eda September 23, 2015 / 09:44

    sediih bacanya😦

  6. damarojat September 23, 2015 / 22:05

    oh..iya. ingat kisah itu. hiks.

    • jampang September 28, 2015 / 08:07

      sedih kisahnya😦

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s