[Prompt#89] Mengembalikan Tulang Rusukku

kerajinan koran bekas
Istriku sedang ada tugas ke daerah lagi dan aku akan kesepian lagi sebulan ke depan. Malang bagiku jadi lelaki rumah tangga. Sialnya, aku ini lelaki yang gampang tergoda jika tidak ada kegiatan sepanjang hari. Karenanya, aku harus mengisi waktu untuk mengalihkan pikiran dan perasaanku agar tidak tergoda dengan hal-hal yang akan merugikanku dan rumah tanggaku.

Semuanya bermula sejak aku kehilangan pekerjaanku tiga tahun lalu. Perusahaan tempatku bekerja bangkrut dan mem-PHK semua karyawannya. Sejak itu, istrikulah yang menjadi tulang punggung rumah tangga. Bahkan dirinya rela mengambil tugas ke daerah untuk menambah pemasukan. Sementara aku mengurus rumah.

Aku tak yakin jika kami bisa bertahan lebih lama lagi dengan kondisi rumah tangga yang tidak ideal ini. Aku harus melakukan sesuatu.

Tiba-tiba handphoneku bergetar ketika aku sedang membaca kolom lowongan kerja di koran. Kuletakkan koran tersebut dan melihat sebuah pesan yang masuk dari istriku.

“Mas, aku lelah!”

Tak lama kemudian sebuah pesan baru muncul.

“Kembalikan tulang rusukmu ini ke posisi seharusnya, Mas!”

Kedua mataku berkaca-kaca membaca dua pesan singkat dari istriku.

Apa yang bisa kulakukan?

Kulangkahkan kakiku ke arah belakang rumah sambil berpikir apa yang bisa kulakukan untuk memperbaiki kondisi ini.

Aku tiba di sebuah gudang kecil. Aku buka pintunya. Kudapati tumpukan koran-koran bekas menggunung. Lalu sebuah ide muncul di otakku.

Kuambil sebuah gunting yang tergantung di dinding gudang. Kuambil beberapa lembar koran bekas dan menggunting-guntingnya. Lalu kupilin guntingan koran tersebut hingga menyerupai batang-batang lidi.

“Apa ini, Mas?” tanya istriku ketika kembali ke rumah dan melihat barang-barang  berbentuk miniatur sepeda motor, becak, tugu monas, perahu, dan lainnya yang terbuat dari kertas koran.

“Ini hasil pekerjaanku selama kamu tugas dinas, Yu. Semuanya sudah dipesan dan sudah dibayar,” jawabku dengan penuh rasa bangga. “Mungkin sudah waktunya, tulang rusukku mengembalikan beban yang ditanggungnya kepadaku.”

“Terima kasih, Mas. I love You!” ucap Ayu seiring kedua tangannya memelukku erat.

 


Tulisan Terkait Lainnya :

24 thoughts on “[Prompt#89] Mengembalikan Tulang Rusukku

    • jampang September 28, 2015 / 10:41

      karena saya me,ang lelaki biasa😛

  1. ndu.t.yke September 28, 2015 / 12:47

    Owalah kasian istrinya😦 alhamdulillah ya dr situasi terjepit, si suami jd bs menemukan ide baru menjemput rejeki

    • jampang September 28, 2015 / 14:05

      yang jelas ada rumah tangga yang seperti itu, mbak. sebagai orang luar, selama mereka rukun-rukun aja ya nggak masalah

      • ndu.t.yke September 28, 2015 / 14:06

        Betul sekali. Selama rukun& bs saling menghormati, kurasa ga ada masalah🙂 rejeki orang kan beda2.

      • jampang September 28, 2015 / 14:13

        tinggal bagaimana si suami dan istri menyelami dan memahami masing-masing hak dan kewajibannya.

      • ndu.t.yke September 28, 2015 / 14:15

        dan kalo ada uneg2, disampaikan dgn cara yg enak didengar, hehehe… (jgn sambil marah2). #notetomyself🙂

      • jampang September 28, 2015 / 15:27

        😀
        iyah…. mungkin dalam suasana yang romantis

  2. Febriyan Lukito September 28, 2015 / 12:53

    Tulang rusuknya sudah bisa kembali ke tempat awal ya mas

    • jampang September 28, 2015 / 14:04

      iya, mas. tulang rusuk udah nggak jadi tulang punggung lagi😀

  3. capung2 September 28, 2015 / 14:20

    Selalu ada masanya disaat seseorg mau berikhtiar.

    • jampang September 28, 2015 / 15:27

      insya Allah begitu, mas

  4. Gara September 28, 2015 / 16:25

    Semoga pak suami sukses dalam pekerjaannya supaya bu istri tidak perlu bekerja lagi :amin. Mas bisa membuat hiasan dari kertas koran seperti itu jugakah? :hehe *pertanyaan random*.

  5. zilko September 28, 2015 / 18:37

    Kreativitas bisa membukakan pintu rejeki ya🙂 .

  6. herma1206 September 28, 2015 / 19:03

    istri yg berkreasi dgn kertas koran..suami yg masarinnya..bisa juga kan..hehe

  7. Jejak Parmantos September 28, 2015 / 21:10

    Ahh tulang rusukku dicuri, hingga kini belum kembali :3

    • jampang September 29, 2015 / 08:22

      tega banget itu yang nyuri…. tapi mungkin itu bukan milik… ada tulang rusuk yang lebih baik lagi

  8. arip September 28, 2015 / 23:41

    Ih co cweet bangey.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s