Handphone dan Kejujuran

smartphone
Beberapa tahun silam, di sebuah mushalla, saya meletakkan Al-quran kecil yang biasa saya bawa di atas pagarnya karena saya akan buang air kecil dan berwudhu. Tanpa saya sadari, setelah selesai buang air kecil, berwudhu, dan shalat, saya langsung pergi meninggalkan mushalla untuk kembali ke rumah tanpa membawa kembali Al-quran tersebut.

Alhamdulillah, beberapa hari kemudian, ketika saya melaksanakan shalat di mushalla yang sama dan bertanya kepada beberapa anak dan jama’ah, ternyata ada yang menyimpan Al-quran tersebut dan mengembalikannya kepada saya. Cerita selengkapnya bisa dibaca di coretan berjudul “Sufyan, Pemuda dengan Kejujuran”.

Mungkin ada yang berpikir, wajar jika dikembalikan, sebab harga sebuah Al-quran kecil tidaklah begitu mahal. Mungkin kejadiannya akan jauh berbeda jika barang yang tertinggal sebuah handphone.

Beberapa Tahun Silam

Saat itu saya baru tersadar bahwa handphone saya tidak ada di saku celana. Saya coba mencari di meja kerja dan di dalam tas, ternyata tidak ada juga. Panik. Jatuh di mana? Pikir saya.

Akhirnya saya minta salah seorang kawan saya untuk menelpon ke handphone saya. Ternyata masih aktif. Setelah tersambung, terdengar suara dari seberang sana. Suara itu milik satpam lantai enam. Rupanya handphone saya tertinggal di musholla lantai enam setelah seusai melaksanakan sholat.

Saya pun segera ke lantai enam, menuju meja satpam. Ketika melihat saya datang, satpam tersebut mengeluakan handphone saya dari dalam laci mejanya. Sesaat kemudian, handphone sudah kembali ke tangan saya. Masih rezeki saya. Alhamdulillah. Bapak satpam itu memiliki hati yang mulia, yang tak mau memiliki apa yang bukan haknya.

“Terima kasih, mungkin tadi jatuh waktu saya sholat” ucap saya seraya kembali ke ruang kerja yang masih tak karuan.

Beberapa Bulan yang Lalu

Salah seorang rekan kerja saya, sebut saja Mas Q, tersadar bahwa hanphone barunya tertinggal di dalam taksi. Mas Q baru menyadari kondisi tersebut setelah beberapa jam melaksanakan tugas dan pekerjaannya di kantor.

Mas Q kemudian meminta salah seorang rekan kerja lainnya untuk menghubung handphonenya. Terdengar nada sambung. Namun setelah menunggu beberapa lama dan mencoba menghubungi beberapa kali, tak ada yang mengangkat handphone tersebut di seberang sana.

Mas Q lalu mengubungi call center taksi yang dtumpanginya untuk menyampaikan laporan atau pengaduan bahwa handphonenya tertinggal di salah satu armada taksi. Berbekal satu suku kata terakhir dari sopir taksi yang diingatnya, laporan Mas Q pun diterima.

Sementara rekan kerja lainnya mencoba membantu bagaimana cara melacak keberadaan handphone tersebut. Dengan sebuah aplikasi, keberadaan handphone Mas Q terlacak. Masih berada di daerah Stasiun Palmerah dan tidak bergerak. Dugaan sementara, hanphone tersebut masih berada di dalam taksi yang kembali ke stasiun setelah mengantar Mas Q.

Mas Q bersama seorang teman langsung menuju lokasi dengan menggunakan sepeda motor. Namun setelah tiba di lokasi, taksi tidak ditemukan. Begitu cek lokasi handphone di aplikasi, lokasi handphone sudah berada di tempat lain. Keduanya kembali mengejar, namun di tengah perjalanan, lokasi handphone di aplikasi kembali berubah. Akhirnya, keduanya kembali ke kantor dengan tangan kosong.

Setelah beberapa saat di kantor, saya lupa kejadian sebenarnya seperti apa, apakah Mas Q menelpon handphonenya kembali atau pihak taksi membeitahukan nomor sopir taksi yang mengantarkan Mas Q sebelumnya. Yang jelas, akhirnya Mas Q bisa berbicara langsung dengan pak sopir.

Hanphone Mas Q ada di tangan pak sopir yang saat itu sudah berada di rumah atau di mess untuk istirahat. Akhirnya, berbekal alamat yang diberikan pak sopir, Mas Q mendatangi langsung untuk mengambil handphonenya. Alhamdulillah, hanphone yang baru dibeli Mas Q masih menjadi rezekinya.

Beberapa Hari yang Lalu

Adik saya beserta suaminya dan kedua anaknya datang dari Kendal. Entah apa sebabnya, adik ipar saya baru menyadari bahwa hanphone miliknya raib setelah tiga hari berlalu. Mungkin dirinya tidak terbiasa menggunakan handphone atau tidak terbiasa menggunakan handphone yang raib tersebut.

Akhirnya hanphone yang raib tersebut diihubungi. Tidak ada yang mengangkat. SMS pun dikirim untuk meminta handphone tersebut dikembalikan.

Beberapa waktu kemudian ada panggilan atau SMS masuk yang mengabarkan bahwa handphone tersebut berada di salah satu pool taksi dan adik ipar saya dipersilahkan untuk mengambilnya.

Karena lokasinya cukup jauh, adik ipar saya menggunakan jasa ojek online untuk mengambil handphone tersebut. Pada akhirnya, handphone tersebut kembali kepada pemiliknya. Alhamdulillah.


Tulisan Terkait Lainnya :

16 thoughts on “Handphone dan Kejujuran

  1. gegekrisopras September 30, 2015 / 14:11

    Handphone ku juga balik Mas setelah 6 bulan menghilang.. Jalan2 dulu dia 😹

    • jampang Oktober 1, 2015 / 08:13

      hah!
      6 bulan? ke mana aja itu jalan-jalannya

    • jampang Oktober 1, 2015 / 08:12

      iya. rezeki nggak akan ke mana😀

  2. Dinar Zul Akbar September 30, 2015 / 19:19

    Masih sbuah misteri knp cmn sendal yg sering ilang,.udh gitu di.mesjid lg

    • jampang Oktober 1, 2015 / 08:12

      😀
      iya, masih misteri

  3. zilko September 30, 2015 / 20:59

    Orang baik dan jujur sebenarnya masih banyak ya, hehehe🙂

  4. rinasetyawati Oktober 1, 2015 / 13:06

    alhamdulillah kalau masih rezeki pasti balik lagi ya mas…

  5. pitaloka89 Oktober 1, 2015 / 15:34

    HP saya lebih sebulan yg lalu hilang. Feeling sih bilang kalau ga jatuh di mobil temen ada dirumah temen. Udah dicariin sama yg punya rumah ga ketemu. Dan kemarin malam dikabarkan kalau hpnya ketemu. Alhamdulillah masih jodoh sama HPnya walaupun sebenernya mah udah pengen banget ganti. Hehe

    • jampang Oktober 2, 2015 / 10:51

      belum waktunya ganti😀

    • jampang November 25, 2015 / 13:56

      teknologi memang berkembang dengan sangat cepat

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s