[Prompt#90] Kalung Tanda Cinta

kalung tanda cinta

Cinta terkadang tak cukup dirasa. Ia terasa kurang manakala berwujud perbuatan semata. Adakalanya, ia terasa lengkap ketika terucap melalui kata dan terdengar jelas oleh telinga. Kini, aku menghadapi masa itu. Masa di mana orang yang kucinta ingin mendengarkan jawabanku atas pertanyaannya tentang cinta.

“Tentu saja dirimu,” jawabku mantap.

“Gombal! Aku yakin kamu akan memberikan jawaban yang sama jika yang bertanya adalah Murti, Harini, atau Rosi,” sanggah Wahdah sambil menyebutkan ketiga madunya. “ Iya, kan?”

“Lantas bagaimana aku bisa meyakinkanmu?” tanyaku.

“Mas harus menjawabnya di hadapan kami berempat!” pintanya.

Aku terdiam. Aku tak ingin gegabah salah langkah.

“Beri aku waktu satu minggu!” pintaku.

*****

“Terimalah kalung ini sebagai tanda cintaku. Pesanku, jagalah dan rahasiakanlah dari siapapun.”

*****

“Kalian sudah siap untuk mendengar jawabanku?” tanyaku kepada keempat istriku.

“Kami siap!” jawab Wahdah mewakili para madunya.

“Kuharap, kalian menerima jawabanku dengan lapang dada. Tak ada iri dan dengki. Kalian sanggup melakukannya?”

Keempat istriku mengangguk serempak.

“Yang paling kucinta salah satu di antara kalian yang kemarin kuberikan hadiah sebuah kalung emas!”

Kulihat ada rasa lega terpancar di wajah mereka. Begitu juga yang kurasakan.

“Sekarang pulanglah ke rumah kalian masing-masing!” perintahku.

Sekarang, aku harus segera menghanguskan bukti pembelian empat buah kalung yang tersimpan di dompetku.

 


Tulisan Terkait Lainnya :

21 thoughts on “[Prompt#90] Kalung Tanda Cinta

  1. ndu.t.yke Oktober 12, 2015 / 12:23

    Adil dan bijak. Asal jangan ada istri yg keceplosan.

    • jampang Oktober 12, 2015 / 13:01

      kalau kejadian, itu artinya si istri nggak amanah😀

      • ndu.t.yke Oktober 12, 2015 / 14:59

        Betul. Terbawa nafsu ingin jadi yg dominan dsb.

      • jampang Oktober 12, 2015 / 15:51

        nah…. itu

  2. Gara Oktober 12, 2015 / 13:38

    Suami yang adil :hehe.

  3. herma1206 Oktober 13, 2015 / 10:51

    berarti dah siap nih punya 4..krn udh adil..kwkwkwkw

    • jampang Oktober 13, 2015 / 11:05

      😀
      biasanya yang ngebahas masalah beginian cuma omong doang, prakteknya nggak berani

      • herma1206 Oktober 13, 2015 / 15:18

        haha…jadi omdo toh…:D

      • jampang Oktober 13, 2015 / 15:41

        ya kan namanya juga fiksi.

        nah yang perlu diwaspadai itu adalah yang pendiam… nggak pernah ngebahas…. tiba-tiba…. mengejutkan😀

      • herma1206 Oktober 13, 2015 / 18:51

        *langsung mikir…misua pendiem gak ya..dan pernah ngebahas gak ya…xixixi..

      • jampang Oktober 14, 2015 / 20:21

        😀

        just kidding, mbak. itu candaan saya dan teman beberapa waktu yang lalu

  4. pitaloka89 Oktober 13, 2015 / 11:53

    anak 4 aja mas, ga usah istri sampe 4. #eh…
    hehehe….

  5. Siti Lutfiyah Azizah November 16, 2015 / 16:27

    Ini terinspirasi dari kisahnya Muhammad Saw ya mas, hehe.. Pernah baca riwayatnya karena aisyah yg nanya hal serupa, hehe

    • jampang November 16, 2015 / 16:29

      saya pernah mendengar kisahnya, tapi saya belum tahu tentang keshaihannya, mbak

      • Siti Lutfiyah Azizah November 17, 2015 / 12:08

        Nah, saya juga belum tau itu tingkat hadistnya gimana. Cuma langsung kepikiran kisah itu pas baca cerita ini, hehe

      • jampang November 17, 2015 / 13:03

        kirain sudah tahu😀

      • Siti Lutfiyah Azizah November 18, 2015 / 10:07

        Hehe. Belum cek2 lagi sayanya..

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s