Pernikahan : Dari A Sampai Z

Setelah sang pangeran berkuda putih sudah datang meminang, setelah orang tua sang puteri pujaan menerima pinangan, maka proses selanjutnya adalah melaksanakan pernikahan. Pernikahan menjadi sebuah pintu yang akan membuka jalan bagi sepasang anak manusia untuk membangun sebuah rumah tangga yang dicita-citakan. Di samping itu, resepsi pernikahan merupakan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam.

Undangan Pernikahan

wpid-kartu-undangan.jpg

Setelah menetapkan tanggal dilaksanakannya pernikahan, maka yang harus dipersiapkan adalah undangan pernikahan sebagai sarana untuk menyebarluaskan sebuah berita gembira.

Saat ini, tersedia aneka bentuk surat undangan. Mulai dari yang sederhana hingga yang mewah. Bahkan ada pula surat undangan yang bentuknya sangat unik seperti berbentuk balon, puzzle, dan SIM.

Saat saya menikah, saya memilih bentuk kartu undangan yang sangat sederhana dan cukup murah. Saya berasumsi, surat undangan hanya dilihat dan dibaca sekali saja atau disimpan dan dibawa seseorang saat akan menghadiri acara resepsi pernikahan. Biasanya di dalam surat undangan disertai denah lokasi tempat berlangsungnya resepsi. Di masa selanjutnya, surat undangan tersebut akan dibuang dan tidak memberikan manfaat lagi. Mungkin akan berbeda halnya jika surat undangan dibuat dalam bentuk kipas atau benda lain yang bisa memberikan manfaat lebih lama.

Lantas bagaimana dengan undangan melalui media sosial?

Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial sangat membantu dalam penyebaran informasi, termasuk menyebarluaskan surat undangan. Cukup upload foto surat undangan, kemudian tag atau mention akun-akun menjadi kontak atau mungkin bisa upload di group.

Menurut saya pribadi, menyebarkan undangan melalui media sosial tidak ada masalah. Hanya saja perlu diperhatikan adalah ketika mengupload surat udangan di group agar tidak terjadi salah paham atau kekeliruan seperti kisah yang diceritakan oleh seseorang di salah satu tulisan blognya.

Ceritanya kurang lebih begini. Yang bersangkutan mendapatkan undangan pernikahan dari salah satu anggota group yang dia ikuti. Karena merasa diundang dan mengenal orang yang mengundangnya, meski sedang dilandang kesibukan, dia datang ke acara resepsi. Namun ketika dia bermaksud mengucapkan selamat kepada pengantin, dia mendapatkan sambutan seolah-olah dirinya tidak diundang dan si pengantin kurang berkenan dengan kehadirannya.

Jadi, apapun bentuk surat undangan dan cara menyebarkan yang dipilih, maka akan ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Akad Nikah

sesaat sebelum ijab qabul

Syarat sah akad nikah yang menjadikan seorang lelaki resmi menjadi suami dan seorang perempuan menjadi istri tidaklah memerlukan kehadiran seorang penghulu. Namun, sebagai seorang warga negara yang baik, maka pernikahan yang dilakukan haruslah tercatat di dalam dokumen negara. Karenanya, kehadiran seorang penghulu sebagai wakil dari seorang kepala negara diperlukan.

Saat menikah, saya dan calon istri mendatangkan penghulu ke rumah sebab akad nikah dilakukan bukan di hari kerja. Seandainya saya dan calon istri memilih untuk melakukan akad nikah di hari kerja dan di Kantor Urusan Agama di kecamatan setempat, maka biaya yang harus saya keluarkan akan jauh lebih murah, bahkan bisa gratis sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 48/2004.

Resepsi

Rasulullah saw. bersabda kepada Abdur Rahman bin Auf: “Adakan walimah, sekalipun dengan seekor kambing.”

Dari Anas , ia berkata: “Rasulullah saw. mengadakan walimah dengan seekor kambing untuk isteri-isterinya dan untuk Zainab.” (H.R.Bukhari dan Muslim).

Seperti yang sudah saya sebutkan di awal tulisan, resepsi pernikahan atau walimatul ’ursy merupakan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Kedua hadits di atas bisa dijadikan dalil sebagai landasan pelaksanannya.

Di tempat saya tinggal yang juga merupakan tempat kelahiran saya, terdapat dua jenis tempat yang dipilih oleh masyarakat untuk mengadakan resepsi pernikahan. Tempat yang dipilih oleh mayoritas warga adalah rumah. Sementara sebagian kecil lainnya memilih gedung sebagai tempat pelaksanaan resepsi.

Alasan sebagian besar warga memilih rumah mungkin karena biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa gedung cukup besar. Selain itu, waktu penyewaaan gedung yang terbatas. Biasanya sekitar tiga atau empat jam. Sementara warga di kampung saya memiliki kebiasaan untuk mengadakan resepsi yang lebih lama. Mungkin sekitar sepuluh jam atau lebih. Mulai dari pukul sepuluh pagi hingga pukul sembilan malam.

Namun ada sisi negatifnya ketika menjadikan rumah sebagai tempat resepsi, yaitu dengan ditutupnya jalan sehingga menutup akses jalan yang dilalui orang banyak. Sementara jika dilakukan di gedung, maka hal tersebut tidak perlu dilakukan.

Dengan memperhatikan nilai plus dan minusnya, setiap pasangan pengantin dan keluarganya bisa memilih tempat di mana mereka akan mengadakan resepsi pernikahan.

Dokumentasi

Pernikahan adalah peristiwa yang luar biasa dalam perjalanan hidup sepadang anak manusia. Karenanya amat disayangkan jika tidak didokumentasikan sebagai kenangan yang bisa dilihat kembali di masa-masa yang akan datang sambil bernostalgia dalam bentuk albbum foto dan atau video. Mungkin dengan alasan itulah, di setiap resepsi pernikahan akan selalu ada juru foto bahkan kameraman yang sedang mendokumentasikan acara.

Saya pernah melihat album pernikahan kedua orang tua saya dan tante saya. Sementara saya sendiri juga memiliki album pernikahan saya. Karena beda masa, sudah pasti beda pula bentuk dan isi keduanya.

Di album pernikahan kedua orang tua saya dan tante saya, ukuran foto di dalamnya seragam alias sama semua. Pose dan gaya pengantin umumnya cuma berdiri, berpegangan tangan, pengantin pria duduk sementara pengantin perempuannya berdiri, dan sebagainya. Sementara ukuran foto di album foto saya, ukuran fotonya bervariasi dan juga terdapat foto kolase yang menjadikan album foto pernikahan semakin cantik.

Foto kolase sendiri adalah teknik menempel berbagai macam foto dalam sebuah kanvas, frame, kertas sehingga menjadi karya seni baru yang menarik. Biasanya teknik ini digunakan untuk untuk foto kolase wedding atau kolase untuk foto dari momen spesial.

Selain itu, terdapat pula foto dengan pose atau gaya unik dari pasangan pengantin dan juga para tamu. Bisa jadi, di masa-masa yang akan datang, ketika orang-orang yang berada di dalam foto tersebut melihat kembali pose dan gaya unik mereka, mereka akan tertawa-tawa. Semua itu tak lepas dari penata gaya yang juga merangkap sebagai juru foto di acara pernikahan.

Salah satu contoh foto dengan pose yang menurut saya unik adalah foto di bawah ini yang saya ambil langsung dari web Foto Wedding Bandung. Gimana, unik dan lucu kan?

Bagi para calon pengantin yang tinggal di Bandung atau sekitar Bandung yang kebingungan mencari jasa foto pernikahan professional mungkin berkunjung dan melihat web Foto Wedding Bandung untuk melihat –lihat album foto yang sudah pernah dibuat serta informasi lainnya seputar foto pernikahan. Lengkap! Siapa tahu dengan melihat-lihat webnya, inspirasi tentang bagaimana konsep foto pernikahannya nanti akan langsung muncul. Mau langsung dengan mendatang kantornya juga bisa. Sila berkunjung ke Jln. Terusan Pasir Impun Atas no 45, Bandung.

Souvenir

sumber

Biasanya, ketika menghadiri acara resepsi pernikahan, setelah mengisi buku tamu, saya akan mendapatkan sebuah souvenir pernikahan. Bentuknya macam-macam. Mulai dari kipas, gelas, cermin kecil, bros, gantungan kunci, magnet kulkas, dan sebagainya. Selain itu semua, ternyata ada jenis souvenir pernikahan yang cukup keren dan bisa menunjang eksistensi seseorang di jagad media sosial. Souvenir Photobooth, namanya.

Photo booth merupakan proses pemotretan yang dilakukan di tempat dan hasilnya bisa langsung jadi. Mekanismenya, para tamu undangan yang hadir diminta berhenti sejenak untuk berfoto dengan latar yang sudah disediakan. Foto hasil jepretan langsung dicetak dan bisa langsung dibawa pulang oleh para tamu. Sepertinya, Souvenir Photobooth ini memiliki nilai kenangan yang lebih dibandingkan jenis souvenir lainnya. Nah, bagi para tamu undangan bisa mengupload foto mereka tersebut ke akun media sosial agar bisa lebih eksis.

Tapi kan yang dibawa pulang adalah versi cetaknya? Masa harus discan dulu? Repot!

Anda tidak perlu men-scan foto tersebut jika pihak pengantin menggunakan jasa Photobooth Indonesia. Sebab Photobooth Indonesia memberikan layanan request softcopy. Caranya cukup membuka form request softcopy dan melengkapi data serta kode unik yang tertera di foto yang berada di tangan Anda. Selanjutnya Photobooth Indonesia akan mengirimkan softcopy foto tersebut melalui email dalam waktu 2 x 24 jam. Asyik kan?

Sebuah Perjalanan Panjang

bahtera

Sayang, kamu pasti sudah tahu jika akad nikah atau ijab qabul pernikahan kita hanya berlangsung dalam hitungan menit. Resepsi pernikahan yang kita adakan hanya berlangsung dalam hitungan jam. Selanjutnya, sebuah perjalanan panjang telah menanti kita. Sebuah perjuangan untuk membina sebuah rumah tangga yang kita cita-citakan dan idam-idamkan sedang menanti usaha kita bersama.

Sayang, perjalanan tersebut bisa diibaratkan menaiki sebuah bahtera di laut lepas nan luas. Adakalanya laut begitu tenang lagi bersahabat. Hidup kita akan terasa nikmat. Namun ada masa ketika ombak laut datang menerjang. Saat itu hidup kita terasa tegang.

Sebagai suami-istri, kita harus menghadapi semua itu. Kita harus tetap berpegang teguh pada apa yang menjadi tekad kita ketika memutuskan untuk menikah.

Sayang, seorang suami bisa berbuat salah sebagaimana seorang istri juga bisa melakukannya. Sebab yang kau nikahi bukanlah seorang melaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan. Yang kau nikahi bukan pula syetan yang selalu saja berbuat kesalahan. Yang kau nikahi adalah manusia biasa.

Sayang, ketika sebuah masalah timbul yang mungkin akan meretakkan pilar-pilar rumah tangga yang kita bina. Di saat itu, kita harus berhenti sejenak untuk meluangkan waktu demi melihat album pernikahan kita yang mungkin sudah lama tersimpan. Mungkin dengan melihat album pernikahan kembali, kita akan teringat dengan hal-hal yang menjadikan kita bersatu dan berjuang bersama.

Sayang, ingatkan diriku jika aku berbuat salah. Maafkanlah diriku dan jangan pernah membenciku. Sebab itu yang akan kulakukan terhadapmu. Memaafkan, mengingatkan, dan sama-sama meperbaiki apa yang salah dan kekurangan kita. Karena aku tak ingin bersamamu hanya di dunia, aku juga ingin bersamamu di surga.


*****

Tulisan ini diikutseratakan dalam
Giveaway Pernikahan dan Souvenir


Tulisan Terkait Lainnya :

33 thoughts on “Pernikahan : Dari A Sampai Z

    • jampang Oktober 27, 2015 / 15:40

      iya…. ikutan lagi.

      rajin2 ya mbak bikin postingan lomba biar saya bisa ikutan juga…. tapi jangan mepet2 postingnya😀

  1. dani Oktober 27, 2015 / 15:07

    Wuih lengkap Bang. Jadi inget-inget jaman persiapan nikah dulu. Semoga menang ya Bang. 🙂

    • jampang Oktober 27, 2015 / 15:40

      mas dani juga pernah pos tentang pernikahan juga, kan😀

      terima kasih… terima kasih

  2. Yasinta Oktober 27, 2015 / 15:08

    Woooow… mas tulisannya bagus banget dan lengkap sekali..
    Apalagi bagian akhirnya nyess banget yah hehe
    Salam kenal ya. terimakasih udah ikutan GA sayaa..
    Semoga pernikahannya awet selalu, dan diberikan kebahagiaan selalu

    • jampang Oktober 27, 2015 / 15:39

      terima kasih, mbak. barusan ada yang saya tambahin lagi karena ada yang ketinggalan… bagian nyebar undangan di media sosial

      salam kenal dan terima kasih

  3. Gara Oktober 27, 2015 / 15:55

    Doh menyejukkan sekali Mas tulisan ini, lengkap juga bagaimana sebuah pernikahan dijelaskan secara utuh dalam satu postingan, keren. Tak perlu bermewah-mewah dan dibangun di atas pondasi yang rapuh, namanya pernikahan, hajatan seumur hidup, mesti diawali dengan sebuah keteguhan dan komitmen yang kuat untuk tetap bersama sampai akhir yak :hehe. Semoga berhasil dengan give away-nya :hehe.

    • jampang Oktober 27, 2015 / 16:20

      ah…. bisa aja nih gara😀

      terima kasih

  4. Alris Oktober 27, 2015 / 16:09

    Itu foto diatas waktu bang jampang akad nikah ya.
    Semoga menang GA.

    • jampang Oktober 27, 2015 / 16:19

      iya, mas.
      terima kasih

  5. Dyah Sujiati Oktober 27, 2015 / 18:25

    Walah giveaway to dah lama keknya ndak ada acara ginian

    • jampang Oktober 27, 2015 / 19:35

      Mungkin ada banyak GA lainnya yang saya nggak ikuti

    • jampang Oktober 28, 2015 / 08:06

      kurang lebih begitu

    • jampang Oktober 28, 2015 / 10:06

      saya kan sudah nikah lagi😛

  6. febridwicahya Oktober 30, 2015 / 10:30

    Persiapannya mateng ya mas :’

    Gilaak, kalimat terakhirnya :”)

    • jampang Oktober 30, 2015 / 10:46

      ya harus, matang dong😀

      pesan pentingnya di situ, mas

      • febridwicahya November 6, 2015 / 13:24

        Hihihi kalau keburu-buru nikah itu salah nggak sih mas?

      • jampang November 6, 2015 / 13:34

        sebaiknya jangan terburu-buru atau tergesa-gesa untuk menikah…. melainkan…. menyegerakan menikah😀

        sebab ketika terburu2 dan tergesa2 ada kemungkinan ceroboh dan salah ambil langkah. tapi ketika bersegera, maka semuanya sudah dipersiapkan

      • febridwicahya November 7, 2015 / 19:37

        Nah, langkah untuk menyegerakan salah satunya gimana nih mas -_-

      • jampang November 9, 2015 / 08:32

        pasang target kapan nikah. selanjutnya tarik mundur ke belakang untuk langkah-langkah persiapannya

      • febridwicahya November 10, 2015 / 23:48

        Nah, dapet ilmu tentang persiapan nikah lagi nih :)) siaaap mas😀

      • jampang November 11, 2015 / 07:44

        laksanakan!😀

  7. efi November 6, 2015 / 16:38

    Paling seneng nerima undangan dalam bentuk kipas, lucu aja. Dulu pernah dapet kayak gitu dan emang awet. Tapi sekarang udah ga ada. Ilang euy (lah curhat). By the way, suka sama bagian terakhirnya. Jleb banget!

    • jampang November 9, 2015 / 09:02

      hari sabtu kemarin kondangan dan souvenirnya kipas😀

      terima kasih, mbak

  8. @HEYDEERAHMA Desember 1, 2015 / 20:43

    Semoga menang yaaa kontes giveaway-nya🙂
    Salam kenal jugaa…

    • jampang Desember 2, 2015 / 07:48

      alhamdulillah, tulisan di atas terpilih menjadi salah satu pemenang. terima kasih.
      salam kenal

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s