Di Mana Perbedaan Kita, Pada Batang Berakar atau Cabang Membengkar?

pohon tree

Beberapa saat setelah salam, Sang Ustadz berdiri menghadap kepada para jam’aah shalat zhuhur. Beliau memberikan kuliah singkat kepada para jama’ah yang mungkin tidak memiliki waktu dan tidak sempat mengikuti kajian selepas zhalat zhuhur yang akan disampaikannya beberapa saat lagi. Materi singkat beliau bertema tentang ajaran Islam yang diibaratkan sebuah pohon yang terdiri batang dan cabang.

Di dalam agama Islam, sambung beliau, terdapat masalah ushul (asal/pokok) dan furu’ (cabang). Di dalam perkara yang merupakan ushul, tak boleh ada perbedaan pendapat. Yang ada hanya kesepakatan. Begitulah sikap para ulama. Sementara dalam perkara yang bersifat furu’ diperbolehkan untuk berbeda pendapat. Sebagaimana sebuah batang pohon, ia akan memiliki cabang-cabang yang banyak. Yang berbeda pendapat di sini tentunya adalah para ulama dengan kapasitas keilmuannya, bukan orang-orang yang berpengetahuan dangkal. Dan sebagai orang awam, kita hanya mengikuti pendapat-pendapat mereka.

Shalat shubuh sebanyak dua rakaat adalah perkara ushul. Semua sepakat. Tidak ada perbedaan pendapat. Sedangkan di dalam pelaksanaannya ada yang membaca doa qunut dan ada yang tidak, maka itu adalah masuk dalam perkara furu’.

Jika terjadi perbedaan di dalam perkara yang ushul, maka sikap seorang mu’min adalah menolak perbedaan tersebut. Sebab hal yang demikian tidak diperkenankan. Sebab tidak mungkin membangun sebuah agama di dalam agama, sama seperti halnya membuat negara di dalam negara. Begitu juga tidak ada pohon yang tumbuh di atas pohon lain. Jika memang ada, bisa dipastikan pohon yang satu adalah inang, sedang yang satunya adalah parasit yang akan merusak inangnya. Sedangkan dalam perkara furu’, maka sikap seorang mu’min harus toleran. Sebab perbedaan dalam hal furu’ memang diperkenankan.

Karenanya, jika kita berbeda di dalam perkara yang ushul’, maka sebaiknya kita berpisah dan jangan bernaung di tempat yang sama. Sementara kita berbeda di dalam perkara yang furu’, maka mari kita saling menghargai dan mengedepankan toleransi.

Wallaahu a’lam.


Tulisan Terkait Lainnya :

22 thoughts on “Di Mana Perbedaan Kita, Pada Batang Berakar atau Cabang Membengkar?

  1. Rahmat_98 Oktober 30, 2015 / 11:01

    Selama perbedaannya di masalah furu’iah, sepertinya tidak masalah bang…
    Perbedaan sudah lazim terjadi dalam hal tata cara ibadah dan sebagainya.
    Setiap terjadi perbedaan seharusnya bisa menjadi bahan bagi setiap orang untuk memperbaiki dirinya sendiri menjadi lebih baik 🙂

    • jampang Oktober 30, 2015 / 13:27

      yang jelas, selama dalil yang dijadikan dasar untuk melaksanakan ibadah itu ada dan shahih… tak masalah, bang. karenanya di dalam fiqih ada perbedaan mazhab.dan itu nggak masalah…. para pendiri mazhab itu aja bisa toleran…. knp kita yang awam malah gontok2an

      • Rahmat_98 Oktober 30, 2015 / 13:47

        betul-betul… 🙂

      • jampang Oktober 30, 2015 / 16:37

        😀

  2. dani Oktober 30, 2015 / 11:03

    Makasih ya Bang. 🙂

    • jampang Oktober 30, 2015 / 13:25

      yang jelas, kalau masalah yang pokok harus dengan dalil yang shahih atau kuat, mbak

  3. Alris Oktober 30, 2015 / 13:22

    tadi khatib jumat bagus juga materinya, hehehe..

    • jampang Oktober 30, 2015 / 13:24

      mungkin bisa digabi juga materinya, mas 😀

  4. mysukmana Oktober 30, 2015 / 19:04

    Yang penting sesuai mazab 🙂

    • jampang Oktober 31, 2015 / 21:34

      Karena kita orang awam, akan lebih mudah mengikuti mazhab… asal jangan intoleran

  5. Ristin November 6, 2015 / 23:17

    Toleransi seharusnya terus diingatkan sampai anak cucu dan seterusnya yaa.. jgn sampe pecah karena toleransi yg semakin menipis

  6. Rivanlee November 11, 2015 / 23:34

    belajar toleransi dari gigi dan lidah, berbeda tapi tak saling mendahului

    • jampang November 12, 2015 / 07:32

      repot yah kalau saling mendahului 😀

    • jampang November 25, 2015 / 13:56

      salam kenal juga. terima kasih atas kunjungannya

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s