Teliti Sebelum Membeli

belanja

“Teliti sebelum membeli!” Minyu pernah beberapa kali mengingatkan saya dengan kalimat seperti itu. Pasalnya, saya pernah beberapa kali “tertipu” ketika berbelanja di sebuah mini market. Saya menggunakan tanda petik bukan karena ada unsur penipuan, melainkan karena kedua mata saya yang khilaf ketika melihat harga promo sebuah produk.

Sejak adanya penambahan kebutuh Sabiq, saya jadi lebih sering berbelanja di mini market. Setidaknya, dua kali dalam seminggu saya mengunjungi mini market. Adakalanya saya bersama Minyu dan Sabiq mampir ke mini market sambil jalan-jalan pagi di akhir pekan.

Nah, ketika berada di dalam mini market tersebut, mata saya sering mencari-cara barang-barang kebutuhan yang sedang turun harga atau promo. Barang-barang tersebut bisanya berupa popok bayi dan tisu basah untuk keperluan Sabiq, sabun dan shampo, serta buah semangka. Saya lebih sering membeli buah semangkat dibandingkan dengan buah lainnya di mini market. Ketika ada diskon untuk barang-barang tersebut, biasanya saya langsung beli, meskipun masih ada persedian yang cukup di rumah. Sayangnya, ada beberapa pengalaman belanja di mana saya sudah silau mata dan akhirnya tidak teliti.

Kejadian I

Kedua mata saya tertuju pada rak tisu basah yang mencantumkan harga di bawah harga normal. Lumayan hemat sekitar dua ribu setiap boxnya. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengambil empat atau enam box.

Ketika tisu tersebut discan di kasir, ternyata harga yang tertera tidak sama dengan yang tercantum di rak. Saya tanya, “Bukannya sedang turun harga?”

Kasir kemudian mengecek ke lokasi rak untuk memastikan harga yang berlaku. Begitu kembali, kasir memberitahukan bahwa harga yang berlaku adalah harga normal dan meminta maaf karena label harga promo belum dicopot dari raknya. Akhirnta transaksi saya batalkan.

Kejadian II

Sambil membeli barang keperluan pribadi, saya sengaja menuju rak popok bayi. Barangkali ada diskon, begitu pikir saya.

Benar saja. Label harga yang ditempel di rak menunjukkan harga diskon. Saya melihat ada dua rak yang dipenuhi dengan bungkus popok bayi ukuran S berisi 18 atau 20 per bungkusnya dengan label harga enam belas ribuan yang dicoret dan diganti dengan angka empat belas ribuan.

Tanpa ragu-ragu, saya langsung mengambil dua bungkus popok bayi tersebut dan membawanya ke kasir.

Begitu popok bayi tersebut discan, muncul harga tiga puluh empat ribuan di layar. Saya kaget. Saya pun protes, “Bukannya sedang promo, Mbak?”

“Yang sedang promo yang isinya sembilan/sepuluh perbungkus, Pak. Yang kecil,” jawab Mbak Kasir.

“Tadi saya lihat label harganya yang diskon itu!”

“Mungkin barangnya bergeser,” jawab Mbak Kasir lagi.

Akhirnya saya meminta agar transaksi pembelian popok bayi tersebut dibatalkan. Dengan rona wajah sedikit kesal, Mbak Kasir tersebut akhirnya membatalkan transaksi yang saya minta.

Kejadian III

Saya memberitahukan Minyu kalau ada promo sabun mandi. Lalu kami mendatangi rak sabun mandi dan melihat ada dua bungkus sabun mandi cair yang tersisa dengan label harga yang menyatakan turun harga yang lumayan. Kami langsung mengambil kedua bungkus sabun mandi tersebut karena berpikir mungkin sabun mandi tersebut sudah banyak dibeli oleh konsumen sebelumnya sehingga hanya menyisakan dua bungkus.

Ketika sampai di rumah dan mengecek struk belanja, kami mendapati harga dua bungkus sabun mandi cair tersebut tidak diskon. Ternyata kami membelinya dengan harga normal.

Selidik punya selidik, ternyata, varian yang tertulis di label harga diskon yang diletakkan di depan bungkus sabun mandi cair tersebut berbeda dengan barang yang tersedia. Hiks!

Kejadian IV

Sebelum membeli buah semangka, saya bertanya kepada salah seorang pelayan untuk memastikan apa benar harganya sedang diskon. Pelayan tersebut mengiyakan dan kemudian menimbang serta menempelkan label harga yang keluar dari timbangan. Harga yang tertera memang harga diskon.

Namun, ketika label harga tersebut discan di kasir, ternyata yang terhitung adalah harga normal dan bukan harga diskon. Harga di layar berbeda dengan harga yang tercetak di label. Saya pun protes.

Mbak kasir kemudian membawa semangka tersebut ke bagian buah dan menunjukkannya kepada pelayan yang sebelumnya melayani kami.

Dari gelagat keduanya, saya menyimpulkan bahwa kesalahan ada di mesin penimbang buah yang belum terupdate data harga buah semangka. Mungkin karena merasa tidak enak dengan saya, pelayan tersebut kemudian bersedia menanggung selisih harga tersebut sehingga saya cukup membayar dengan harga diskon.

Setelah mengalami kejadian-kejadian di atas, sepertinya memang perlu ekstra ketelitian ketika membeli barang atau berbelanja, misalnya :
– Memastikan bahwa tanggal priode promo masih berlaku
– Memastikan bahwa jenis barang yang tertera di label harga sama dengan barang yang ada di rak
– Tanyakan kepada kasir langsung untuk lebih meyakinkan kebenaran harga yang tertera


Tulisan Terkait Lainnya :

27 thoughts on “Teliti Sebelum Membeli

  1. akhmad muhaimin azzet November 3, 2015 / 11:26

    Memperhatikan posisi barang berikut detailnya mana yang sedang promo itu penting banget ya, Bang🙂

    • jampang November 3, 2015 / 13:54

      iya, pak. penting…. sebab bayar😀

  2. Alris November 3, 2015 / 11:47

    Kalo saya belanja di h*permart jika ada barang diskon saya pastikan dulu barang tersebut dengan membawa ke mesin scan. Sering terjadi tulisan diskon/promo tapi setelah sampai rumah di cek lagi yang dapat malah kecewa.

    • jampang November 3, 2015 / 13:53

      nah…. itu dia. untungnya belum belum bayar dan belum dibawa pulang yah. kalau sudah di luar, tambah kecewanya

  3. ayanapunya November 3, 2015 / 12:23

    heu emang banyak yak kasus di supermarket ini. kalau saya untuk promo biasanya milih yang ada tulisan gede trus barangnya dikumpulin di tengah gitu.

    • jampang November 3, 2015 / 13:52

      kalau yang seperti itu lebih pasti ya mbak😀

  4. capung2 November 3, 2015 / 12:24

    Ada baiknya mengambil katalog harga terbaru (bila msh ada) terlebih dahulu utk mencari barang yg diinginkan oleh kita.

    • jampang November 3, 2015 / 13:51

      saya lihat katalog kalau ada yang ngater ke rumah doank, mas😀

  5. Gara November 3, 2015 / 13:01

    Oke, terima kasih atas idenya Mas. Memang mesti ditanyaken dulu yang betul sama petugasnya biar tidak salah :huh. Tapi pembohongan banget bukan sih, kalau kita tidak teliti kan kita jadi bayar banyak *lah kok jadi saya yang marah*. Intinya mesti lebih hati-hati dan jangan buru-buru kalau belanja di swalayan :hehe.

    • jampang November 3, 2015 / 13:51

      ya nggak tahu kalau tindakan seperti itu maku kategori pembohongan atau bukan, gar.

      iya, lebih baik teliti

      • Gara November 3, 2015 / 13:52

        Iyak, mesti lebih teliti lagi :hehe.

      • jampang November 3, 2015 / 14:23

        betul betul betul

  6. pitaloka89 November 3, 2015 / 13:07

    Saya sering mas, harga di rak sama di mesin kasir beda. Baik promo ataupun tidak. Alasananya katanya belum diganti. Sempat baca dimana gitu itu salah satu modus juga. Biasanya kalau harganya ga disesuaikan sama yang di rak, saya batalkan pembeliannya.

    • jampang November 3, 2015 / 13:50

      jadi memang lebih baik teliti dibanding “dimodusin” ya mbak

      • pitaloka89 November 4, 2015 / 09:09

        Iya mas, lumayan kan kalau selisihnya banyak.. Emak2 harus pinter itung2 kan. hehe

      • jampang November 4, 2015 / 09:45

        iya…. ciri emak2 itu😀

  7. titintitan November 3, 2015 / 13:10

    titin hampir gakpernah liat lagi struk belanja, jd bahkan harga per item jd suka lupa dan gak akan ketauan klo ada yg salah juga.😀

    hanya kalau ada diskon atau ngliat harga murah, tin suka nyocokin kode harga di rak sama di barang sampe bener2 yakin, baru deh ambil😀

    • jampang November 3, 2015 / 13:44

      saya juga jarang merhatiin struk, paling kalau ada diskon buat cocokin… kalau biasanya seh lewat aja😀

  8. zilko November 3, 2015 / 15:57

    Ketika bebelanja memang harus teliti ya.

    Hanya saja kalau disini yang sering terjadi adalah yang sebaliknya (untukku sih). Harga di kasir lebih murah daripada harga di rak😛

  9. Ria Angelina November 3, 2015 / 19:41

    Wah sampai banyak gitu kejadian nya mas, aku kadang ngecek nya kalau sudah di rumah. Alhamdulilah masih aman mas.
    Karenanya aku selalu belanja bulanan sekali aja mas n langsung di supermarket besar jarang ke mini market.

    • jampang November 4, 2015 / 10:17

      saya jarang belanja besar, mbak. jadi lebih sering ke mini market

  10. Firman November 3, 2015 / 20:28

    Sampe ada 4 kejadian gitu.. sering ngalamin juga sih, jadi bisa buat pelajaran nih.

    • jampang November 4, 2015 / 09:59

      iya, lumayan banyak… mungkin ada juga kejadian lain yang sudah saya tulis di postingan sebelum2nya

  11. Dinar Zul Akbar November 4, 2015 / 00:34

    Pake sharingan pak klo belanja
    #eh ngerti sharingan ga?

    • jampang November 4, 2015 / 09:59

      saringan apa sharingan?

  12. gegekrisopras November 4, 2015 / 04:34

    Terkadang belanja itu ttg ‘siap mental’ jg kali ya mas, karena kita kan sudah menetapkan budget sekian, kalo over budget males bgt deh😀 bisa mengganggu pos2 lain

    • jampang November 4, 2015 / 09:57

      mungkin akan lebih baik bawa catatan barang yang akan dibeli dan jangan beli barang di luar catatan itu ya, mbak

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s