#FFRabu – Apa Salahku?

figura

“Tunggu sebentar ya! Aku ambilkan minum,” pintaku kepada Ani, Tia, dan Nuri seraya melangkah ke dapur.

Ketiganya adalah teman baruku. Kuharap, mereka akan tetap menjadi temanku tanpa mengetahui dan mempermasalahkan siapa ayahku seperti yang kualami di beberapa sekolah sebelumnya. Aku sudah lelah berpindah-pindah sekolah.

Kubawa sebuah baki berisi empat gelas berisi air minum ke ruang tamu. Kulihat ketiga temanku sedang berdiri sambil menatap foto berfigura yang menempel di dinding.

Ani mengalihkan pandangannya ke arahku dan bertanya, “Kamu anaknya Adhyastha Prasaja?”

Mendadak hatiku merasa tak enak. Tanpa berkata-kata, kujawab pertanyaan itu dengan sebuah anggukan kepala.

“Kamu anak koruptor!” teriak mereka kompak.


Baca #FF100Kata Lainnya :

21 thoughts on “#FFRabu – Apa Salahku?

  1. Grant November 18, 2015 / 17:36

    Kasihan ya jadi anak koruptor.😦

    • jampang November 19, 2015 / 07:55

      sebagai pengingat…. sebab dampaknya juga ke masa depan anak dan keluarga

  2. damarojat November 18, 2015 / 20:47

    wah…gagal dapat teman lagi…

    • jampang November 19, 2015 / 07:57

      pindah sekolah lagi😦

  3. Siti Lutfiyah Azizah November 18, 2015 / 21:32

    😦

  4. zilko November 18, 2015 / 23:45

    Ya lagian si aku juga mengundang ketiga temannya ke rumah padahal di rumahnya dipajang foto ayahnya, hahaha😛 .

    • jampang November 19, 2015 / 07:57

      mungkin seharusnya foto keluarga tersebut jangan dipasang dan dipajang…. biar nggak ketahuan

  5. rizzaumami November 18, 2015 / 23:56

    sempat pernah terpikir olehku dulu.

    • jampang November 19, 2015 / 07:56

      siapa cepat dia yang buat😀

  6. Akhmad Muhaimin Azzet November 19, 2015 / 13:03

    Siapa pun yang membaca jadi takut bila kan melakukan korupsi. Sakit akibatnya, termasuk bagi anak.

    • jampang November 19, 2015 / 13:20

      mudah2an bisa jadi pengingat ya, pak

  7. Febriyan Lukito November 19, 2015 / 13:04

    Kasihan banget… dia kan gak salah. cuma salah ayahnya

    • jampang November 19, 2015 / 13:19

      iya, mas. dosa koruptor bisa “menurun” kepada anak

    • jampang November 20, 2015 / 08:17

      apanya yang sakit?
      😀

      • jampang November 20, 2015 / 08:25

        eeeeaaaaaa

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s