#FFRabu – Profesi Ganda

workers

“Giatlah belajar! Buatlah kedua orang tua dan Bapak bangga!” ucap Pak Aris, guruku di kelas enam.

Kalimat tersebut menjadi pelecut semangat hidupku sejak terngiang di telingaku hingga kini, di saat aku mulai mengembangkan usahaku di bidang daur ulang sampah.

Hari ini, sesuai jadwal, aku mendatangi tempat pengepul sampah untuk membeli bahan baku. Sebelum pintu masuk, aku berpapasan dengan seorang pemulung. Kedua mataku seperti tak asing dengan wajah pemulung itu. Wajah yang membawa memoriku ke masa lalu.

“Pak Aris?”

“Bayu?”

Segera kuraih dan kucium punggung tangan kanan beliau.

“Untuk menambah pemasukan, Bay,” jawab Pak Aris ketika kutanya alasan beliau menjadi pemulung.

 


Baca #FF100Kata Lainnya :

18 thoughts on “#FFRabu – Profesi Ganda

  1. Gara November 26, 2015 / 15:28

    Senang deh kalau melihat orang-orang tidak malu dengan apa yang mereka lakukan, selama apa yang mereka lakukan itu halal dan tidak menyakiti orang lain tentunya ya. Kenapa harus malu kalau yang kita lakukan bukan merupakan sesuatu yang salah? :hehe. Cerita yang kontemplatif Mas :)).

    • jampang November 26, 2015 / 17:07

      betul, gar.
      cuma ada jugalah segelintir orang yang merasa nggak suka…. merasa profesi utamanya direndahkan

      • Gara November 28, 2015 / 11:15

        Mudah-mudahan kita tidak menjadi kaum orang yang seperti itu, Mas :)).

      • jampang November 30, 2015 / 08:05

        iya, gar. itu pekerjaan terhormat…. tidak seperti pengemis… apalagi pencuri

      • Gara November 30, 2015 / 18:11

        Setuju!

      • jampang Desember 1, 2015 / 08:12

        sip!

  2. zilko November 26, 2015 / 17:25

    Guru, pahlawan tanpa tanda jasa ya🙂 . Benar-benar tanpa “tanda jasa”😦 .

  3. alrisblog November 26, 2015 / 18:04

    Guru saya waktu sekolah dasar tetap bertani ke sawah setiap selesai dia mengajar. Jaman baheula memang gaji jauh dari cukup.

    • jampang November 27, 2015 / 08:11

      apapun pekerjaan halalnya selama dilakukan secara professional…. pasti hebat

  4. Akhmad Muhaimin Azzet November 27, 2015 / 10:25

    Saya mengantar sendiri bila ada yang pesan tasuba, dan… sering kali muncul komentar, “Lho, kok diantar sendiri?” Hehehe…

    • jampang November 27, 2015 / 10:29

      tasuba itu apa, pak?

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s