My Dearest Syaikhan : Logo Halal

syaikhan n abi selfie edit

26 November 2015

Syaikhan, setelah Abi rasa cukup lama kita bermain permainan mirip ular tangga di buku pelajaran kelas satu milikmu, Abi mengajakmu untuk jajan ke mini market yang jaraknya tak jauh dari rumah.

“Nanti aja, Bi!” jawabmu sambil terus bermain.

Sepertinya, dirimu masih asyik dengan permainan tersebut. Meskipun sebelumnya kamu dan teman-temanmu sudah memainkannya di sekolah, kamu belum merasa bosan. Abi pun kembali bermain bersamamu.

Entah berapa putaran permainan yang sudah kita lalui, akhirnya kamu mau diajak untuk ke mini market. Kita keluar rumah, berjalan kaki bersama menuju mini market.

Tiba di mini market, Abi memintamu untuk memilih makanan dan minuman yang kamu inginkan. Setelah melihat-lihat, kamu memilih sebuah makanan ringan berbahan dasar singkong serta sebuah minuman.

“Aku suka minuman ini, Bi!” ucapmu memberitahu Abi.

Abi mempersilahkanmu untuk mengambil sebotol minuman tersebut dari tempatnya. Namun sesaat kemudian, Abi bertanya kepadamu, “Ada logo halalnya nggak?”

Kamu memutar botol minuman tersebut untuk mencari logo seperti yang tertera di bungkus makanan ringan yang sudah ada di tanganmu sebelumnya. Abi pun membantu mencari. Sayangnya, kita tidak menemukan logo halal yang kita cari.

“Syaikhan, kalau beli makanan dan minuman dalam kemasan, pilih yang ada logo halalnya yah!” pinta Abi. “Minumannya diganti dengan yang ada logo halalnya aja!”

Mungkin dengan berat hati, kamu mengembalikan botol minuman kesukaanmu itu ke tempatnya semula. Lalu mencari jenis minuman lain dan mengecek apakah ada logo halal yang tertera di botolnya.

Syaikhan, Abi bangga kepadamu. Mungkin mengenai logo halal ini belum diajarkan di sekolahmu. Namun demikian, kamu mau mengikuti permintaan Abi.

Syaikhan, memilih makanan atau minuman dalam kemasan yang sudah mencantumkan logo halal adalah salah satu cara untuk menjaga agar tubuh kita tidak dimasuki oleh zat-zat yang haram. Agama kita, Islam, telah menetapkan jenis makanan dan minuman yang halal dan yang haram. Dahulu, mungkin jenis makanan dan minuman belum sebanyak seperti sekarang, sehingga orang dengan mudah membedakan antara yang halal dan yang haram. Dengan adanya logo halal di kemasan makanan atau minuman, kita terbantu untuk memilih yang lebih meyakinkan. Memang, bisa jadi yang belum memasang logo halal belum tentu haram. Namun memilih yang sudah memiliki logo halal akan lebih menenangkan hati.

Syaikhan, memilih yang halal tak hanya soal makanan dan minuman saja. Hal lain pun berlaku ketentuan sama. Jika kelak dirimu melakukan transaksi ekonomi, maka lakukanlah transaksi yang halal. Transaksi yang bebas dari unsur MAGHRIB alias Maisir, GHarar, dan RIBa. Contohnya, jika dirimu ingin menabung di bank, maka pilihlah bank yang berlabel syariah. Mungkin ada yang beranggapan bahwa bank yang berlabel syariah pun belum terlepas dari unsur MAGHRIB seratus persen. Namun yakinilah bahwa yang demikian jauh lebih baik daripada yang jelas-jelas mengandung unsur MAGHRIB.

Syaikhan, kehalalan suatu barang atau benda, selain dari unsur yang ada di dalamnya, berlaku juga dalam hal cara mendapatkannya. Barang yang dibeli dengan uang hasil mencuri, berjudi, atau korupsi, tentu saja tidak halal untuk dikonsumsi. Sebab mencuri, berjudi, atau korupsi adalah perbuatan yang dilarang agama Islam.

Syaikhan, semoga sedikit yang Abi sampaikan melalui surat kali ini, bisa kami mengerti, pahami, dan amalkan. Aamiin.


Baca Juga Seri My Dearest Syaikhan Lainnya :

4 thoughts on “My Dearest Syaikhan : Logo Halal

  1. Alris Desember 12, 2015 / 23:53

    Syaikhan makin gede makin pintar. Terbaik buat dia, aamin.

    • jampang Desember 13, 2015 / 08:37

      Aamiin. Terima kasih doanya, mas

    • jampang Desember 17, 2015 / 08:22

      aamiin yaa rabbal ‘aalamiin

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s