Desember Punya Cerita : Aku dan Segala Rasa

image

Sekitar bulan Februari tahun lalu, Minyu pernah mengirimkan sebuah pesan kepada saya melalui WhatsApp yang intinya mengingatkan bahwa kami memiliki momen bahagia di empat bulan berturut-turut. Salah satunya adalah bulan Desember. Momen-momen bahagia itu adalah, Minyu terlahir di bulan November, kami mendapatkan anugerah berupa kelahiran anak di bulan Desember, pernikahan kami terjadi di bulan Januari, dan  bulan Februari adalah bulan kelahiran saya.

Selain kelahiran Sabiq yang terjadi di bulan Desember, ada beberapa momen lain dalam perjalanan hidup saya yang terjadi di bulaj yang sama. Ada momen duka, namun kebanyakan adalah momen bahagia. Saya mencoba untuk mengingat-ingat adan menuliskannya di postingan kali ini.

Desember 2000

Setelah lulus kuliah saya mengikuti kegiatan magang serta pendidikan dan pelatihan selama kurang lebih enam bulan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pengangkatan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Selama mengikuti kegiatan tersebut, saya dan juga teman-teman seangkatan selalu menunggu pengumuman tentang pengangkatan kami sebagai CPNS.

Setelah menunggu, Alhamdulillah, pengumuman yang dinanti akhirnya datang juga. Saya diangkat menjadi pegawai di bulan Desember tahun 2000. Bulan dan tahun tersebut kemudian diabadikan di dalam Nomor Induk Pegawai saya yang berjumlah delapan belas digit. NIP saya adalah XXXXXXXX200012XXXX. Angka 200012 di NIP saya adalah bulan dan tahun pengangkatan saya sebagai pegawai.

Desember 2002

15 Desember 2002 adalah hari ketika saya untuk kali pertama memiliki sepeda motor. Sebuah sepeda motor jenis bebek. Saya menyerahkan uang sejumlah harga sepeda motor bebek tersebut kepada salah seorang paman saya dan meminta tolong beliau untuk membelikannya.

Sepeda motor bebek bernomor polisi B 3659 GE itu selalu menjadi tunggangan saya, terutama ketika berangkat kerja dan pulang ke rumah, serta ketika akan bepergian ke tempat-tempat tertentu. Selama kurang lebih sembilan tahun, sepeda motor tersebut menemani saya.

Desember 2005

Setelah sekian tahun bekerja, saya memiliki cukup bekal untuk mengubah status dari single menjadi double. Maka setelah menemukan sosok perempuan yang saya kira cocok untuk dijadikan sebagai istri, saya pun langsung menikahinya. Pernikahan itu terjadi di bulan Desember 2005.

Dari pernikahan tersebut, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganugerahkan saya dua orang anak. Perempuan dan lelaki.  Syifa dan Syaikhan. Namun Syifa, sang kakak, yang lahir di bulan oktober 2006 tak berumur panjang. Setelah menghirup udara dunia selama kurang lebih enam jam, Syifa meninggal dunia.

Desember 2008

Setelah menemani perjalanan waktu selama sembilan tahun, sepeda motor bebek yang saya beli di tahun 2002, saya jual. Sebagai penggantinya, saya membeli sebuah sepeda motor lelaki. Tanggal 20 Desember 2008, sepeda motor lelaki dengan nomor polisi B 6294 EMS resmi berpindah tangan dari showroom ke tangan saya.

Desember 2010

Bahtera yang saya gunakan untuk mengarungi samudera rumah tangga ternyata tidak bisa bertahan lama. Di usia yang menginjak  lima tahun, bahtera itu akhirnya hancur dan tenggelam.

Ketika sepasang suami istri tak bisa lagi mampu menyatukan tekad untuk meneruskan perjuangan untuk meraih cita-cita membentuk rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, maka pilar-pilar rumah tangga pun roboh. Ketika nasihat tentang pernikahan tak sanggup lagi dituruti oleh suami maupun istri, maka perceraian terjadi.

Desember 2010 menjadi Desember kelabu dalam kehidupan saya.    Perceraian menjadi langkah yang saya ambil karena tak sanggup lagi mempertahankan ikatan pernikahan.

Masih di Desember 2010, saya mengalami sebuah kecelakaan. Di suatu sore, ketika saya memacu sepeda motor saya menuju rumah, tiba-tiba angin bertiup sangat kencang. Saking kencangnya, angin tersebut mematahkan sebuah batang pohon hingga menimpa tubuh saya. Bersama sepeda motor, saya ambruk ke tanah. Akibat dari kecelakaan tersebut, saya mengalami patah tulang.

Desember 2014

Ketika saya merasakan telah berhasil menawar luka dan trauma perceraian yang saya alami, saya menikah lagi dengan sosok perempuan yang dikenalkan oleh ibu saya. Saya menikah di bulan Januari 2014. Alhamdulillah, di Bulan Desember 2014, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganugerahkan seorang anak, Sabiq namanya.

Desember 2015

Saya dan keluarga saat ini tinggal di sebuah rumah yang saya beli dengan cara berutang. Masih ada kurang lebih sepertiga utang lagi yang masih menjadi tanggungan. Alhamdulillah, uang yang saya kumpulkan sudah cukup untuk melunasi sisa utang tersebut. Insya Allah, di bulan ini, saya akan melunasi semuanya.

Inilah cerita Desember & Me, Mana Ceritamu?


Tulisan Terkait Lainnya :

29 thoughts on “Desember Punya Cerita : Aku dan Segala Rasa

  1. ira guslina Desember 13, 2015 / 21:14

    Wah seru. Senang plus berkaca2 bacanya. Benar2 Desember penuh ceritaya mas. Saya doakan Desember berikutnya menjemput berkah yg lebih luass… rumah baru itu seru… ^_^

    • jampang Desember 13, 2015 / 21:24

      Iya mbak. Campur aduk.
      Terima kasih, mbak

  2. Gara Desember 13, 2015 / 21:29

    Desember banyak memberi kenangan untukmu ya Mas, baik yang bahagia maupun sedih, maupun campur aduk. Tapi saya salut lho dengan semua itu Mas bisa jadi lebih arif dan dewasa, kelihatan dari tulisan-tulisannya :)). Mudah-mudahan Desember-Desember berikutnya dan bulan-bulan berikutnya, yang mengisi waktu itu lebih banyak kenangan-kenangan baiknya :hehe. Terima kasih sudah berbagi, semoga berhasil dengan giveaway-nya!

    • jampang Desember 14, 2015 / 08:23

      jangan bikin GR, gar😀

      aamiin. terima kasih

      • Gara Desember 14, 2015 / 23:26

        Sama-sama, Mas :)).

      • jampang Desember 15, 2015 / 04:47

        :aD

  3. zilko Desember 13, 2015 / 21:58

    Desember yang memiliki rasa manis, asam, pahit semuanya jadi satu ya *kok jadi kayak iklan aja😛 .

    Mudah-mudahan Desember-Desember selanjutnya juga memberikan banyak kenangan manis ya😀 .

    • jampang Desember 14, 2015 / 08:22

      dulu ada iklan permen yang tagline nya gitu😀

      aamiin

  4. titintitan Desember 13, 2015 / 23:38

    desember itu, berati deket ke januari😀

    • jampang Desember 14, 2015 / 08:18

      😀
      iyah… habis desember kan januari

  5. mysukmana Desember 14, 2015 / 04:25

    Sedih bacanya..semoga tetep kuat dan selalu bahagia mas

    • jampang Desember 14, 2015 / 08:18

      ada juga kisah bahagianya koq😀

      • mysukmana Desember 14, 2015 / 08:26

        yang penting sesama blogger saling mendoakan dalam kebaikan🙂

      • jampang Desember 14, 2015 / 09:50

        betul betul betul

  6. Pamela Fitrah Desember 14, 2015 / 08:35

    Alhamdulillah bang semua akan indah pada waktunya. smg rumah yang akan segera lunas bisa jadi tempat berteduh paling nyaman dan berkah untuk semua penghuninya sampai seumur hidup ya bang. Seneng gitu baca endingnya.. inget dulu ikutin perjalanan abang melalui blog dan kadang suka kepoin dr WA :p hahahaha… Alhamdulillah ikut seneng nih… smg saya juga segera memiliki rumah

    • jampang Desember 14, 2015 / 09:50

      alhamdulillah, mpok.
      pengennya seh punya rumah yang sesuai dengan keinginan. namun dibeli dulu aja rumah yang ini agar punya rumah beneran…. niatnya sebagai batu loncatan untuk mendapatkan rumah yang sesuai dengan keingininan saya dan istri.

      *ikut mengaminkan*

      • Pamela Fitrah Desember 14, 2015 / 12:27

        Amin amin YRA. Iye bener tuh bang yg skr mah yg penting pya rmh sendiiri dulu ya bang sesuai dgn bugjet hehehe

      • jampang Desember 14, 2015 / 12:32

        iye. yang bise dibeli dulu😀

  7. rizzaumami Desember 14, 2015 / 15:45

    meski kisah hidup sendiri, bang jampang ceritainnya bener-bener renyah, seperti ayam krispi, rasa flash-backnya kental banget. semoga hari-harinya semakin baik.

    • jampang Desember 14, 2015 / 15:45

      😀
      bisa aja neh.

      aamiin. terima kasih

  8. Akhmad Muhaimin Azzet Desember 14, 2015 / 15:50

    Saya agak melambat cara membaca saya ketika di Desember 2010.
    Semoga ke depannya semakin penuh berkah ya, Bang🙂

  9. Orin Desember 14, 2015 / 16:32

    wow, desembernya benar2 penuh cerita, bang.
    Ada bbrp desember juga yang lumayan ‘nempel’ nih, bang. desember 2001 aku akhirnya memutuskan berhijab, desember 2008 berpetualang ke Bromo krn batal menikah, desember 2010 ngebolang sama pak suami🙂

    • jampang Desember 14, 2015 / 16:51

      desember 2010 saya berduka, teteh sedang bersenang2😀

  10. hensamfamily Desember 16, 2015 / 16:04

    periodenya mirip dengan saya Pak. 2000 lulus kuliah, 2005 menikah, 2006 punya anak pertama…tapi rata-rata peristiwanya selalu dipertengahan tahun.
    semoga dengan keluarga yang sekarang langgeng ya Pak. Amin!

    • jampang Desember 16, 2015 / 16:09

      aamiin. terima kasih doanya, mas

  11. Syifna Desember 20, 2015 / 20:30

    Indah di bulan Desember ya om, jadi judulnya Desember Ceria yaa hehee
    Waaah istrinya om lahir di Bulan November yaa, sama dong hehe:)

    • jampang Desember 21, 2015 / 07:55

      tapi kan ada bagian sedihnya, mbak. jangan2 kelewat bacanya
      😀

      • Syifna Desember 21, 2015 / 17:17

        Iya ada, tau kok, tapi aku gak mau bahas hehehe… kebanyakan bahagianya menurutku hihihi

      • jampang Desember 21, 2015 / 22:15

        Iya…. Alhamdulillah

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s