Kau dan Selfie

selfie

Sal, kamu pasti sudah tahu tentang apa itu “selfie”. Sebagai pengingat dan pelengkap pengetahuan yang kamu miliki sekaligus juga sebagai pengingatku, aku akan memberitahumu pengertian “selfie” yang kudapat dari hasil penelusuranku di internet.  Selfie seringkali diartikan sebagai sebuah aktivitas memotret diri sendiri. Namun jika di ditelusuri lebih lanjut, ‘Selfie’ adalah sebuah pengambilan foto diri sendiri melalui smartphone atau webcam yang kemudian diungguh ke situs web media sosial.

Aku sering menemukan beberapa kontakku di media sosial melakukan selfie. Lelaki maupun perempuan. Aku juga pernah melakukannya beberapa kali. Namun aku hampir tidak pernah melihatmu melakukannya. Atau jangan-jangan aku tidak melihatmu melakukan hal tersebut karena kamu melakukannya sembunyi-sembunyi?

Sepertinya tidak. Sebab aku tidak menemukan satu foto selfie-mu di akun media sosialmu. Aku juga tidak menemukan satupun foto selfie-mu yang tersimpan di handphone-mu, kecuali ada diriku juga di foto itu. Padahal, kekuatan kamera depan di handphone sudah cuku untuk menghasilkan sebuah foto dengan kwalitas yang cukup bagus.

Tak apa, Sal. Kamu tidak perlu mengikuti arus tentang selfie ini. Karena tidak semua hal yang baru dan kekinian harus diikuti. Jika hal tersebut memiliki lebih banyak manfaatnya, bolehlah diikuti. Namun jika hal tersebut memiliki lebih banyak mudharatnya, maka akan lebih baik jika ditinggalkan.

Secara pribadi, aku lebih suka jika dirimu tidak melakukan selfie. Aku tak ingin jika wajah cantikmu dilihat oleh laki-laki lain yang bukan mahrammu. Ah, lagi-lagi ini karena aku yang pencemburu. Kamu sudah tahu kan bahwa aku adalah tipe laki-laki pencemburu, Sal?

Menurutku juga, ketidaksukaanmu untuk melakukan selfie akan memberikanmu lebih banyak ruang aman. Sebab sebuah foto yang sudah diunggah ke media sosial atau internet, memiliki kemungkinan untuk disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Bisa saja ada yang mencatut fotomu yang pernah kau unggah untuk kepentingan-kepentingan tertentu tanpa sepengetahuanmu.

Sal, seandainya diriku suka ber-selfie ria, ada kemungkinan kamu akan mengabadikan berbagai pose dirimu. Bahkan bisa jadi, tanpa sadar, kamu akan mengabadikan fotomu yang sedang tidak mengenakan jilbab. Mungkin bisa saja kamu hanya menyimpan foto tersebut di dalam memori handphone dan kamu tidak pernah  berniat untuk mengunggahnya ke akun media sosialmu. Namun hal tersebut belumlah memberikan dirimu keamanan seratus persen atas foto-foto selfie-mu itu. Sebab bisa jadi, suatu ketika, kameramu rusak dan harus membawanya ke tukang servis. Jika saja tukang servis tersebut tidak amanah, bisa jadi foto tersebut diambilnya. Atau jika suatu ketika handphonemu hilang dan jatuh ke tangan orang yang tak bertanggung jawab, maka ada sebuah celah fotomu itu akan disalahgunakan.

Sal, aku pernah mendapatkan sebuah cerita tentang foto seorang ibu yang sedang tidak mengenakan jilbab, sementara kesehariannya selalu menjaga auratnya dengan sempurna, yang tersebar di sebuah grup chat. Ternyata, setelah selidik punya selidik, bukan ibu tersebut yang sengaja menyebarkan foto dirinya, bukan juga suaminya, melainkan anaknya yang tanpa sengaja dan semata-mata karena ketidaktahuannya menyebarkan foto tersebut ke sebuah grup chat di mana sang ibu menjadi salah satu anggotanya.

Sal, memang kita tidak boleh selalu berburuk sangka. Sebab berburuk sangka hanya akan membuat hati dan pikiran kita tidak tenang. Namun ada baiknya jika diri kita selalu berjaga-jaga dan waspada terhadap hal-hal yang tidak kita inginkan. Karenanya, aku merasa lebih nyaman dengan dirimu yang tidak suka selfie, sebab itu lebih aman untuk dirimu, untuk diriku, dan untuk keluarga kita.


Seri Samara Lainnya :

37 thoughts on “Kau dan Selfie

  1. eda Desember 21, 2015 / 11:15

    wuiih.. alhamdulillah gak pernah pepotoan tanpa jilbab.. makasih udah diingetin bang😀

    • jampang Desember 21, 2015 / 11:17

      alhamdulillah… begitu lebih baik, mbak. untuk jaga-jaga

  2. mysukmana Desember 21, 2015 / 11:29

    Sy g suka selfie..sukanya d foto hihii..yg cewek khususnya..selfie lah untuk suamimu bukan di insta..🙂

    • jampang Desember 21, 2015 / 13:47

      kalau itu mah namanya sama aja, mas😀

  3. capung2 Desember 21, 2015 / 11:59

    Alhmdlh.. masih punya istri yg malu utk difoto, bukan krn dia tdk cntik.🙂

    • jampang Desember 21, 2015 / 13:47

      alhamdulillah mas🙂

  4. ayanapunya Desember 21, 2015 / 12:15

    alhamdulillah jarang selfie. nggak fotogenik soalnya😀

    • jampang Desember 21, 2015 / 13:46

      😀
      asal bukan fotogenit aja

  5. Mas Djie Desember 21, 2015 / 12:49

    Ternyata yang hadir disini pada gk suka selfie, yang suka selfie pada kemana nih? 😀

  6. ira nuraini Desember 21, 2015 / 13:15

    ga hobi selfie… kalo wefie sering…soalnya punya tmn yg hobi banget foto2…😀

    • jampang Desember 21, 2015 / 13:35

      kalau gitu enak…. tinggal minta filenya aja😀

      • ira nuraini Desember 21, 2015 / 15:29

        iya seringnya gitu..lah gadgetnya lbh ciamik hasil fotonya…hahaha

      • jampang Desember 21, 2015 / 15:50

        😀
        pantesan

  7. winnymarlina Desember 21, 2015 / 14:25

    bg jampang saya malahan lihat berjilbab tp sengaja merokok dan minum alkohol di depan umum, mau nasehatin aku sendiri toh gk berjilbab

    • jampang Desember 21, 2015 / 14:56

      nasihatinnya mungkin jangan menyebut masalah jilbab, mbak. fokus pada merokok dan minum alkoholnya.

      • winnymarlina Desember 21, 2015 / 15:57

        iya itu merokok dan minumnya bayangin aja mas di se*vel jam 7 malam pula

      • jampang Desember 21, 2015 / 16:50

        harusny sevel jg nggak boleh jual minuman keras kan yah😦

      • jampang Desember 21, 2015 / 22:15

        Tapi masih banyak juga mini market yang jual miras di sekitar tempat saya tinggal😦

  8. ndu.t.yke Desember 21, 2015 / 14:36

    Wah harus segera dieliminasi nih klo ada foto tanpa jilbab. Meski overall aku jarang selfie sih ya. Memang gak terlalu suka motoin diri sendiri.

    • jampang Desember 21, 2015 / 14:55

      ada baiknya begitu, mbak.

      mending ngaca aja ya mbak daripada selfie😀

  9. Siti Lutfiyah Azizah Desember 21, 2015 / 15:42

    Kehati2an yaa..😐
    Saya lama2 bosan ‘bermain’ dgn foto yg objeknya orang, meskipun foto sendiri, kecuali ekspresi2 manusia yg diambil candid #eh 🙈

    • jampang Desember 21, 2015 / 15:45

      soalnya bisa diatur ya ekspresinya…. kalau candid kan natural😀

      • Siti Lutfiyah Azizah Desember 21, 2015 / 15:46

        Iyaa.. Keliatan kan ekspresi aslinya, hihihi

      • jampang Desember 21, 2015 / 15:50

        lebih seru moto yang begitu yah jadinya😀

  10. zizadesita Desember 21, 2015 / 18:01

    Sayaa…saya masih suka selfie, Bang. Wlpn kebanyakan buat Suami tp memang bener harus hati2, hiks..

    • jampang Desember 21, 2015 / 22:14

      Ya gpp, mbak. Yang penting hati-hati untuk menyimpannya

  11. ahsanfile Desember 21, 2015 / 19:41

    Iya mas, kadang juga heran lihatnya, biasanya jilbaban tapi koq ada foto yang cukup seksi bahkan… jadi gk berani komen malah saya kalau gitu

    • jampang Desember 21, 2015 / 22:12

      Kalau mau husnuzhan seh bisa mikir kalau itu foto diambil sebelum mengenakan jilbab…. Wallaahu a’lam

  12. Ria Angelina Desember 21, 2015 / 19:46

    Waduuuuuh ngka usah selpi aja mas ada juga aku ktm ibu ibu pas bareng bareng masuk salon dia pakai maap berhijab gara gara habis di blow kece takut rambutnya rusak kena jilbab, jadinya jilbab nya masukin tas..

    • jampang Desember 21, 2015 / 22:11

      Kalau rame2 boleh kan, mbak?

      Waduh… Sedih dengernya, mbak

  13. aqied Desember 22, 2015 / 21:42

    Iyap, gak brani poto tanpa kerudung

    • jampang Desember 23, 2015 / 04:45

      Begitu lebih baik dan lebih berhati-hati ya, mbak

  14. Gara Desember 23, 2015 / 14:46

    Tidak cuma selfie ya Mas kalau menurut saya, paling bagus memang jangan memotret yang aneh-aneh :hehe. Soalnya biar sebuah foto sudah dihapus pun, saya dengar masih bisa dipulihkan, kata orang begitu sih :hehe. Jadi lebih baik memang kita harus ekstra hati-hati :)).

    • jampang Desember 23, 2015 / 15:06

      bener gar. data yang tersimpan di hardisk atau memory card yang katanya udah dihapus masih bisa direcovery

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s