[Prompt#97] Kejujuran yang Berbisa

image

Artwork oleh @julialillardart – The Picnic

Setiap kejujuran akan berbalas kebaikan. Sama halnya dengan kebohongan yang akan berbalas keburukan. Itu yang aku yakini. Itu pula yang aku jalani di s epanjang hidupku. Kini tiba masaku untuk menerima balasan. Terbayang di mataku, ribuan kebaikan yang akan kuterima sebagai balasan atas setiap perkataan jujur yang kuucapkan. Ribuan kebaikan itu akan kutukarkan dengan sebuah tiket masuk ke surga.

“Ini bagianmu, ambillah!” sang penjaga memberikanku sebuah kantung.

Ringan. Seperti tak berisi.

Penasaran, kubuka kantong tersebut untuk melihat apa yang ada di dalamnya.

Kosong.

“Tuan!” aku berteriak memanggil penjaga yang sedang sibuk dengan orang setelahku.

Penjaga tersebut menghentikan aktifitasnya.

“Mengapa di dalam kantong milikku tak ada kebaikan sama sekali?” tanyaku.

“Karena memang itu yang menjadi balasan atas apa yang pernah kau lakukan semasa hidupmu.”

“Bagaimana mungkin aku tidak mendapatkan balasan kebaikan sama sekali. Padahal aku selalu berkata jujur di dalam setiap kesempatan. Harusnya, aku mendapatkan balasan kebaikan atas setiap kejujuranku!” aku protes.

“Sejatinya, kamu memang mendapatkan kebaikan atas setiap perkataan jujurmu. Namun, kebaikan tersebut lenyap karena kejujuranmu salah tempat,” jawab sang penjaga.

“Maksudmu?” tanyaku tak mengerti.

“Kejujuranmu amat berbisa. Karena kejujuranmu berupa ghibah yang menyebabkan banyak aib saudaramu yang kauumbar hingga mereka terhina di hadapan banyak orang. Sebab kejujuranmu adalah namimah alias adu domba yang mengakibatkan banyak orang yang terluka dalam pertikaian saudara,” jawab sang penjaga.

Aku hanya bisa terdiam membatu.

“Ah, satu hal lagi. Ini kantong keburukan milikmu sebab setiap perkataan jujur yang kau ucapkan setara dengan sebuah kebohongan!”

image

Catatan :
Ghibah adalah membicarakan fakta seseorang di belakang seseorang tersebut. Jika yang dibicarakan adalah kebohongan maka dinamakan fitnah. Sedangkan namimah adalah mengadu domba antara dua orang atau dua golongan.


Baca Juga Prompt Lainnya :

18 thoughts on “[Prompt#97] Kejujuran yang Berbisa

  1. Fadillaskrn Desember 25, 2015 / 18:16

    Selalu suka sama flashfic kamu. Moral value-nya selalu daleeem banget😊

  2. Gara Desember 25, 2015 / 19:26

    Jujur tidak berarti selalu baik ya Mas :hehe.
    Dan saya sudah beberapa kali melihat gambar yang dipasang itu–maksudnya ular berbisa menjaga telurnya? Ah, saya selalu tak mengerti…

    • jampang Desember 25, 2015 / 21:25

      Ya kalau jujur tp ngomongin orang alias gosip atau ngomong kebenaran untuk adu domba jelas salah, gar

      Soal gambarnya…. Saya juga nggak ngerti😀

    • Dyah Sujiati Desember 26, 2015 / 10:05

      Pertanyaan yg sama dengan saya terkait ular itu

      • jampang Desember 26, 2015 / 10:06

        Jawabannya juga sama, mbak.😀

      • Gara Desember 28, 2015 / 09:05

        Memang gambar itu menimbulkan banyak pertanyaan ya Mbak :haha.

  3. Dyah Sujiati Desember 26, 2015 / 10:09

    Jadi manusia harus proporsional ya pak. Kadang pedoman larangan ghibah sering dijadikan senjata oleh para penipu agar tidak terbongkar kebusukannya. Contohnya pemimpin inkompeten yang selalu dipuja-puji. Saat publik menyampaikan fakta inkompetensinya, maka si penyampai berita akan dituduh tukang ghibah.
    Padahal mendiamkan kemungkaran adalah bentuk kejahatan. Hiks..

    • jampang Desember 26, 2015 / 20:55

      Publik menyampaikannya itu di mana? Di forum apa? Seingat saya… Ada situasi dan kondisi di mana aib seseorang harus dibongkar… Dua di antaranya adalah di pengadilan dalam proses hukum… Jika saksi melihat pelaku melakuian kesalahan, maka kesalahan itu harus diungkap.

      Lalu dalam menentukan perawi hadits, jika di dalam sanad sebuah hadits terdapat orang yang bodoh… Buruk hapalannya… Dsbg… Maka harus diungkap sebab akan berpengaruh pada derajat hadits yg dimaksud yang nantinya menentukan apakah bisa dijadikan dasar sebuah amalan atau hukum.

      Wallaahu a’lam.

      • Dyah Sujiati Desember 26, 2015 / 20:57

        Publik menyampaikan fakta inkompetensi pemimpin inkompeten ya di ruang publik. Agar yg lain juga tau. Tidak terus-menerus tertipu dan dibodohi…

      • jampang Desember 26, 2015 / 21:00

        Mungkin jika disampaikannya dalam sebuah media yang memiliki kekuatan hukum akan berbeda perlakuan dan statusnya. Mungkin harus konsultasi kepada orang yg lebih faham dengan sikon yg mbak ceritakan di atas.

      • Dyah Sujiati Desember 26, 2015 / 21:03

        Lalu, apa yg harus kita lakukan apabila mengetahui seorang pemimpin inkompeten tapi diberitakan penuh puja2 dan berkebalikan dengan fakta yg ada? Apakah kita tidak boleh menyampaikan fakta inkompetensinya karena itu berarti adalah ghibah?

      • jampang Desember 26, 2015 / 21:04

        Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya😀

      • jampang Desember 26, 2015 / 21:06

        sabar…. sabar…

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s