[Prompt#98] Setitik Noda dalam Lautan Bahagia

duhai senangnya pengantin baru
duduk bersanding bersenda gurau
aduh senangnya pengantin baru
duduk bersanding bersenda gurau
bagaikan raja dan permaisuri
tersenyum simpul bagaikan bidadari

Alunan lagu “Pengantin Baru” itu mengiringi langkah para tamu undangan menuju pelaminan untuk bertemu  muka sekaligus memberikan selamat kepada dengan dua sejoli yang sedang bersanding di atas singgasana.

Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaykumaa wa jama’a baynakumaa fil khair.

Kalimat tersebut menjadi doa dan juga restu dari para tamu undangan kepada sang raja dan ratu sehari. Mereka tulus berharap agar kebaikan selalu menyertai setiap detik perjalan hidup keduanya.

Ada warna-warni kebahagiaan yang menyelimuti jiwa-jiwa yang hadir di tempat ini. Aku bisa melihatnya. Meski dari tempat yang tersembunyi, aku bisa melihat warna-warni itu melalui senyuman yang terlukis di wajah kedua mempelai dan juga para tamu undangan.

Dari tempat yang mungkin tak akan diperhatikan oleh siapapun, aku bisa melihat senda gurau sang raja dengan permaisuri dan suka cita semua orang yang hadir di tempat ini.

Segala yang ada di tempat ini begitu indah. Seindah cinta yang tumbuh bersemi di taman hati sang penganti baru.

Namun tanpa disadari siapapun, keberadaanku di tempat tersembunyi ini bisa menjadi satu-satunya hal yang menodai semua  kebahagiaan, kegembiraan, dan suka cita yang ada.

Aku yang semula dihormati, kini dicampakkan. Aku yang semula dipuji, kini terhina. Aku yang semula dicari-cari, kini dilupakan begitu saja.

Duk!

“Ah!” teriakku spontan karena tiba-tiba ada sesuatu yang dilempar ke arahku.

Ternyata, sesuatu yang menimpaku adalah potongan daging rendang yang tak lagi utuh.

“Dasar manusia tak tahu bersyukur!” potongan daging itu mengumpat.

“Kawan!” kucoba memanggilnya. “Percuma kau mengumpat demikian. Mereka tak bisa mendengar. Seandainya mereka bisa mendengar, aku sudah tak berada di sini lagi bersamamu dan mereka,” ucapku sambil menunjuk ke arah tumpukan makanan yang tersisa dan terbuang.


Baca Prompt Monday Flash Fiction Lainnya:

14 thoughts on “[Prompt#98] Setitik Noda dalam Lautan Bahagia

  1. MS Desember 27, 2015 / 04:52

    aah.. kebiasaan tamu yang suka ngambil makanan banyak2 tapi nggak dimakan… lapar mata ya

    • jampang Desember 27, 2015 / 12:37

      Iya uni. Beberapa kali saya temuin yg begitu.

  2. Dyah Sujiati Desember 27, 2015 / 06:21

    Hiks. Solusinya gimana ya pak menghindari seperti itu?
    Apa kita perlu tulis: “ambillah secukupnya” jika model prasmanan? Atau kasih tulisan “harus dihabiskan” jika modelnya bukan prasmanan?
    Suka sedih lihat orang buang2 makanan gitu

    • jampang Desember 27, 2015 / 12:41

      Mungkin itu salah satu cara untuk mencegah makanan terbuang, mbak. Hasilnya seh kembali kepada para tamu. Cuma dulu saya pernah baca trik agar makanan tidak mubazir… Tapi saya lupa. Mungkin yg mbak tulis di atas kali caranya.

      • jampang Desember 27, 2015 / 16:21

        sabar… sabar…

  3. Gara Desember 28, 2015 / 17:28

    Jadi si pencerita sepertinya adalah makanan yang (juga) tak habis ya :hehe. Iya nih, kasihan penyelenggara acara juga kalau banyak makanan yang tersisa di piring. Padahal kan bisa buat orang lain ya, supaya hemat bagi kedua mempelai juga :hehe. Makanan-makanan itu kan sebenarnya tidak gratis (pikiran ekonomi :hihi).

    • jampang Desember 31, 2015 / 09:42

      iya, gar. mereka tersisihkan setelah sebelumnya diperebutkan😀

      • Gara Januari 1, 2016 / 13:28

        Aih iya Mas, padahal kalau masih di meja saji, semua orang berebut mengambil.

      • jampang Januari 1, 2016 / 20:15

        Iya gar. Cuma ngambilnya nggak kira-kira. Akhirnya banyak yg tersisa.

      • Gara Januari 2, 2016 / 16:37

        Jadi pelajaran juga buat saya ketika kondangan supaya tidak menuruti nafsu :hehe.

      • jampang Januari 2, 2016 / 21:20

        kalau mau nyobain menu yang macam-macam…. triknya…. ambil sedikit2 aja…. biar rata semuanya bisa dicicip😀

      • Gara Januari 3, 2016 / 21:38

        Iya Mas, saya juga mulai belajar menerapkan trik itu, dan saya sangat puas! :hihi.

      • jampang Januari 4, 2016 / 04:55

        😀 mantap lah

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s