[Prompt#100] Interogasi

Sumber: theuntappedsource.com

Aku pernah mendengar orang-orang bercerita bahwa komplek perumahan yang akan segera kutempati ini sangat sepi. Masing-masing penghuninya disibukkan dengan urusan mereka sendiri. Mereka lebih senang mengurung diri di rumah masing-masing dibandingkan bertukar cerita satu sama lain.

Kata orang-orang itu, penghuni komplek ini tak mau bertegur sapa satu sama lain, meski kebanyakan rumah mereka di bangun tanpa pagar pembatas. Bahkan ketika ada orang yang datang dari luar komplek menyapa mereka atau salah satu dari mereka, tak ada satupun yang membalas salam tersebut.

Aku belum bisa mempercayai semua itu. Aku termasuk orang yang mempercayai sesuatu jika sudah melihat atau merasakan langsung. Sebab bisa jadi, tidak semua hal yang kudengar bersumber dari sesuatu yang benar pula. Bisa saja kabar tersebut sengaja disebarluaskan oleh pihak-pihak yang tak ingin komplek perumahan ini naik daun lalu terkenal dan menjadi pesaing baru di dunia bisnis perumahan.

Aku akan membuktikan rumor tersebut. Tapi tidak malam ini. Tubuhku masih terasa letih akibat perjalanan jauh yang baru saja kutempuh. Lagi pula, beberapa anggota keluarga dan teman-temanku juga baru saja kembali setelah mengantarkanku. Aku butuh istirahat malam ini.

Kulemaskan otot-otot tubuhku sebelum berbaring di atas tempat tidur. Lalu kutarik selimut putih untuk menutupi sebagian tubuhku.

Namun baru saja aku memejamkan mata, tiba-tiba kudengar suara pintu rumah diketuk diikuti sebuah salam.

“Assalamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakatuh.”

Aku segera bangkit dari tempat tidur.

“Wa ‘alaikumus salaam wa rahmatullaahi wa barakatuh,” jawabku sambil melangkah ke arah pintu.

Ternyata, omongan yang pernah kudengar tentang komplek perumahan ini tidak benar. Buktinya, baru beberapa saat aku tinggal di sini, sudah ada tamu yang berkunjung.

Setelah pintu terbuka, kulihat dua orang lelaki berdiri di hadapanku. Keduanya mengenakan pakaian dengan model dan warna serupa. Sangat rapi.

“Maaf mengganggu,” salah seorang dari mereka memulai pembicaraan. “Kami penjaga di komplek perumahan ini, kedatangan kami bermaksud untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda selaku penghuni baru. Ini adalah bagian dari tugas kami.”

“Oh, silahkan!” balasku seramah mungkin.

“Baik, kami mulai dengan pertanyaan pertama.”

Kupasang kedua telingaku untuk mendengarkan pertanyaan yang akan diajukan agar aku tidak salah jawab nantinya.

“Siapa Tuhanmu?”


Baca Juga Monday Flash Fiction Lainnya :

22 thoughts on “[Prompt#100] Interogasi

  1. dani Desember 27, 2015 / 16:46

    Huaaa Bang Rifkiiiii… Dahsyat endingnya.

    • jampang Desember 28, 2015 / 07:35

      Haduh…. pembicaraan maksudnya, mas. Autotext di HP saya penyebabnya😦

      • wisnuwidiarta Desember 28, 2015 / 07:50

        Kirain membahas pemilu juga wkwkwkwk

      • jampang Desember 28, 2015 / 08:00

        enggak, mas. saya baru nyadar juga salahnya…. sepertinya autotextnya perlu dinonaktifkan nih😀

  2. gegekrisopras Desember 28, 2015 / 15:17

    Jadi maksudnya yang nanya itu malaikat, mas? Aku kok ga mudeng ya huhu maap lemot -_-
    Ngeri juga pertanyaan pertama udah begitu biasanya identitas diri~

    • jampang Desember 28, 2015 / 15:58

      maksudnya begitu, mbak.
      rumah di cerita di atas adalah kubur.

      • ndu.t.yke Desember 28, 2015 / 19:56

        Owalaaaah. Baru ngeh, aku.

      • jampang Desember 28, 2015 / 20:10

        Mungkin cluenya agak kurang kali yah😦

      • ndu.t.yke Desember 29, 2015 / 06:16

        Ya antara kurang clue atau akunya aja yg gak bs lekas ngeh, hehehe….

      • jampang Desember 29, 2015 / 07:41

        😀

      • gegekrisopras Desember 29, 2015 / 10:15

        Maklum mas ga pernah kepikiran kubur makanya otak ga nyampe kesana hehehe :p

      • jampang Desember 29, 2015 / 10:30

        😀

  3. Dyah Sujiati Desember 29, 2015 / 08:18

    Kayaknya ini calon penghuni yg baik ya. Disapa dengan ramah gitu sama penjaganya.

    • jampang Desember 29, 2015 / 10:31

      bisa jadi mbak…. kan kalau yang meninggal itu orang baik, disambutnya dengan ramah

  4. Gara Desember 29, 2015 / 13:41

    Rupanya ini komplek perumahan yang ada di alam kubur ya Mas :hehe. Bagus ceritanya, endingnya punya twist yang oke banget, sampai sayanya ikutan kaget :haha. Di bagian mengantarkan itu sudah ada petunjuk kalau yang diantarkan adalah seseorang yang sudah meninggal ya :)).

    • jampang Desember 29, 2015 / 13:53

      iya, gar. harus ada petunjuknya sesedikit mungkin biar nggak bisa nebak endingnya😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s