[Prompt#99] Melayang Terbang

balon

“Siap-siap untuk berangkat wawancara. Mudah-mudahan bisa lolos dan awal tahun depan sudah mulai kerja.”

Kuketik kalimat tersebut dan menjadikannya sebagai status di facebook pagi ini. Sesaat kemudian, aku sudah memacu sepeda motorku menuju tempat wawancara di bilangan Tendean.

Sial!

Baru saja beberapa menit melintas di jalan raya, aku sudah terjebak di dalam kemacetan lalu lintas. Jalan di depan ITC Permata Hijau yang biasanya lancar, kini seperti ‘pamer paha’ alias padat merayap tanpa harapan. Aku hanya bisa menggerakkan sepeda motorku sedetik untuk kemudian berhenti dalam hitungan menit.

Kalau begini, aku bisa telat tiba di tempat wawancara!

Aku tidak boleh melepaskan kesempatan ini begitu saja. Ibarat balon gas, aku sudah memegangnya erat-erat di datanganku dan aku tak ingin melepaskannya terbang melayang di udara. Sebab sekali ia terlepas, aku tak akan pernah bisa menangkapnya kembali.

Kulempar pandangan ke arah kanan. Jalur Transjakarta begitu menggoda untuk kulewati. Kosong melompong. Mungkin jalur itu menjadi satu-satunya caraku untuk mengejar waktu meski ada sebuah resiko yang tak bisa kuhindari.

Bagaimana jika di depan nanti ada polisi?

Sejenak aku ragu.

Polisi tidak selalu ada, kan?

Pertanyaan tersebut seakan mendorongku untuk memilih melewati jalur Transjakarta.

Akhirnya kuputuskan untuk memilih jalur Transjakarta. Kususuri jalur kosong tersebut dengan jantung yang berdetak semakin cepat. Bukan saja karena sepeda motorku melaju dengan kecepatan tinggi, tetapi juga karena ada rasa khawatir di depan nanti aku akan ditilang polisi.

“Tak sia-sia memilih jalur Transjakarta. Akhirnya bisa tiba tepat waktu!”

Sambil menunggu waktu wawancara, kusempatkan untuk mengupdate status facebook.

Kuhela sebuah napas panjang untuk melepas ketegangan setelah kurang lebih tiga puluh menit aku duduk di hadapan salah seorang petinggi perusahaan yang mewawancaraiku. Semua pertanyaan yang diajukan dapat kujawab dengan penuh keyakinan. Seyakin bahwa diriku diterima bekerja di perusahaan ini.

“Saudara Agus,” lelaki itu menyebut namaku. “Dari hasil wawancara hari ini, saya menyimpulkan bahwa Saudara memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan.”

Yesss! Kukepalkan tangan kananku di bawah meja.

“Namun demikian, ada satu hal yang mungkin menurut Saudara adalah sesuatu yang sepele namun tidak demikian bagi perusahaan. Hal tersebutlah yang menyebabkan saya tidak merekomendasikan Anda kepada perusahaan ini.”

Kurasakan detak jantungku seperti berhenti.

“Hal… apa… itu, Pak?” kuberanikan untuk bertanya meski dengan terbata.

“Masalah taat aturan dan kedisiplinan!” jawab beliau dengan tegas. “Anda termasuk anak muda yang tidak taat aturan dan tidak disiplin!”

“Maksud, Bapak?” tanyaku tak mengerti.

“Ini!” beliau memperlihatkan layar handphonenya yang menampilkan sebuah gambar hasil capture statusku di facebook sesaat sebelum wawancara.

 


Baca Juga Monday Flash Fiction Lainnya :

15 thoughts on “[Prompt#99] Melayang Terbang

  1. Iwan Yuliyanto Desember 28, 2015 / 16:47

    Perusahaan yang jeli memang meneliti “tingkah laku” calon pegawainya melalui pengamatan media sosial.

    • jampang Desember 28, 2015 / 17:43

      Setelah menjadi pegawai juga masih diawasi, pak. Saya pernah baca berita pegawai yg dipecat atau ditegurs perusahaan karena izin nggak masuk sebab sakit…. Tapi pasang status sedang jalan-jalan

  2. Siti Lutfiyah Azizah Desember 28, 2015 / 16:54

    Hihihi.. Kena deh batunya..

  3. ndu.t.yke Desember 28, 2015 / 19:53

    Hahaha… Makanya jgn pake nama asli dong klo masih pengen curhat sembarangan di media sosial 😉 pake nama kayak jampang…. Ndutyke…. Gitu 😀

    • jampang Desember 28, 2015 / 20:11

      😀
      Tapi kalau pas lamaran diminta ngisi akun medsos, kan tetep ketahuan, mbak

      • ndu.t.yke Desember 29, 2015 / 06:14

        Hah? Emang ada aturan pas wawancara, untuk menyantumkan akun medsos? Klo aku sih ogah menyantumkan akun yg sifatnya pribadi & ga ada kaitan sama pekerjaan (malah jadi gak profesional kesannya). Paling gampang mah, masukin aja akun LinkedIN 🙂

      • jampang Desember 29, 2015 / 07:43

        ya kali aja ada perusahaan yang punya kebijakan begitu, mbak.
        soalnya dulu pernah baca berita pegawai yang dipecat atau ditegur gara2 aktifitasnya di medsos

      • ndu.t.yke Desember 29, 2015 / 09:46

        Bisa jadi, itu emang perusahaannya yg diem2 memantau aktivitas pegawai mereka di medsos. Dgn cara search nama aslinya.

      • jampang Desember 29, 2015 / 10:30

        bisa juga begitu, mbak

  4. lovelyristin Desember 29, 2015 / 05:43

    Hahahahaha.. nah itu diaa… statusmu adalah harimaumu. Hahhaha…

  5. Gara Desember 29, 2015 / 16:39

    Yah, kenapa update status sih… tidak semua hal mesti disampaikan via status facebook :haha.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s