Circle : Ring Donut

Sepertinya, tema Weekly Photo Challenge minggu ini adalah yang termudah dibandingkan tema minggu-minggu sebelumnya. Setidaknya itu menurut saya. Sebab saya hanya cukup mencari objek yang bentuknya menyerupai lingkaran atau circle. Mudah, kan? Ada banyak benda yang sering saya temui yang bentuknya mirip dengan lingkat. Roda adalah salah satunya.

Namun saya tidak akan mengupload foto roda mobil atau sepeda motor. Saya memilih untuk menjadikan mainan Sabiq sebagai objek foto dan menguploadnya untuk meramaikan weekly photo challeng kali ini.

ring donut

Nama mainan tersebut, sesuai dengan tulisan yang tertera di kemasannya, adalah ring donut.

Beberapa waktu yang lalu, saya dan Minyu sudah berencana untuk membelikan Sabiq mainan seperti foto di atas. Mainan dari plastik tersebut berbentuk seperti cincin besar. Ada tujuh buah cincin dengan ukuran dan warna yang berbeda-beda dan dilengkapi dengan sebuah stick atau semacam tongkat.

Cara memainkannya adalah memasukkan ketujuh cincin tersebut ke dalam togkat sesuai dengan ukurannya dari yang paling besar hingga yang paling kecil agar bisa masuk semua. Jika urutannya tidak sesuai, maka akan ada ruang yang kosong dan tidak semua cincin bisa masuk.

Pertama kali saya dan Minyu melihat mainan tersebut di salah satu kios di ITC Permata Hijau. Menurut penjualnya, harga mainan tersebut adalah enam puluh lima ribu. Kami urung membelikan Sabiq mainan tersebut karena sudah membeli mainan mobil-mobilan. Mungkin lain waktu di tempat lain, mainan tersebut bisa kami temukan dengan harga yang lebih murah.

Dan benar saja, beberapa hari kemudian, saya menemukan mainan tersebut di “Sojong”, sebutan untuk pasar kecil yang berada di belakang kantor saya. Ketika saya tanya berapa harganya, ternyata lebih murah dibandingkan di ITC Permata Hijau. Tiga puluh lima ribu rupiah. Pas. Tidak bisa ditawar lagi. Jadilah saya membeli dan membawa pulang mainan tersebut untuk Sabiq.

Alhamdulillah, Sabiq suka dengan mainan tersebut. Dan setelah beberapa kali diajarkan cara memainkannya, Sabiq langsung bisa. Meskipun kalau urutan ringnya diacak, Sabiq belum bisa memasukkannya dengan sempurna. Tetapi kalau ketujuh ring donut tersebut diurutkan sesuai ukurannya, Sabiq bisa memasukkan semuanya dengan sempurna.

sabiq bermain ring donut

Barangkali nanti Sabiq akan membuat catatan harian tersendiri terkait mainan-mainan yang dimilikinya di Sabiq’s Diary.

Seperti yang saya katakan di awal, tema cirle kali ini adalah yang termudah. Bahkan, foto-foto yang saya upload untuk weekly photo challenge sebelum-sebelumnya terdapat juga objek yang memiliki bentuk seperti lingkaran. Berikut adalah beberapa di antaranya (klik gambar untuk ceritas lebih lengkapnya) :

Karya Satya Lencana
Karya Satya Lencana

Di dalam kubah masjid Di dalam kubah masjid


Lihat Juga Foto Weekly Photo Challenge Lainnya :

21 thoughts on “Circle : Ring Donut

  1. Gara Januari 2, 2016 / 23:08

    Ih beda harganya jauh banget, padahal itu ITC lho, apa kabar kalau mal-mal yang mentereng dan berkilauan itu ya Mas, mungkin harganya bisa ratusan ribu atau bahkan jutaan. Memang pasar tradisional itu paling mak nyuss!
    Mainannya memang seru, tapi saya penasaran, masa kalau susunannya diacak nanti ada ruang kosong? Kan tebalnya sama semua? Oh ruang kosong maksudnya yang di sebelah atas mungkin ya? Lho kok malah saya yang penasaran :hehe.

    • jampang Januari 3, 2016 / 04:16

      iya, lumayan, Gar. kurang tahu juga deh. iya, kalau mainan sepertinya lebih murah di pasar tradisonal… cuma mungkin ada juga yang kwalitasnya beda.

      tongkanya itu antara bagian bawah dengan bagian atas nggak sama besar, Gar. bagian atas lebih kecil dibandingkan dengan bagian bawah. begitu pula diameter masing-masing cincin. yang ukurannya lebih kecil, diameternya juga lebih kecil.

      jadi, kalau susunannya nggak tetap, maka ada ruang kosong di tengah-tengah… sayangnya saya nggak sempat foto ketika hasil karya sabiq menghasilkan yang seperti itu

      • Gara Januari 4, 2016 / 20:45

        Hmm… kayaknya saya harus coba sendiri Mas #eh.

      • jampang Januari 5, 2016 / 08:10

        silahkan😀

        pengennya seh upload videonya…. di youtub, cuma filenya terlalu besar

    • jampang Januari 3, 2016 / 04:11

      sabiq lagi masa-masa meniru, jadi apa yang dia lihat cepat ditiru

      • ndu.t.yke Januari 3, 2016 / 05:45

        Alhamdulillah. Insyaalloh banyak niru yg baik2🙂

      • jampang Januari 3, 2016 / 05:46

        Ya asal dicontohin yg baik2. Cuma kadang nggak nyadar ngelakuin yg kurang baik ….. Hiks. Harus ekstra hati-hati

      • ndu.t.yke Januari 3, 2016 / 05:49

        Jadi rem juga buat ortu nya yaa?😀

      • jampang Januari 3, 2016 / 05:50

        Iya.😀

  2. ade_jhr Januari 3, 2016 / 15:28

    Yang udah masuk ke mall tu pasti harganya beda hehe.. Di minimarket denga warung aja bisa selisi seribuan untuk air mineral botol 600ml-an.

    Aku suka yg kubah masjid itu mas. Bagus.

    • jampang Januari 3, 2016 / 17:26

      Iya. Meskipun yang di mall itu bukan di dalam super/hyper marketnya, cuma kios aja… Tp ya tetep mahal. Ongkos sewa tempatnya juga beda.

      Kubah masjid kebanyakan jarang dihias. Jadi kalau ada yg dihias… Beda banget kesannya.

  3. boemisayekti Januari 3, 2016 / 20:28

    sudah saya duga,pasti mainannya si kecil😀

    • jampang Januari 4, 2016 / 04:57

      Iya mbak. Mainan terbaru si kecil

  4. dani Januari 4, 2016 / 08:11

    Salah fokus saya Bang. Malah mupeng kangen ama sojongnya. Hihihi.

    • jampang Januari 4, 2016 / 09:18

      😀
      saya sendiri belum pernah makan tempat, mas. paling cuma beli buah, pecel atau somay… atau toto… terus bawa makan di ruangan

  5. capung2 Januari 4, 2016 / 10:36

    Mainan yg edukatif tentunya.

    • jampang Januari 4, 2016 / 10:50

      iya, mas. untuk melatik gerak motoriknya…. eh bener enggak yah istilahnya…. *sok teu nih*

  6. blog arikus Maret 1, 2016 / 20:09

    Lebih baik mainan seperti ini Mas, daripada membiasakan anak-anak untuk terbiasa akrab dengan gadget..

    • jampang Maret 2, 2016 / 08:19

      iya. bisa akrab dan saling komunikasi. kalau gadget kan mainnya diam-diam

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s