Sabiq’s Diary : Mainanku

mainan-mainan sabiq
Aku memiliki banyak mainan. Tentu saja, Abi dan Ummi yang membelikan untukku. Bahkan ada beberapa mainan yang sudah diniatkan untuk diriku meskipun aku belum lahir. Mainan yang kumaksud itu berupa boneka kelinci dan boneka jari. Keduanya adalah hadiah yang didapatkan Abi karena memenangkan lomba blog atau giveaway. Sayangnya, aku kurang suka dengan boneka kelinci. Mungkin karena warnanya yang kurang menarik bagiku. Sementara boneka jari, hanya sesekali saja aku meminta Abi atau Ummi memainkannya.

Teether berbentuk kereta api adalah mainan pertama yang dibelikah oleh Abi dan Ummi. Saat itu aku sedang masa-masanya senang menggigit-gigit sesuatu. Daripada aku menggigit benda-benda yang membahayakan, maka lebih baik aku menggigit teether. Tapi kini, aku hampir tak pernah lagi memainkan teether tersebut. Keberadaannya pun entah ke mana. Mungkin terselip di antara mainan-mainanku yang lain.

Mainan berikutnya yang dibelikan Abi dan Ummi adalah rattle ball dan boneka kelinci yang bisa mengelukan suara serta menyala.

Rattle ball adalah mainan untuk bayi berbentuk bola tetapi tidak seperti bola pada umumnya. Bolong-bolong. Mungkin itu untuk memudahkan aku untuk belajar memegang. Warnanya sangat menarik. Ada merah, biru, dan kuning. Kalau digerakkan, ada suara yang keluar yang bersumber dari semacam lonceng di dalamnya.

Lain lagi dengan boneka kelinci yang dibeli bersamaan dengan rattle ball. Aku suka. Sebab warnanya cerah, bisa mengeluarkan cahaya dan ada lampu yang menyala jika tombolnya kutekan. Dahulu, aku menekan tombol itu dengan cara memukul menggunakan telapak tanganku. Tetapi sekarang aku bisa menakannya dengan jari telunjukku.

Mainan berikutnya berupa kereta api yang dibelikan Abi di pasar kecil yang berada di belakang kantor tempat Abi kerja. Awalnya aku takut sebab suaranya cukup keras dan bisa berjalan sendiri. Namun lama-kelamaan aku jadi berani dan senang memainkannya. Kadang aku mengejar mainan kereta tersebut. Kadang aku hanya memegangnya sambil memperhatikan salah satu bagiannya yang selalu berputar-putar. Karena sering sekali aku mainkan, baterenya sudah diganti beberapa kali.

Mobil-mobilan adalah mainan yang berikutnya kumiliki. Abi dan Ummi membelikannya ketika pergi ke ITC. Satu kotak isinya ada empat mobil kalau tidak salah. Warnanya bermacam-macam. Mulanya, aku belum bisa memainkannya dengan benar. Aku hanya memegang dan menjalankannya di lantai, di daun pintu, atau di tembok. Namun beberapa hari yang lalu, setelah Abi ajarkan cara memainkannya, aku sudah bisa memankan mobil-mobilan tersebut dengan benar. Mobil mainan tersebut aku pegang dengan tangan kananku, lalu aku tarik ke belakang, kemudian aku lepaskan atau mendorongnya, mobil-mobilanku pun langsung berjalan sendiri.

Mainan terakhir yang dibelikan Abi di tempat yang sama dengan tempat membeli kereta adalah ring donut. Mainan ini dari plastik berbentuk seperti cincin besar. Ada tujuh buah cincin dengan ukuran dan warna yang berbeda-beda dan dilengkapi dengan sebuah stick atau semacam tongkat. Cara memainkannya adalah memasukkan ketujuh cincin tersebut ke dalam togkat sesuai dengan ukurannya dari yang paling besar hingga yang paling kecil agar bisa masuk semua. Jika urutannya tidak sesuai, maka akan ada ruang yang kosong dan tidak semua cincin bisa masuk.

Ring donut ini adalah mainan yang paling sering aku mainkan. Kadang aku memainkannya dengan cara yang benar yaitu memasukkan setiap cincin dengan urutan yang benar. Kadang posisi cincinnya tidak urut. Kadang aku melempar-lempar cincin tersebut untuk melihatnya berputar atau menggelinding di lantai selama beberapa saat.

Berikut adalah video yang direkam oleh Abi untuk mengabadikan aksiku bermain ring donut.

Sebenarnya adalagi mainan lain yang kumiliki. Namun aku tidak begitu sering memainkannya. Bahkan ada pula benda-benda yang sebenarnya bukan mainan untukku namun sering kujadikan mainan seperti tutup gelas, bungkus minyak telon, bahkan kadang sisir Abi kujadikan mainan. Intinya, aku suka dengan mainan.😀


Baca Juga Diaryku Lainnya :

3 thoughts on “Sabiq’s Diary : Mainanku

  1. zilko Februari 3, 2016 / 17:12

    Ring donut ini sepertinya mainan sepanjang masa ya. Dulu sewaktu kecil aku juga punya mainan ini, hehehehehe😀

    • jampang Februari 4, 2016 / 08:07

      mungkin begitu, om. tapi…. waktu Abi masih kecil, sepertinya Abi nggak main ring donut seperti kita, om😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s