#FFKamis – Di Balik Gerimis

di balik gerimis
“Hati-hati!” teriakku kepada anak lelaki yang memperkenalkan diri dengan nama Abimanyu.

Sejak tadi dia berjalan dan melompat-lompat di bawah gerimis yang tak kunjung reda. Sementara diri ini berlindung di bawah payung hitam dan melangkah hati-hati karena tak ingin tubuh dan pakaianku basah.

Dia menoleh ke arahku dan menghentikan aktifitasnya. Dia berdiri seperti menungguku.

Ketika kakiku sejajar dengan kakinya, dia melangkah mengiringiku.

“Sepertinya, kamu senang sekali dengan gerimis?” tanyaku.

“Iya, Kak!” jawabnya.

“Mengapa?”

“Gerimis adalah nikmat Tuhan, Kak.”

Jawaban yang menohok hatiku.

“Semakin lama gerimis apalagi hujan, semakin banyak uang yang bisa kukumpulkan agar bisa membeli makan untukku dan ibu,” sambungnya.


Baca Juga #FF100Kata Lainnya :

27 thoughts on “#FFKamis – Di Balik Gerimis

  1. titintitan Februari 11, 2016 / 14:54

    kapan kapan ikutan aaah :D. tapipendek bgt ginih yah?

    • jampang Februari 11, 2016 / 15:35

      Ayo ikutan. Iya…100 kata pas. Nggalebih nggak kurang

  2. Gara Februari 11, 2016 / 15:16

    Ojek payung… kalau hujan mereka muncul secara tiba-tiba dengan payung-payung besar tapi kalau hujan sudah reda, mereka pun menghilang secepat kemunculan hujannya. Mereka anak-anak yang kuat juga, sebab tidak sakit padahal hujannya sederas itu… meski kita tidak tahu juga sih apakah mereka tetap sehat setelah sering bekerja di bawah hujan.

    • jampang Februari 11, 2016 / 15:35

      Yup. Ojek payung.

      Ya mudah2an aja mereka tetap sehat setelah bekerja jadi ojek payung

      • Gara Februari 11, 2016 / 15:37

        Amin :)).

      • jampang Februari 11, 2016 / 15:50

        😀

    • Firsty Chrysant Februari 11, 2016 / 22:18

      Sama2 mempunyai bahasa yang bagus dan puistis, jadi sama2 tau maknanya ya…? Aku td ngga kepikiran ojek payung, hehe… 🙂

      Aku mikirnya… Emang hujan itu indah, hehe… 🙂

      • jampang Februari 12, 2016 / 08:12

        petunjuknya berupa uang itu, uni. yang menandakan anak itu adalah ojek payung

      • Firsty Chrysant Februari 12, 2016 / 09:56

        iyaaah, ngehnya belakangan, hehe… pas udah baca komen gara… 🙂

      • jampang Februari 12, 2016 / 10:16

        😀

      • Gara Februari 12, 2016 / 11:28

        Iya, hujan memang indah banget Mbak :hehe.

  3. capung2 Februari 11, 2016 / 16:32

    Hujan mmg membawa keberkahan.

  4. winnymarlina Februari 11, 2016 / 16:35

    berkah buat ojek payung yah mas kadang heran datang nya darimana tiba-tiba ada aja

    • jampang Februari 11, 2016 / 16:46

      Mgkn seperti ada gula ada semut. Seblm gula jatuh, nggak ada semut… Begitu ada gula yg tercecer… Langsung deh semut datang 😀

      • jampang Februari 18, 2016 / 20:00

        Terima kasih 😀

  5. Orin Februari 11, 2016 / 16:55

    suka aku ajakin pake payung bareng, etapi biasanya mereka malah ga mau 😦

    • jampang Februari 11, 2016 / 16:59

      Kira2 kenapa yah? Apa krn mereka memang suka hujan-hujanan?

      • Siti Lutfiyah Azizah Februari 11, 2016 / 22:11

        Kalo dari yg pernah ngobrol gitu: si anak sungkan apalagi kalau bajunya aja udah basah atau bisa jadi emang pengen maen hujan..

      • jampang Februari 12, 2016 / 08:12

        ya…. mungkin begitu yah 😀

    • jampang Februari 12, 2016 / 08:13

      ya biarkan saja. masa mau dikeluhkan. tetap dinikmati 😀

  6. zilko Februari 11, 2016 / 17:46

    Hehehe, ojek payung yah 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s