[Prompt#102] Empat Ekor Ikan Bandeng

lampion

Menjelang imlek, deretan pedagang bunga di pinggir Jalan Rawa Belong akan berubah menjadi deretan pedagang ikan bandeng. Tentu saja, bandeng yang mereka perdagangkan bukan bandeng biasa. Bandeng jumbo. Bandeng dengan ukuran sangat besar.

Kupikir, tak ada salahnya jika aku membeli beberapa ekor bandeng jumbo tersebut untuk kuberikan kepada A Pa, A me, dan para adik iparku. Meski mereka berbeda keyakinan denganku dan istriku, mereka tetap keluargaku juga. Memberikan hadiah kepada mereka, tak akan merusak akidahku.

Kupilih beberapa ekor ikan bandeng jumbo yang paling segar. Setelah menimbang dan menawar harga, segera kubawa ikan bandeng jumbo tersebut menuju rumah A Pa dan A me. Tak lupa kuberitahukan istriku di rumah.

Rumah A Pa dan A me terlihat sepi. Sepertinya adik-adik iparku belum pulang bekerja dan kuliah. Kuketuk pintu sambil memanggil A Pa dan Ame.

“Siapa?” terdengar suara A Pa dari dalam rumah.

“Saya, A Pa! Amir!” jawabku.

“O. Masuk-masuk!” A Pa mempersilahkan diriku masuk. “Biyu tak ikut?”

“Tidak, A Pa. Saya sendiri. Biyu di rumah,” jawabku. “A Pa, ini ada ikan bandeng. Tadi saya beli di Rawa Belong. Barangkali kalau dimasak sama A Pa atau A Me bisa jadi menu yang super sedap!”

“Wah, terima kasih. Terima kasih!” jawab A Pa sambil tertawa gembira menerima kantong palstik berisi ikan bandeng dariku.

Sesaat setelah berpindah tangan, A Pa membuka kantong plastik untuk melihat isinya.

Tiba-tiba, wajah A Pa mendadak berubah pucat.

Si!” teriak A Pa. “Amir kau mau A Pa mati seperti bandeng ini?” tanya A Pa dengan nada tinggi.

Aku tak mengerti mengapa A Pa marah dan berkata demikian. Apakah aku melakukan kesalahan? Aku tak menjawab. Aku diam dalam kebingunganku.

Tiba-tiba handphoneku berdering. Istriku memanggil.

“Biyu!”

“Kakak!” suara istriku terdengar dari seberang. “Kalau mau memberikan A Pa dan A Me ikan bandeng, jumlahnya jangan empat ekor yah! Itu angka sial bagi mereka.”

Prompt #102: 我征服

 


Baca JugaFlash Fiction Lainnya :

26 thoughts on “[Prompt#102] Empat Ekor Ikan Bandeng

    • jampang Februari 15, 2016 / 13:21

      iya, pak. angka empat, dalam pelafalannya di bahasa cina suaranya mirip dengan kata yang artinya mati.

  1. Susie Ncuss Februari 15, 2016 / 15:23

    =))
    klo ngasih hadiah ke yang beda budaya atau agama memang harus hati2 ya…😄

    • jampang Februari 15, 2016 / 17:52

      Kurang lebih begitu, mbak

  2. zilko Februari 15, 2016 / 15:23

    Hehehe, sama seperti nomor lantai bangunan disana yang mana angka 4 biasanya dilompati😛

    • jampang Februari 15, 2016 / 17:52

      Nah… Itu… Anti sama yg berbau2 empat

  3. capung2 Februari 15, 2016 / 23:45

    Bru tahu nih ttg hal ini.😀

    • jampang Februari 16, 2016 / 08:58

      semoga bermanfaat, mas😀

      • capung2 Februari 16, 2016 / 09:12

        Trims kawan @jampang

      • jampang Februari 16, 2016 / 09:19

        sama-sama, mas

  4. shintadarmawan Februari 16, 2016 / 01:10

    Wahh padahal niatnya sebenernya baik ya… Angka empat emang sering di bilang angka sial ya.

    • jampang Februari 16, 2016 / 08:57

      iya mbak. menurut tradisi cina, angka empat memang dianggap angka sial. sebab pelafalannya sama seperti pengucapan kata yang artinya mati

  5. adelinatampubolon Februari 18, 2016 / 14:29

    yaa gitu yach, aku pernah dengar sich tapi nga ngeh juga kalau angka tersebut nyangkut kesemua hal hiksss..

    • jampang Februari 18, 2016 / 19:56

      Kurang tahu juga seh, mbak😀
      Yg sudah jelas seh terkait lantai bangunan/gedung. Ada yg sama sekali nggak mau nomorin dengan angka yg ada unsur 4-nya

  6. wisnuwidiarta Februari 23, 2016 / 10:50

    Lost in culture.. Termasuk ngasih uang kondangan jangan pake amplop putih. Tapi merah!

    • jampang Februari 23, 2016 / 11:36

      iya. amplopnya beda

    • jampang Februari 23, 2016 / 13:38

      beda dengan yang umumnya di sini, kuning sebagai tanda kematian

      • jampang Februari 23, 2016 / 16:21

        lain lubuk lain ikannya…. lain padang lain ilalang… eh apa belalang yah?

      • wisnuwidiarta Februari 24, 2016 / 11:07

        Lain ladang lain belalang🙂

      • jampang Februari 24, 2016 / 17:02

        ooo… ya itu, maksudnya

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s