#FFKamis – Perempuan Penunggu Peron

stasiun kereta api

“Apa kau masih berharap dirinya akan datang dan menemuimu di stasiun ini seperti yang biasa dia lakukan dahulu?”

Kau membisu.

“Dia tidak akan pernah datang lagi! Selamanya!”

Kau membatu.

“Kau tak mau menerima penjelasanku? Terserah! Aku memang bukan siapa-siapa. Tapi setidaknya dengarkanlah penjelasan ibumu!”

“Yanti!”

Ah, akhirnya ibumu datang. Syukurlah. Rantai di leherku terasa mencekikku karena terlalu bersemangat memberikan penjelasan kepadamu.

“Hari sudah sore, mari pulang, Nak!”

Kau masih tak beranjak dari tempat dudukmu.

“Kamu tidak akan bisa menemui suamimu lagi di sini. Dia sudah pergi untuk selama-lamanya. Ikhlaskanlah, Nak!” bujuk ibumu sambil meraih ujung rantai pengikat leherku. Kuhentikan gonggonganku.


Baca #FF100Kata Lainnya :

16 thoughts on “#FFKamis – Perempuan Penunggu Peron

  1. Vanda Kemala Februari 18, 2016 / 22:21

    1. Ini obrolan sama siapa? Diri sendiri atau orang lain?

    2. Kalau misal diri sendiri, kok bisa dengan kondisi ada rantai di leher, tapi jalan-jalan ke stasiun? Hehehe

    • jampang Februari 18, 2016 / 22:23

      Itu dialog anjing sama istri tuannya😀

  2. abah shofi Februari 19, 2016 / 03:46

    Ooo… ternyata yang di ikat lehernya itu dog ya..😀 baru ngeh setelah baca komennya ..

    • jampang Februari 19, 2016 / 10:17

      iya. sepertinya ada yang kurang clue di cerita. jadinya saya edit sedikit

      • abah shofi Februari 19, 2016 / 17:48

        nanti ada sambungannya gak bang ?

      • jampang Februari 19, 2016 / 17:56

        Enggak. FFKamis ini cuma menuhin tantangan tiap hari kamis aja, sesuai dengan tema yg dilempar admin di twitter @mondayFF

  3. zilko Februari 19, 2016 / 05:08

    Hehehe, bagi si istri tuannya anjingnya cuma menggonggong aja kali yah😛 .

    Btw, foto peronnya cantik!!🙂

    • jampang Februari 19, 2016 / 10:11

      iya, mas. saya edit sedikit ceritanya. nambahin kata gongong😀

      gambarnya saya ambil dari web gratis yang nggak butuh pasang attribute

  4. winnymarlina Februari 19, 2016 / 09:52

    kak dimana itu kok bagus bgt stasiunnya

    • jampang Februari 19, 2016 / 10:08

      saya ngambil gambar dari web gratis yang nggak perlu pasang attribute apa-apa, mbak😀

  5. Grant Februari 19, 2016 / 20:42

    baca dua kali baru ngeh ceritanya. kasihan ya si Yanti.😥

    • jampang Februari 20, 2016 / 20:34

      akhirnya ada yang mengerti juga.

      iya, mbak

  6. febridwicahya Februari 20, 2016 / 13:07

    Eh ._. jadi ini nyeritain tentang anjing ya mas ._.

  7. Onix Februari 22, 2016 / 09:32

    kereen, saya kira manusia, taunya Yanti itu anjing, hadoeh :))
    btw, harus baca sekali lagi biar dapet pahamnya wkwk

    • jampang Februari 22, 2016 / 10:45

      memang sudut pandangnya agak membingungkan😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s