Luminox dan Cerita Para Penghuninya

Saat awal-awal bekerja, saya tidak mengenakan tas saat ke kantor. Sebab barang bawaan saya tak banyak. Hanya dompet yang bisa dimasukkan ke dalam saku celana. Namun seiring waktu, tas menjadi teman setia saya ketika ke kantor. Apalagi ketika saya mendapatkan jatah sebuah laptop dari kantor untuk menyelesaikan pekerjaan tambahan karena saat itu setiap pegawai harus antri jika ingin memakai komputer. Di masa itu, jumlah komputer tak sebanding dengan jumlah pegawai.Tak mungkin saya membawa laptop tanpa membawa tas, kan?

Hingga sekarang, membawa tas seperti menjadi sebuah keharusan bagi saya ketika berangkat ke kantor. Isinya  tentu saja bukan lagi laptop. Isinya bisa berubah dari hari ke hari sesuai keinginan dan kebutuhan saya. Bahkan beberapa kali saya membawa tas meskipun tak ada satupun barang yang menghuninya. Tanpas tas, saya seperti merasakan ada sesuatu yang hilang. Merasa tak lengkap. *Halah!* Meskipun demikian, tetap saja saya pernah juga sesekali berangkat ke kantor tanpa membawa tas.

Nah, jika saya membawa tas ke kantor, apa saja yang menjadi penghuni di dalamnya?

Sebelum menceritakan benda apa saja yang menjadi penghuni ada di dalam tas, saya perlihatkan dahulu penampakkan tas yang saya bawa pada hari Kamis kemarin tanggal 18 Februari 2016.

luinox-1

Belum terlihat jelas? Baiklah, saya akan perbesar penampakkannya.

luminox-2

Sudah cukup jelas, kan?

Akhir-akhir ini, saya lebih sering mengenakan tas selempang berwarna coklat merek “Luminox” ini dibandingkan dengan tas ransel yang saya lebih dahulu saya miliki. Saya jadi sering mengenakannya karena ternyata benda yang hampir setiap hari saya bawa bisa masuk ke dalamnya.

Tas “Luminox” tersebut berada di tangan saya sejak bulan bulan Oktober tahun 2014. Namun baru akhir-akhir ini sering mengenakannya. Saya tidak tahu harganya. Sebab saya tidak membelinya.  Saya mendapatkan tas tersebut dari sebuah acara Forum Eksekutif Kepala Seksi Penagihan di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak yang dilaksanakan di Lombok. Tas tersebut menjadi salah satu souvenir yang diberikan panitia kepada para narasumber. Dan saat itu, saya menjadi salah satu narasumbernya. *uhuk!*

Cukup bahasan tentang tas yang saya kenakan. Sekarang lanjut membahas benda apa saja yang menjadi penghuni tas saya di tanggal 18 Februari 2016 kemarin.

..:: Lunch Box

lunch boxBenda inilah yang hampir setiap hari saya bawa ke kantor yang ternyata bisa ditampung di dalam tas selempang saya. Hal itulah yang menyebabkan akhir-akhir ini saya jadi lebih sering mengenakan selempang di banding tas ransel.

Saya rutin membawa lunch box merek Tupperware tersebut meski sebenarnya saya bukanlah pemiliknya. Lunch box tersebut milik Minyu. Saya rutin membawanya setelah mendapatkan izin dari Minyu dan sejak Minyu mulai berkreasi di dapur sendiri.

Hampir setiap hari Minyu memasak untuk keperluan sarapan, makan siang, dan makan malam kami berdua. Bahkan untuk Sabiq. Untuk bekal makan siang saya di kantor, Minyu menyiapkan bekal di dalam lunch box tersebut.

..:: Hardisk Eksternal

hd-eksternalHardisk eksternal merek Spectra Flash dengan kapasitas bersih 232 GB ini saya miliki sejak tahun 2009. Harganya saat itu mungkin sekitar enam ratus ribuan. Hardisk ekternal ini merupakan hardisk eksternal kedua yang saya miliki. Kehadirannya sebagai backup dan juga pelengkap hardisk ekternal pertama saya yang berkapasits hanya 100 GB yang saya beli di tahun 2006-2007 seharga delapan ratus ribuan.

Saya memanfaatkan Hardisk eksternal ini untuk menyimpan file-file  berukuran besar. Misalnya file instalasi dan backup aplikasi. Namun sebagian besar berisi file foto dan film-film lama yang masih belum sempat saya tonton.

..:: Flashdisk

flashdiskFlashdisk dengan merek Sandisk berukuran 4 GB ini merupakan souvenir yang saya terima ketika menjadi peserta acara workshop jurnalistik sekitar bulan November 2014 yang lalu. Karena kapasitasnya tidak terlalu besar, saya menggunakan flashdisk ini untuk menyimpan file-file pekerjaan yang ukurannya kecil semisal file presentasi, modul, atau buku panduan penggunaan aplikasi. Namun adakalanya juga saya gunakan untuk menyimpan beberapa file film. Tentunya tidak bisa dalam jumlah banyak. Sebab kapasitas flashdisk ini sangat terbatas.

..:: Charger dan Kabel Data

chargerKedua benda ini merupakan satu paket dengan smartphone Lenovo A6000+ yang saya beli di bulan-bulan terakhir tahun lalu. Saya merasa sedikit aneh ketika mengetahui bahwa warna charger dan kabel data tersebut berwarna putih sementara smartphone-nya berwarna hitam. Biasanya warna ketiganya senada. Mungkin kebiasaan tersebut sudah tidak berlaku lagi.

Sesuai fungsinya, saya menggunakan benda ini untuk mencharge smartphone saya dan mentransfer file dari handphone ke PC atau sebaliknya. File yang biasa saya transfer adalah foto yang saya ambil dengan kamera smartphone untuk kemudian saya jadikan ilustrasi tulisan di blog. Seperti pada tulisan ini, semua ilustrasi tulisan ini saya ambil dengan kamera smartphone dan kemudian saya transfer menggunakan kabel data ke laptop.

..:: Tongsis

tongsis Saya tak membawa benda ini setiap hari. Saya membawanya di hari Kamis kemarin karena saya akan menggunakannya untuk selfie bersama Syaikhan. Sebab hari itu sudah saya rencanakan untuk berkunjung ke Depok dan bertemu Syaikhan. Sayangnya, saya tidak sempat menggunakan tongsis tersebut saat bersama Syaikhan. Kami tak sempat selfie.

Tongsis dengan tulisan “Monopod Made in China” tersebut saya beli di bulan November 2015 seharga dua puluh lima rupiah. Beberapa hari sebelum saya mengajak Sabiq ke kebun binatang di hari ulang tahunnya. Di Kebun Binatang Ragunan itulah kali pertama saya menggunakan tongsis tersebut.

Awalnya, tongsis tersebut memiliki kabel dan colokan yang bisa dipasangkan ke smartphone serta tombol yang bisa digunakan untuk mengambil foto selfie sehingga tidak perlu lagi menggunakan timer. Sayangnya, ketika saya coba di toko, colokan tersebut tidak terdeteksi oleh smartphone saya. Menurut si penjual, memang tidak semua merek smartphone cocok dengan colokan tersebut. Si penjual juga menyebutkan merek smartphone yang biasanya cocok dengan tongsis tersebut yang ternyata bukan merek yang punya.  Karena tak cocok dengan smartphone saya sehingga tidak bisa digunakan, akhirnya kabel tersebut saya potong.

..:: Mylanta

mylantaDua minggu yang lalu, saya terkena masuk angin. Bahkan beberapa kali muntah. Menurut Minyu, mungkin asam lambung saya naik sehingga muntah. Setelah agak baikan, Minyu meminta saya membawa obat maag kunyah tersebut ke kantor. Untuk berjaga-jaga, katanya, kalau-kalau asam lambung saya naik lagi agar tidak muntah dan bisa makan siang sehingga perut tidak kosong. Mungkin minggu depan, obat ini tidak lagi menjadi penghuni tas saya. Alhamdulillah saya sudah sembuh.

..:: Kantong Plastik

kantong plastikDi musim hujan seperti sekarang, benda yang satu ini sangat penting bagi saya. Meskipun kecil dan bukan barang baru alias bekas, kantong plastik ini bisa menjadi pelindung hardisk eksternal, flashdisk, charger dan kabel data, mylanta, smartphone, bahkan dompet saya dari kebasahan ketika hujan.

Saya memang tidak suka mengenakan jas hujan di kala hujan turun. Saya lebih senang basah-basahan saat hujan. Karena tak ada jas hujan, maka saya membawa kantong plastik yang akan saya gunakan ketika hujan turun. Semua benda yang tidak boleh basah seperti smartphone, flashdisk, hardisk eksternal, charger, dan kabel data akan saya masukkan ke dalan kantong plastik baru kemudian saya masukkan ke dalam tas. Dengan demikian, semua benda-benda tersebut akan terlindungi dari kebasahan.

Demikianlah cerita mengenai tas saya beserta penghuninya. Bagaimana dengan tas Anda? Benda apa saja yang menjadi penghuninya?

 


Tulisan Terkait :

30 thoughts on “Luminox dan Cerita Para Penghuninya

  1. Nafarin Muhammad Februari 20, 2016 / 22:49

    saya selalu bawa tas juga ketempat kerja om.. buat bawa bekal makan. ya isinya kurang lebih juga sama kaya om.. smoga menang give away nya..

    • jampang Februari 21, 2016 / 05:22

      Ternyata isinya nggak jauh beda yah😀
      Terima kasih…. Aamiin

  2. ayanapunya Februari 20, 2016 / 22:57

    Saya kalau ke kantor malah pakai tas ransel eager yang besar itu. Isinya padahal nggak terlalu banyak😀

    • jampang Februari 21, 2016 / 05:21

      Tadinya juga pakai ransel mbak. Cuma ya belakangan ini pakai tas selempang itu. Isinya seh kurang lebih sama

    • jampang Februari 21, 2016 / 05:22

      Lho, Mbak nggak ikutan?

      • ayanapunya Februari 21, 2016 / 05:49

        Nggak, mas. Nggak sempat bikin. Saya kalau di rumah malas buka laptop. He

  3. ihwand Februari 20, 2016 / 23:10

    Hihihi lunch box kita samaan Mas, aku punya dua sih sebenarnya. Satunya warna hitam buat bergantian pakainya.

    • jampang Februari 21, 2016 / 05:20

      Saya cuma satu. Itu pun punya istri😀

    • jampang Februari 21, 2016 / 05:20

      Terima kasih, mbak

  4. ihwand Februari 20, 2016 / 23:11

    lunch box kita sama Mas. saya punya dua sebenarnya, satuna warna hitam. dipakai gantian sesuai porsi bekalnya😀

    • jampang Februari 21, 2016 / 05:20

      Ternyata model itu banyak yg punya. Di satu seksi di tempat saya ada empat orang yang punya model dan warna begitu😀

  5. zilko Februari 21, 2016 / 02:46

    Setuju banget!

    Beberapa hari lalu aku sengaja tidak membawa tas ke kantor karena memang tidak ada yang perlu dibawa dengan tas. Rasanya aneh banget! Berasa ada sesuatu yang ketinggalan (padahal semua yang aku butuhkan sudah aku bawa)!! Hahaha😆

    • jampang Februari 21, 2016 / 05:18

      Nah… Ada yang punya perasaan yg sama kalau nggak bawa tas ke kantor😀

  6. dani Februari 21, 2016 / 16:53

    Waaaah… masih membawa-bawa hard disk. Saya udah gak berani Bang bawa hard disk. Takut terjadi hal-hal tidak diinginkan dijalan. Huehehe.. Kalo bener-bener perlu aja saya bawa,.😀

    • dani Februari 21, 2016 / 16:54

      Oiya, semoga menang ya Bang

      • jampang Februari 22, 2016 / 08:15

        terima kasih, mas

    • jampang Februari 22, 2016 / 08:16

      kalau nggak dbawa, dipastikan jarang dipakai, mas. takutnya kalau nggak dipakai malah rusak😀
      ya mudah2an kita selalu dibawah lindungan Allah sehingga selalu aman di jalan sampai tujuan dan kembali ke rumah

  7. museliem Februari 21, 2016 / 18:28

    Hahaha tongsis……😛

    Klo aku isinya obat2an sama musik player dan buku, buat membunuh bosan klo lagi nunggu bis or kereta..😛

    • jampang Februari 22, 2016 / 08:15

      itu dibawanya nggak setiap hari koq… karena ada keperluan aja makanya dibawa😛

  8. Akhmad Muhaimin Azzet Februari 22, 2016 / 09:04

    Saya juga suka membawa tas seukuran itu, Bang, rasanya kok praktis gitu. Dan, saya suka banget pada bagian yang merasakan hujan dan membungkus tas dengan plastik kresek itu. Seger🙂

    • jampang Februari 22, 2016 / 09:28

      nah… itu sensasinya berbasah2an di bawah hujan.
      tapi harus inget juga kondisi badan seh😀

  9. alrisblog Februari 22, 2016 / 12:22

    Tas saya cuma bawa lepi, charger lepi, hardisk eksternal, dan flashdisk. Tas saya itupun diberi gratis waktu beli lepi. Karena deket tempat gawe ada warung makan, jadi saya gak bawa lunch box.

    • jampang Februari 22, 2016 / 14:21

      kalau beli laptop pasti dapat bonus tas ya, mas😀

  10. firafirdaus Februari 23, 2016 / 21:59

    Kalau maag, biasakan bawa makanan kecil kayak roti mas. Nyemil gitu. Kan kalo makan perwaktu makan itu intervalnya panjang, jadi mesti makan diantara waktu itu biar ga naik asam lambungnya mas..
    Gitu sih kalau menurut dokter dosenku🙂

    • jampang Februari 24, 2016 / 05:18

      Oooo, gitu ya, mbak. Baru tahu. Soalnya saya seh nggak ada gejala maag. Kemarin itu awalnya masuk angin, meriang. Terus nggak nafsu makan. Cuma bisa makan bubur buat sarapan dan makan roti buat makan siang. Alhamdulillah sekarang udah sehat lagi.

  11. Pungky Februari 26, 2016 / 11:38

    Diplastikin doang emang gak takut rembesss? Aku mah suka overprotective sama gadget dan kabel-kabelnya, jadi mending nunggu sampe hujan turun baru ngacir lagi hihi

    • jampang Februari 26, 2016 / 12:49

      Alhamdulillah, selama ini aman, mbak. Tas seh memang basah dan agak rembes ke dalam. Cuma nggak rembes nembus plastik.

  12. Waya Komala Maret 9, 2016 / 15:58

    Makasih banget udah ikutan ya mas.. makasih udah mau kasih liat isi tasnya😀
    Saya juga punya lunch box yang sama. Tapi sekarang dipake anak buat bawa bekal sekolah. Lebih irit dan higienis..

    • jampang Maret 9, 2016 / 20:34

      Sama-sama, mbak. Iya, betul, mbak. Lebih irit dan higienis.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s