Sabiq’s Diary : Berdiri Tapi Ngeri

sabiq belajar berdiri
Pelan tapi pasti, aku tumbuh lebih kuat dan lebih besar. Mungkin saja, pertumbuhanku tidak sama dengan pertumbuhan anak-anak lain yang seusiaku. Tak mengapa. Aku tidak sedang berlomba dengan mereka. Aku juga tidak bisa disamakan dengan mereka. Sebab, aku dan mereka bukanlah individu yang sama. Abi dan Ummiku jelas bukan ayah dan ibu mereka.

Saat ini, tenagaku semakin kuat. Aku sudah belajar bagaimana bangkit dari posisi berbaring ke posisi duduk. Abi dan Ummi yang melatihaku. Yang harus kulakukan adalah melakukannya sesering mungkin agar aku lebih mahir.

Aku sudah bisa bergerak dan berpindah tempat dengan cepat , tentunya dengan caraku sendiri. Bukan dengan merangkak, sebab aku tidak suka melakukannya. Aku juga belum bisa berjalan sendiri apalagi berlari. Saat ini, aku sedang berlatih untuk berdiri. Tentu saja Abi dan Ummi yang mengjajariku.

Terkadang aku berlatih berdiri dengan posisi menghadap ke tempat tidur atau meja dengan kedua tanganku memegang sisi tempat tidur atau meja. Jika aku berlatih dengan posisi seperti ini, aku bisa bertahan untuk berdiri cukup lama. Jika aku merasa lelah atau ada hal lain yang lebih menarik perhatianku, maka aku akan menjatuhkan tubuhku ke posisi duduk untuk kemudian ngesot ke arah sesuatu yang menarik perhatianku tadi.

Adakalanya, tertutama Abi, melatihku berdiri dengan posisi punggungku bersandar ke dinding atau tembok. Abi memang suka iseng. Setelah punggungku menempel di dinding, Abi kemudian melepaskan pegangan tangannya di tubuhku.

Selama beberapa saat, aku bisa berdiri sendiri. Namun, lama-kelamaan aku menjadi ngeri sendiri. Aku kemudian meminta Abi untuk memegangi tubuhku kembali.

Kini, karena rasa ngeri yang pernah kualami, aku jadi merasa kurang berani untuk berdiri dengan posisi menyandarkan punggungku ke tembok. Sedangkan jika berdiri dengan menghadap ke meja atau tempat tidur, aku masih berani. Bahkan ketika aku berada di atas sepedaku, aku sering berdiri dan duduk sendiri.

Mudah-mudahan, dengan seringnya aku latihan, aku akan cepat berdiri dengan sempurna dan selanjutnya aku bisa melangkah, berjalan, bahkan berlari. Aamiin.


Baca Juga Diaryku Lainnya :

8 thoughts on “Sabiq’s Diary : Berdiri Tapi Ngeri

  1. Febriyan Lukito Februari 22, 2016 / 16:27

    Wahh… Shabiq dah mulai diri sendiri ya… semangat Shabiq

  2. zilko Februari 22, 2016 / 18:34

    Hehehe, pelan-pelan yang penting belajar terus ya Sabiq😀 .

    • jampang Februari 23, 2016 / 11:54

      iya, om. pasti bisa. tunggu saja ceritaku selanjutnya😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s