Sabiq’s Diary : Memakai Sepatu Abi

sabiq main sepatu abi
Aku suka dengan mainan. Mainanku cukup banyak. Abi dan Ummi yang membelikan mainan-mainan tersebut. Namun, adakalanya aku memainkan benda-benda yang sebenarnya bukanlah mainan. Misalnya, bekas botol minuman, tutup gelas, dan piring plastik. Bagiku, memainkan benda-benda tersebut tak kalah seru dengan memainkan mainan yang sebenarnya.

Aku memainkan bekas botol minuman dengan cara memasang dan membuka tutup botolnya. Tentu saja aku belum bisa memasang tutup botol dengan benar. Jari-jari tanganku belum bisa memutar tutup botol sampai rapat. Karenanya, setelah kupasang, tutup botol tersebut pasti akan mudah terlepas. Yang jelas aku senang melakukannya. Aku akan melakukannya berkali-kali hingga aku bosan.

Sedangkan tutup gelas dan piring plastik, aku senang memainkannya dengan cara memutar-mutarnya di atas lantai. Saat berputar, keduanya akan mengeluarkan suara. Kalau aku yang memutar tutup gelas atau piring plastik, suaranya cuma sebentar, sebab putarn kedua benda tersebut akan cepat berhenti. Semantara kalau Abi atau Ummi yang memutarnya, suaranya akan terdengar cukup lama. Makanya terkadang aku meminta Abi atau Ummi untuk memutarkan tutup gelas dan piring plastik.

Nah, akhir-akhir ini, aku punya benda lain yang bisa kujadikan sebagai mainan baru. Benda tersebut adalah sepatu Abi.

Kalau berangkat ke kantor, Abi tidak mengenakan sepatu, melainkan sandal. Sepasang sepatu Abi ditinggal di kantor. Sementara sepasang lagi yang lebih baru ditinggal di rumah. Abi memakainya jika mendapat tugas di luar kantor saja, semisal mengajar atau dinas luar kota. Nah, ketika aku melihat sepatu Abi tersebut ditinggal di rumah, maka aku coba untuk mengenakannya.

Karena ukuran sepatu Abi jauh lebih besar dibandingkan kakiku yang kecil, aku bisa memasukkan kedua telapak kakiku ke dalamnya dan mengenakannya dengan mudah. Setelah kedua telapak  kakiku masuk ke dalam sepatu Abi, seperti seolah-olah aku memakainya, aku akan bergerak dengan cara ngesot.

Saat bergerak, tentu saja sepatu Abi yang kupakai akan mengeluarkan suara seperti suara langkah Abi ketika mengenakan sepatu tersebut.

Aku senang sekali mengenakan sepatu Abi. Mungkin apa yang aku lakukan menjadi pertanda bahwa aku sudah ingin sekali bisa berjalan sekaligus sebagai kode supaya Abi segera membelikan septu baru yang cocok untuk masa pertumbuhanku sekarang😀

Sebagai pelengkap diaryku kali ini, aku sertakan video aksiku ketika aku sedang mengenakan sepatu milik Abi yang direkam oleh Abi.


Baca Juga Diaryku Lainnya :

6 thoughts on “Sabiq’s Diary : Memakai Sepatu Abi

  1. Gara Maret 14, 2016 / 23:06

    Iya, minta dibelikan sepatu yang bagus sama Abinya, Sabiq :hehe. Pasti ada yang model dan ukurannya pas sehingga dirimu akan kelihatan lebih keren :)).

    • jampang Maret 15, 2016 / 08:19

      nanti mau cari lagi, om. akhir pekan kemaren baru dapat kemeja baru😀

      • Gara Maret 15, 2016 / 12:22

        Selamat yaa… jangan lupa ucapkan terima kasih pada Abi dan Umi :)).

  2. zilko Maret 15, 2016 / 20:34

    Hahaha, Sabiq sudah gak sabar pengen pake sepatu resmi kayaknya ya😀

  3. whypyou Maret 31, 2016 / 17:16

    ha ha ha … asli ngakak liat tingkahnya.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s