[Prompt#109] Mahar yang Harus Dibayar

stasiun kereta api
Aku akan memperbaiki diriku yang dahulu. Karenanya, aku datang ke stasiun ini untuk menggunakan Kereta Langlang Masa menuju masa laluku.

Di peron, nampak wajah-wajah ceria yang baru saja turun dari kereta. Dugaanku mereka telah berhasil memperbaiki masa lalu mereka untuk masa kini yang lebih baik.

Kulangkahkan kakiku menuju sebuah kursi panjang. Seorang lelaki sudah duduk di salah satu ujungnya. Kupikir, dia adalah seorang penumpang sepertiku. Wajahnya tak menampakkan keceriaan seperti para penumpang yang baru saja turun dari Kereta Langlang Masa.

“Sedang menunggu waktu berangkat, Mas?” tanyaku setelah duduk berjarak satu meter di sampingnya. Kupikir, berbincang-bincang dengan dirinya bisa mengurangi rasa bosan menunggu waktu keberangkatanku.

“Tidak. Aku baru saja kembali,” jawabnya. Nada suaranya seperti menyimpan beban yang teramat berat.

“Tetapi mengapa wajah Anda bersedih, tidak seperti orang-orang yang kulihat turun dari kereta?” tanyaku penasaran.

“Aku kembali kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan nyawa istriku yang meninggal dalam kecelakaan beruntun dalam perjalanan pulang ke rumah seusai resepsi pernikahan kami.”

Aku menyimak cerita lelaki yang belum kuketahui siapa namanya.

“Aku berhasil menyelamatkan nyawa istriku dengan mengundur waktu kepulangan kami dari acara resepsi,” sambungnya.

“Itu artinya usaha Mas berhasil!”

“Ya. Aku memang berhasil menyelamatkan nyawa istriku. Kami bisa tiba di rumah dengan selamat.”

“Lantas mengapa Mas tidak gembira?” tanyaku lagi.

“Sebab sesaat setelah aku dan istriku tiba di rumah, aku mendapatkan kabar bahwa ibuku mengalami kecelakaan beruntun dan meninggal di tempat dan waktu yang sama yang sebelumnya kami lewati.”

*****

Prompt #109 – Di Stasiun


Baca Juga Prompt Lainnya :

15 thoughts on “[Prompt#109] Mahar yang Harus Dibayar

  1. zilko April 6, 2016 / 17:12

    Artinya seseorang memang harus menerima dan ikhlas akan apa yang terjadi ya, termasuk kehilangan…

    • Dyah Sujiati April 6, 2016 / 17:54

      Kayaknya sih bukan di poin ikhlas kehilangan, tapi menerima bahwa apa pun yg terjadi yang telah ditetapkan Tuhan adalah yg terbaik. *sotoy 😂

      (^_^)

      • titintitan April 6, 2016 / 18:41

        *kayanya dua komen ini sama2 bener deh #ikutansotoy😀

      • jampang April 6, 2016 / 19:36

        Sepertinya seh memang begitu😀

      • jampang April 6, 2016 / 19:38

        Itu bukannya bagian dari ikhlas yah?

    • jampang April 6, 2016 / 19:37

      Kurang lebih begitu, mas

  2. Dyah Sujiati April 6, 2016 / 17:50

    Wah cakep ini pesan tersiratnya.
    Betewe itu stasiun di mana?

    • jampang April 6, 2016 / 19:37

      Terima kasih.
      Sepertinya di luar negeri. Saya nyomot dr web yg nyediain gambar 100% free😀

  3. titintitan April 6, 2016 / 18:43

    Fotonya kereeen mas.

    Keren jg critanya. Jd png bikin versi manusia di gerbong kereta tea😀

    • jampang April 6, 2016 / 19:36

      Fotonya sudah saya pakai sebelumnya, dapat di web gambar yg total free.

      Terima kasih. Nah, dicoba aja, mbak buat versi lain.

    • jampang April 7, 2016 / 08:16

      iya mbak. ikhlas ringan diucap tapi berat dilakukan

  4. kebomandi April 6, 2016 / 22:27

    Kok sedih bacanya 😷😷😷
    Apalagi ttg kehilangan orang tersayang 😢

    • jampang April 7, 2016 / 08:15

      saya dapatnya idenya yang begini seh, mbak. hiks…

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s