Sabiq’s Diary : Car Free Day

sabiq di bunderan hotel indonesia
10 April 2016

Pagi ini, aku diajak Abi dan Ummi ke Jalan Jenderal Sudirman untuk melihat-lihat suasana car free day. Seperti diriku, Abi juga baru pertama kali merasakan Jalan Jenderal Sudirman yang dipenuhi oleh para pejalan kaki, bukan disesaki oleh mobil, bus, dan sepeda motor. Kalau Ummi sudah kesekian kali.

Sekitar pukul tujuh, aku sudah siap dengan pakaian lengkap. Mulai dari topi, kaos, jaket, celana panjang, dan juga sepatu dengan kaos kaki. Kami berangkat dengan menggunakan sepeda motor. Agar lebih dekat dengan Bundaran Hotel Indonesia, Abi memilih rute melewati daerah Pemakaman Karet Tengsin. Di seberanhnya, ada sebuah alan masuk yang langsung tembus dengan lokasi di mana patung Jenderal Sudirman berdiri kokoh. Abi memarkirkan sepeda motor di halaman Masjid Al-I’tisham.

Aku diajak Abi berjalan mulai dari lokasi patung Jenderal Sudirman menuju Bunderan Hotel Indonesia lalu kembali ke tempat semula.

Tiba di lokasi, sudah banyak orang yang datang. Kulihat ada di antara mereka  yang sedang sarapan, berjualan, berjalan kaki, berlari, bersepeda, dan ada pula yang menggunakan skate board. Di salah satu lokasi, ada sekelompok orang yang sedang melakukan senam bersama-sama.

Aku juga melihat ondel-ondel. Bahkan ada ondel-ondel yang berjalan  mendekatiku. Aku tidak takut. Aku bahkan memberikan uang dari Abi kepada ondel-ondel tersebut. Aku juga melihat ada orang yang mengenakan kostum hantu, Doraemon, dan Ironman. Orang-orang bisa berfoto bersama mereka dengan memberikan uang kepada mereka setelah mengambil foto.

Adapula atraksi kuda lumping. Tapi aku tak melihat dari dekat. Sebab kata Ummi, terlalu seram untukku. Jadi kami cuma sekedar lewat saja.

Aku juga sempat melihat sekelompok orang yang hoby memelihara hewan dari kelompok reptil, seperti ular dan anak buaya. Abi mengajakku mendekati salah satu ular yang cukup besar. Tapi aku tidak berani memegangnya. Ngeri. Takut. Sedangkan anak buaya, aku tidak melihatnya, Ummi yang melihat hewan tersebut.

Dari semua hal yang kulihat di car free day, yang paling mengundang perhatianku adalah Bus Trans Jakarta. Warnanya yang terang dan ukurannya yang sangat besar menarik perhatianku. Karenanya, setiap ada Bus Transjakarta melintas, aku langsung menunjuknya dan memberitahukan kepada Abi serta Ummi. Lalu aku akan terus memperhatikan ke mana Bus Trans Jakarta itu berjalan hingga hilang dari pandanganku.

Saat aku berada di Bunderan Hotel Indosia, aku merasa takjub dengan kolam yang berada di tengah-tengah Bunderan. Sangat besar. Aku, Abi, dan Ummi, sempat berfoto-foto dengan latar belakang Patung Selamat Datang.

Ternyata, sebenarnya, para pengunjung tidak diperbolehkan untuk berada di dalam Taman Bunderan Hotel Indonesia. Sebab, ketika kami sedang mengambil foto untuk kesekian kali, terdengar sebuah pengumuman dari pengeras suara yang meminta para pengunjung yang berada di dalam taman untuk segera meninggalkan lokasi. Akhirnya, kami pun meninggalkan lokas tersebut.

Sebelum pulang ke rumah, kami sempatkan untuk sarapan bubur ayam di lokasi tak jauh dari Patung Jenderal Sudirman. Selesai sarapan, kami pulang. Dan dalam perjalanan pulang, aku tertidur di atas sepeda motor.


Baca Diaryku Lainnya :

13 thoughts on “Sabiq’s Diary : Car Free Day

  1. titintitan April 11, 2016 / 17:33

    Untung udh poto baru ada pengumuman😀

    • jampang April 12, 2016 / 09:03

      iya, tante. untungnya sudah bisa narsis beberapa kali😀

  2. zilko April 11, 2016 / 21:17

    Pasti seru ya jalan-jalan ketika car free day😀

    • jampang April 12, 2016 / 09:02

      iya, om. banyak yang baru pertama kali aku lihat😀

  3. Akhmad Muhaimin Azzet April 12, 2016 / 07:39

    Ooo berada di dalam taman Bunderan HI tidak boleh tho, Bang, saya juga baru tahu. Hehehe, Sabiqs seneng ya jalan-jalannya🙂

    • jampang April 12, 2016 / 08:29

      awalnya nggak ada tanda larangan, om. cuma pas akus, abi, dan ummi sudah berada di dalam taman terdengar pengumuman untuksegera meninggalkan area

  4. ndu.t.yke April 12, 2016 / 10:19

    kupluknya sama kyk pny anakku🙂

    • jampang April 12, 2016 / 10:45

      Ummi belikan aku tiga kupluk dengan wafna yg beda, tante😀

  5. Orin April 12, 2016 / 15:45

    hihihihi sabiq pasti cape yaaa smp tidur di motor😀

    • jampang April 12, 2016 / 18:24

      Iya, tante. Lagipula pukul sepuluh itu biasanya memang waktunya aku tidur😀

    • jampang Mei 7, 2016 / 09:28

      Kurang tahu, ok. Soalnya waktu kita mau berangkat pulang sekitar jam setengan sepuluhan, masih ramai.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s