5 Aplikasi yang Memudahkan Administrasi Perpajakan Anda

“Teknologi informasi dan bisnis saling berkaitan dengan erat. Saya tak berpikir siapapun dapat berbicara salah satunya dengan penuh makna tanpa membicarakan yang lainnya.” – Bill Gates.

 

direktorat jenderal pajak
Saya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil di Direktorat Jenderal Pajak. Selama sekian tahun bekerja, sedikit banyak saya ikut merasakan perkembangan teknologi dan sistem informasi yang ada di instansi yang mengembang tugas untuk menghimpun penerimaan negara ini.

Di awal-awal masa bertugas, saya sempat melakukan perekaman lembar demi lembar Surat Setoran Pajak (SSP) yang jumlahnya seperti tidak pernah habis. Saya juga sempat melihat rekan kerja saya yang bertugas merekam Surat Pemberitahuan (SPT) yang dibuat dan dilaporkan oleh wajib pajak. Jumlah data yang direkam di dalam SPT jauh lebih banyak dibandingkan dengan data di lembar SSP sehingga untuk melihat data tersebut di dalam sistem informasi di DJP saat itu memerlukan waktu yang cukup lama.

Kini, seiring dengan perkembangan teknologi informasi, DJP telah mengembangkan berbagai aplikasi yang mempermudah pengadministrasian perpajakan baik bagi wajib pajak maupun bagi pegawai pajak. Sebagai contoh, proses perekaman data SSP yang dahulu saya lakukan, kini sudah tidak ada lagi. Sednagkan kegiatan perekaman data SPT yang dilakukan oleh pegawai pajak semakin berkurang. Selain kemudahan, aplikasi yang dikembangkan juga telah mengurangi penggunaan kertas dalam jumlah yang cukup signifikan.

Berikut adalah gambaran sekilas aplikasi-aplikasi yang dikembangkan DJP yang akan mempermudah administrasi perpajakan baik bagi wajib pajak maupun pegawai pajak.

1. e-Registration

Pada mulanya, wajib pajak yang ingin mengajukan permohonan Nomor Pokok wajib pajak (NPWP) harus datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Kini, permohonan NPWP tidak harus datang ke KPP, melainkan cukup dengan melakukan permohonan secara online melalui aplikasi yang dikembangkan oleh DJP yang disebut e-Registration.

e-Registration atau Sistem Pendaftaran wajib pajak Online adalah sistem pendaftaran wajib pajak dan/atau pengukuhan Pengusaha Kena Pajak melalui internet yang terhubung langsung secara online dengan Direktorat Jenderal Pajak. Melalui e-Registration, wajib pajak dapat melakukan pendaftaran NPWP, pengukuhan PKP, penghapusan NPWP, pencabutan PKP, perubahan data, dan pemindahan tempat terdaftar.

pendaftaran npwp online
sumber

Dengan e-Registration, wajib pajak mendapatkan kemudahan dalam proses pendaftaran dan proses lainnya terkait dengan NPWP. Begitu juga di sisi DJP, efisiensi proses penyelesaian permohonan dapat ditingkatkan.

2. e-SPT

Menghitung dan melaporkan pajak yang terutang adalah kewajiban bagi wajib pajak. Data penghitungan pajak tersebut tertulis di dalam formulir yang disebut Surat Pemberitahuan (SPT), baik masa maupun tahunan. Penghitungan dan pengisian SPT dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi yang terpasang di laptop atau komputer wajib pajak. Selanjutnya, wajib pajak melaporkan SPT tersebut ke Kantor Pelayanan Pajak tempat wajib pajak terdaftar.

Pembuatan SPT secara manual tentu saja tidak praktis, apalagi jika data yang akan diisi jumlahnya cukup banyak. Karenanya, Direktorat Jenderal Pajak mengembangkan sebuah aplikasi yang disebut dengan e-SPT.

e-SPT (elektronik surat pemberitahuan) adalah aplikasi yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk digunakan oleh wajib pajak dalam membuat SPT dengan lebih mudah dan tidak menggunakan banyak banyak kertas. Selain memberikan kemudahan bagi wajib pajak, aplikasi ini juga membantu tugas pegawai pajak.

e-spt
Aplikasi e-SPT akan membantu wajib pajak untuk membuat SPT dengan lebih mudah. Aplikasi ini user friendly dengan tampilan seperti mengisi pada lembar SPT sebenarnya. Proses penghitungan tarif dan penjumlahan di dalamnya dilakukan secara otomatis sehingga akurat. Selain itu, seluruh data yang sudah diinput melalui aplikasi akan tersimpan dan terorganisir dengan baik di database milik wajib pajak.

Jika wajib pajak melaporkan SPT yang dibuat secara manual, maka seluruh berkas SPT baik induk maupun lampirannya harus diserahkan dalam bentuk fisik atau hard copy. Semakin banyak data yang dimiliki wajib pajak, semakin banyak pula berkas yang dicetak.

Setelah diterima di Kantor Pelayanan Pajak, data di dalam SPT tersebut direkam agar bisa dilihat, diawasi, atau diteliti oleh pegawai pajak melalui sistem informasi di Direktorat Jenderal Pajak. Berkas SPT kemudian disimpan di dalam gudang.

Sementara jika wajib pajak melapor dengan menggunakan e-SPT, wajib pajak hanya perlu mencetak induk SPT saja yang akan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak bersamaan dengan file CSV yang dihasilkan dari aplikasi e-SPT. File tersebut nantinya diterima lalu di-load oleh pegawai pajak dan langsung masuk ke database DJP dan bisa dilihat dalam sistem informasi di Direktorat Jenderal Pajak.

e-spt plus
3. e-Faktur

Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP). Sementara e-Faktur adalah Faktur Pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

e-faktur 2
Pengembangan Aplikasi e-Faktur ini dilatarbelakang oleh kondisi penggunaan Faktur Pajak manual yang banyak disalahgunakan oleh Pengusaha Kena Pajak serta beban pengadministrasian yang cukup besar baik bagi Pengusaha Kena Pajak sebagai wajib pajak mapun Direktorat Jederal Pajak. Karenanya, tujuan pengembangan Aplikasi e-Faktur ini di antaranya adalah untuk menghilangkan penyalahgunaan Faktur Pajak fiktif serta memberikan kemudahan pengadministrasian Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Selain dapat digunakan untuk membuat Faktur Pajak elektronik, e-Faktur juga dapat digunakan untuk membuat e-SPT. Sebab di dalam aplikasi ini, Faktur Pajak elektronik dan e-SPT merupakan satu kesatuan.

e-faktur
4. e-Filing

e-Filing adalah suatu cara penyampaian SPT yang dilakukan secara online dan real-time melalui website Direktorat Jenderal Pajak atau Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP). Dengan e-Filing, wajib pajak tidak perlu datang ke Kantor Pelayanan Pajak untuk melaporkan SPT melainkan cukup mengakses website DJP atau ASP dari rumah, kantor, atau warnet.

Untuk dapat menggunakan e-Filing, wajib pajak harus sudah memiliki e-FIN (e-Filing Identification Number) yang dapat diperoleh dengan mengajukan permohonan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat terdaftar.

e-filing
Pelaporan SPT dengan e-Filing dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, cukup dengan mengupload file CSV yang dihasilkan dari Aplikasi e-SPT. e-SPT yang sudah diakomodir dengan cara ini di website Direktorat Jenderal Pajak adalah SPT Tahunan Orang Pribadi (1770), SPT Tahunan Orang Pribadi S (1770 S), SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2) , SPT Masa PPh Pasal 21/26, dan SPT Tahunan PPh Badan (1771).

Kedua, dengan mengisi langsung SPT pada formulir yang disediakan di website Direktorat Jenderal Pajak. Cara ini dapat digunakan untuk SPT Tahunan Orang Pribadi S (1770 S) dan SPT Tahunan Orang Pribadi SS (1770 SS).

e-filing 2
Sebagai informasi tambahan, bagi wajib pajak Orang Pribadi yang belum melaporkan SPT Tahunannya meski sudah melewati batas akhir pernyampaian yaitu tanggal 31 Maret 2016, tidak akan dikenakan sanksi telat lapor jika melaporkan SPT Tahunan melalui e-Filing sebelum melewati tanggal 30 April 2016.

5. e-Billing

Selain menghitung dan melaporkan pajak terutang, wajib pajak juga memiliki kewajiban untuk melakukan pembayaran atas pajak yang terutang tersebut. Pembayaran dapat dilakukan di bank atau kantor pos dengan menggunakan formulir yang disebut Surat Setoran Pajak (SSP). Pengisian SSP dilakukan secara manual.

Di bank, SSP diserahkan kepada teller. Isian di dalam SSP diinput kembali oleh teller. Akibatnya bisa terjadi kesalahan input. Untuk menghindari kesalahan tersebut, dikembangkanlah aplikasi e-Billing.

e-billing
Prinsip e-Billing serupa dengan pembelian tiket pesawat secara online. Konsumen menginput kota asal, kota tujuan, tanggal, dan jam keberangkatan. Selanjutnya menerima kode pemesanan yang menjadi dasar pembayaran harga tiket.

Dengan e-Billing, wajib pajak mengisi pembayaran pajak sesuai dengan kewajibannya dan kemudian menerima Kode Billing. Ketika akan melakukan pembayaran baik di bank, kantor pos, ATM, internet banking, atau mobile banking, wajib pajak cukup menyebutkan atau mengetik Kode Billing tersebut. Dengan demikian, kesalahan input oleh teller tidak akan terjadi lagi.

Dengan e-Billing, proses pembayaran pajak menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih akurat.

*****

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Konten Viral “Digital Lifestyle”
supported by Indihome

rocking mama lomba

 

 


Tulisan Terkait Lainnya :

21 thoughts on “5 Aplikasi yang Memudahkan Administrasi Perpajakan Anda

  1. ayanapunya April 23, 2016 / 17:26

    Semoga sukses tulisannya, mas🙂

    • jampang April 23, 2016 / 19:56

      Terima kasih, mbak😀

  2. wisnuwidiarta April 23, 2016 / 18:19

    Saya sudah menggunakan e-filling beberapa tahun terakhir ini. Sangat membantu, namun masih perlu disempurnakan.

    • jampang April 23, 2016 / 19:56

      Saya juga, mas. Lapor SPT Tahunan via e-filing

  3. zilko April 23, 2016 / 18:50

    Teknologi memang bisa dimanfaatkan untuk memudahkan segala urusan ya🙂 . Aku suka ketika instansi menggunakan teknologi seperti ini, apalagi jika user interface-nya sederhana dan customer-friendly😀

    • jampang April 23, 2016 / 19:55

      Iya mas. Teknologi memang bisa memudahkan. Mungkin perlu penyesuaian di awal-awal penerapannya

  4. Ria Angelina April 24, 2016 / 00:45

    Aku masih pakai cara lama belum coba cara baru…

    • jampang April 24, 2016 / 20:16

      Tahun depan bisa coba yg e-filing. Mgkn sekarang minta e-fin dan aktivasi dulu😀

  5. alrisblog April 24, 2016 / 13:32

    Teknologi memudahkan. Semoga prosedur bayar pajak makin mudah.

    • jampang April 24, 2016 / 20:16

      Iya, mas. Kalau pembayaran sekarang pake e-billing.😀

  6. Ferdy Lpu April 24, 2016 / 13:38

    Sekarang jadi mudah ya urus mengurus pajak

    • jampang April 24, 2016 / 20:14

      Mudah2an dengan mudahnya pajak, banyak wajib pajak yang patuh😀

  7. Akhmad Muhaimin Azzet April 25, 2016 / 09:02

    Para wajib pajak dibuat mudah dengan adanya aplikasi tersebut ya, Bang Jampang. Sekarang, tinggal mau atau tidak memanfaatkan kemudahan tersebut🙂

    • jampang April 25, 2016 / 14:20

      diharapkan begitu, pak. dan wajib pajak pun makin banyak yang patuh😀

  8. Dewi Pertiwi Mei 20, 2016 / 22:35

    mas, apa aplikasi elektronik pajak hanya 5 itu saja?
    adakah buku atau undang2 atau peraturan khusus yang dikeluarkan oleh DJP yang digunakan untuk mengatur & sebagai panduan penggunaan aplikasi2 tersebut?

    • jampang Mei 21, 2016 / 05:54

      Sependek yg saya tahu, aplikasi perpajakan yang bisa digunakan oleh wajib pajak seperfi yg dise utkan di atas, mbak.

      Dasarnya tentu ada, mbak. Karena setiap aplikasi resmi DJP dibuat berdasarkan ketentuan yg berlaku sebagai payung hukum. sedangkan tata cara penggunaannya ada yang menempep langsung di aplikasi setelah terinstal, seperti e-SPT atau langsung dilihat di web aplikasi tersebut

    • jampang Mei 21, 2016 / 05:55

      Karena zaman menganggapnya sebagai tren. Yg nggak ngikutin dianggap kolot. Padahal ada pihak ketiga yang bermain dan membayangi para pelakunya

  9. Dewi Pertiwi Mei 20, 2016 / 22:42

    mas, apa aplikasi pajak hanya 5 itu saja?
    adakah buku atau undang2 atau peraturan yang dikeluarkan oleh DJP yang digunakan untuk pedoman penggunaan aplikasi tersebut?

  10. Marsha Meidy September 19, 2016 / 23:20

    kak jadi sekarang prosentase WP yang datang ke KPP sudah berkurang drastis ya atau bagaimana ya? terima kasih

    • jampang Oktober 26, 2016 / 11:37

      diharapkan begitu. sebab dengan e-filing nggak perlu lagi datang ke KPP

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s