[Prompt#112] Jangan Salahkan Aku!

boneka_dashboard
Brak!

Terdengar suara dua buah benda keras yang beradu.

Tubuhku terdorong ke depan. Andai saja tak ada pegas yang menempel di tubuhku, niscaya aku sudah terlempar ke bawah kursi mobil.

“Sial!” umpat lelaki yang duduk di belakang kemudi.

Sedetik kemudian, Andi, lelaki itu membuka pintu mobil dan keluar. Entah apa yang dilakukannya di luar sana. Keberadaannya di luar mobil tak bisa kulihat secara langsung. Pintu dan kaca jendela yang tertutup rapat menyamarkan segala suara yang bersumber dari luar sana. Aku hanya bisa melihat Rini, perempuan yang sejak tadi duduk di samping Andi. Wajahnya terlihat pucat. Ketakutan.

Kulihat kedua mata Rini memandang lurus menembus kaca depan mobil. Kedua pupilnya memantulkan bayangan Andi yang sedang berdiri berhadapan dengan seorang lelaki. Dari gerak-geriknya, sepertinya keduanya sedang bertengkar hebat.

Selang beberapa kemudian, Andi kembali masuk ke dalam mobil. Aura emosinya masih terasa.

“Ini kali ketiga kita mengalami kecelakaan seperti ini,” ucap Andi.

Meski tahu bahwa dirinya yang diajak bicara, Rini tak menjawab. Sepertinya dirinya masih terguncang akibat kecelakaan yang baru terjadi.

“Jangan-jangan semua kecelakaan ini gara-gara kamu, boneka pembawa sial!”

Tangan Andi langsung memukul tubuh kecilku. Tubuhku terdorong ke belakang. Tapi tubuhku tak terhempas dari tempatku berdiri. Sekali lagi, pegas yang menempel di bagian bawah tubuhku langsung menahan tubuhku.

“Mengapa kamu menyalahkan sebuah boneka, Mas?” akhirnya Rini angkat bicara.

“Gara-gara boneka jelek ini, kita sering mengalami kecelakaan, Rin. Ini sudah yang ketiga kalinya. Kamu ingat, kan?”

Hei, mengapa harus aku yang disalahkan? Memangnya apa hubungannya antara diriku dengan kecelakaan yang kalian alami? Tentu saja, pertanyaanku itu tidak bisa didengar siapa-siapa, termasuk Andi dan Rini.

“Kupikir, tak ada kaitan antara boneka ini dengan kecelakaan yang kita alami, Mas!”

Aku sangat setuju sekali dengan kalimatmu, Rini. Aku terlepas dari semua yang terjadi pada diri kalian. Termasuk tiga kali kecelakaan yang kalian alami.

“Kamu tidak percaya hal itu, Rin?”

“Jelas aku tidak percaya.”

“Mengapa kamu tidak percaya?”

Rini menarik napas panjang sebelum menjawab pertanyaan Andi.

“Mas, boneka ini sudah lama kumiliki. Sebelum menempel di mobil baru kita ini, dia sudah sudah berada di mobil kita yang lama. Kamu masih ingat, Mas? Tak pernah satu kali pun kita mengalami kecelakaan ketika mengendarai mobil tersebut. Iya, kan?”

Andi terdiam.

“Jangan-jangan, mobil baru kita ini yang terkutuk!” sambung Rini.

Kulihat, rona wajah Andi berubah. Kuyakin, sekarang ingatannya kembali ke beberapa waktu yang lalu ketika dirinya menjadi perantara dalam sebuah transaksi jual-beli sebidang tanah yang sangat luas. Aku menjadi saksi, saat itu, dia memermainkan harga antara penjual dan pembeli sehingga uang yang diperolehnya melebihi apa yang menjadi kesepakatan antara dirinya, penjual, dan pembeli.

*****

[Prompt#112] Benda yang Terkutuk


Baca Juga Prompt Lainnya :

10 thoughts on “[Prompt#112] Jangan Salahkan Aku!

  1. zilko April 25, 2016 / 14:47

    Hukum karma ya. Tapi yang namanya manusia, kalau kejadian, mencari suatu obyek untuk disalah-salahkan😛 .

    Anyway, aku suka twist-nyaaaa

    • jampang April 25, 2016 / 14:49

      biasanya begitu, mas😀
      terima kasih

  2. capung2 April 25, 2016 / 16:22

    Klo sdh stress, ujung2nya cari kambing hitam😀

  3. alrisblog April 25, 2016 / 23:31

    Bonekapun bisa jadi kambing hitam, alih-alih koreksi diri.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s