Sepenggal Cerita Pemberian ASI Eksklusif Untuk Sabiq

world-breastfeeding-week-2016
Berbicara tentang pemberian ASI, ada tiga ayat di dalam Al-Quran yang membahas hal tersebut. Dua ayat hanya menyinggung masalah masa pemberian ASI, sementara satu lainnya menjelaskan lebih rinci.

Dua ayat yang menyinggung masa pemberian ASI adalah Surat Al-Ahqaf ayat 15 yang menyebutkan, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan” dan Surat Luqman ayat 14 yang menyebutkan, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.”

Sementara ayat yang lebih lengkap membahas tentang pemberian ASI adalah Surat Al-Baqarah ayat 233.

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf (baik). Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Dari ketiga ayat tersebut, terutama ayat 233 dari Surat Al-Baqarah, terdapat beberapa hal penting tentang pemberian ASI.

Pertama, pemberian ASI yang dilakukan oleh seorang ibu kepada bayinya merupakan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga melaksanakannya akan bernilai ibadah dan mendatangkan pahala. Selain itu, dari sisi kesehatan, kegiatan menyusui atau pemberian ASI memberikan dampak yang positif bagi kondisi kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.

Kedua, masa pemberian ASI kepada bayi yang sempurna adalah dua tahun penuh. Masa dua tahun pemberian ASI disebutkan secara jelas di dalam Surat Al-Baqarah ayat 233 dan Surat Luqman ayat 14. Sementara di dalam Surat Al-Ahqaf ayat 15 menggabungkan masa kehamilan dan menyusui selama tiga puluh bulan. Perhitungan tersebut mengindikasikan bahwa masa kehamilan paling singkat menuju proses persalinan adalah enam bulan.

Ketiga, pemberian ASI bukan tanggung jawab ibu semata, melainkan ada pula peran penting ayah dalam mendukung dan membantu ibu dalam proses pemberian ASI. Seorang ayah yang demikian dikenal dengan sebutan “Breastfeeding father”.

Keempat, adanya konsep ibu persusuan sebagai solusi bagi ibu yang tidak bisa memberikan ASI kepada bayinya karena sakit atau meninggal dunia, misalnya.

Yang perlu diperhatikan dari konsep ibu persusuan ini adalah, bayi-bayi yang menyusui pada ibu persusuan menjadi suadara sepersusuan. Jika bayi-bayi itu adalah laki-laki dan perempuan, maka kelak ketika keduanya dewasa tidak boleh menikah.

Dari ketiga ayat di atas, terlihat sangat jelas bahwa Islam sangat memperhatikan masalah kesehatan ibu dan bayi, terutama masalah pemberian ASI.

Di sisi lain, masyarakat yang memahami pentingnya ASI menggagas sebuah ide untuk menggalakkan pemberian ASI kepada bayi berupa “Pekan ASI Sedunia” atau “World Breastfeeding Week” yang berlangsung di pekan pertama bulan Agustus, yaitu tanggal 1 – 7 Agustus 2016 yang lalu. Sebuah gagasan yang saya kira sejalan dengan ayat-ayat Al-quran di atas yang menjadi pedoman dan pegangan hidup bagi saya sebagai seorang muslim.

Lantas bagaimana pemberian ASI terhadap Sabiq, anak saya?

Saat ini, Sabiq berusia 20 bulan. Alhamdulillah selepas melahirkan, produksi ASI Minyu, istri saya, lancar. Bahkan bisa dikatakan cukup banyak di bulan-bulan pertama. Dengan kondisi tersebut, Sabiq mendapatkan ASI ekslusif selama 6 bulan. Di bulan-bulan berikutnya hingga saat ini, Sabiq masih mendapatkan ASI dengan ditambah makanan pendamping.

Pemberian ASI eksklusif kepada Sabiq, meskipun berhasil, bukan berarti tanpa adanya hambatan dan gangguan. Hambatan dan gangguan tersebut berdampak langsung pada kondisi fisik dan suasana hati istri saya.

Hambatan saat pemberian ASI ekslusif kepada Sabiq datang dari Sabiq sendiri. Sabiq adalah bayi yang lebih suka tidur. Tidurnya pun lama. Sementara pemberian ASI harus dilakukan secara berkala dalam sekian jam. Karenanya, jika sudah waktunya diberi ASI sementara Sabiq masih tidur, saya dan Minyu sering membangunkannya. Jika di saat menyusu Sabiq tertidur padahal belum lama, saya akan membangunkan Sabiq dengan cara memegang-megang salah satu telinganya. Biasanya Sabiq akan kembali menyusu. Namun sesaat kemudian tertidur lagi. Saya pun membangunkannya kembali dengan cara yang sama. Begitu berulang-ulang hingga dirasa ASI sudah cukup mengenyangkan perut Sabiq.

Di suatu masa, Sabiq agak sulit untuk diberikan ASI. Sementara produksi ASI istri saya tetap berjalan. Karena ASI yang seharusnya diberikan kepada Sabiq tetapi Sabiq tidak mau, “pabrik” ASI Minyu mengalami pembengkakan. Akibatnya, sakit dan nyeri yang Minyu rasakan.

Untuk mengurangi dan menghilangkan rasa sakit, mau tidak mau harus dilakukan pemerahan ASI secara manual. Untunglah sehari setelah melahirkan, Minyu mendapatkan penjelasan dari suster di rumah sakit tentang bagaimana cara mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri dan bengkak tersebut. Di antaranya dengan menggunakan kain atau handuk yang dicelupkan ke air hangat sebagai alat kompres dan melakukan pijatan-pijatan sebelum memerah ASI.

Alhamdulillah, setelah enam bulan atau masa ASI eksklusif berlalu, pembengkakan itu tidak dialami lagi oleh Minyu.

Sementara gangguan pemberian ASI ekslusif untuk Sabiq datang dari orang-orang di sekitar kami. Di antaranya orang-orang yang memberikan komentar bahwa Sabiq kalah gemuk dengan bayi lain seusianya yang diberikan susu formula oleh orang tuanya. Komentar tersebut kemudian berlanjut dengan saran agar Sabiq diberikan susu formula selain ASI.

Tak hanya orang awam yang berkomentar dan menyarankan demikian, petugas kesehatan di posyandu yang didatangi Minyu untuk menimbang Sabiq pun memberikan saran yang sama. Petugas poyandu tersebut bahkan mengatakan bahwa Sabiq kekurangan gizi.

Komentar dan saran tersebut membuat Minyu sedih dan hampir menyerah untuk menghentikan ASI eksklusif kepada Sabiq dan memberikan susu formula. Saya coba untuk memberikan semangat kepada Minyu untuk tetap memberikan ASI eksklusif kepada Sabiq dan tak perlu mendengarkan omongan orang lain. Selain itu, saya juga berusaha untuk mencari informasi apakah berat badan yang kurang selalu identik dengan kekurangan gizi.

Hingga pada suatu ketika, saya mendapatkan sebuah pengalaman dari seorang blogger yang anaknya juga memiliki berat badan yang kurang ideal. Ketika blogger tersebut bertanya kepada sang dokter apakah perlu diberikan susu formula atau semacam suplemen untuk menambahkan berat badan anaknya, sang dokter menjawab tidak perlu. Kata sang dokter, kurusnya si anak karena faktor genetis dari kedua orang tuanya yang juga kurus.

Saya langsung sampaikan cerita tersebut kepada Minyu sebab saya teringat ada salah seorang keluarga Minyu yang bercerita bahwa Minyu di masa kecilnya juga kurus. Begitu pula dengan saya.

Alhamdulillah, sampainya informasi tersebut kepada Minyu mengembalikan lagi semangatnya untuk tetap memberikan ASI eksklusif kepada Sabiq. Dan berhasil.

Semoga, Sabiq tetap mendapatkan ASI hingga usianya menjelang dua tahun untuk kemudian disapih sesuai dengan tuntunan dan panduan ketiga ayat Al-quran di bagian awal coretan ini. Aamiin.


Tulisan Terkait Lainnya :

18 thoughts on “Sepenggal Cerita Pemberian ASI Eksklusif Untuk Sabiq

  1. ayanapunya Agustus 26, 2016 / 04:25

    Anaknya teman di kantor juga berat badannya sedikit banget. Trus pas kemarin ikut seminar parenting dikasih tahu asalkan grafiknya naik terus nggak apa-apa katanya bayinya kurus

    • jampang Agustus 26, 2016 / 08:34

      alhamdulillah, beratnya naik terus cuma nggak sebanyak grafik normal

  2. April Hamsa Agustus 26, 2016 / 08:16

    Iya bayi2 emang suka tidur lama, sama dokter dulu disuruh mbangunin tiap dua jam sekali dgn cara digelitikin kakinya😀

    • jampang Agustus 26, 2016 / 08:33

      iya bener. saya juga pakai cara itu. kalau tidurnya pas lagi menyusu, baru saya gelitikin telinganya😀

  3. rizzaumami Agustus 26, 2016 / 09:52

    Tiga ayat di atas, mengingatkan saya tentang materi pelajaran alquran hadits.
    Kalau dijalankan sesuai dengan tuntunan Alquran insya allah akan berdampak bagus, semoga jadi anak cerdas.🙂

    • jampang Agustus 26, 2016 / 15:49

      insya Allah begitu. sebab Allah menetapkan sesuatu pasti untuk kebaikan hamba-Nya

      aamiin

  4. Akhmad Muhaimin Azzet Agustus 26, 2016 / 10:49

    Anak yang kurus bukan berarti kurang gizi, yang penting sehat, lincah, ceria, dan berat badannya bila ditimbang cenderung naik, meski tidak banyak.

    • jampang Agustus 26, 2016 / 14:31

      iya, pak. alhamdulillah, sabiq begitu kondisinya

  5. alrisblog Agustus 26, 2016 / 14:12

    Kalo sehat dan berat badan terus naik, menurut saya sih gak perlu dikhawatirkan. Tiap anak kan punya ke khasan sendiri. Semoga Sabiq tetap sehat, aamiin.

    • jampang Agustus 26, 2016 / 14:31

      iya, mas. alhamdulillah. tiap kali nimbang sih berat badannya naik terus

  6. Tita Kurniawan Agustus 26, 2016 / 17:49

    Aisyah, anakku yg pertama berat badannya juga kurang dr anak2 seusianya malah,,aku jg udah konsul k mana2 tp masi tetap kurus😀susu formula jg iya,,malah kurusnya begitu pakai sufor😊dulu pas masi asi anakku ipel2,,anak2 memang beda,,kalo mo dengerin kata orang malah kita yg pusing sndri, yg penting ibunya ngga usah khawatir,,krn kalo khawatir jg pengaruh ke air susu😊 sehat terus ya sabiq sayang😚

    • jampang Agustus 27, 2016 / 10:16

      iya mbak. kondisi ibu, baik fisik maupun emosional jangan sampai terganggu. kalau emosi terganggu, produksi ASI malah bisa berkurang

      aamiin

  7. Ina Agustus 27, 2016 / 22:25

    Ini aku banget mas. Sejak usia 5bln udah galau ama urusan berat badan. Pun kemarin hiks… Aku ASI exclusive juga, udah MPASI… anaknya gesit banget sih. Tapi, tetep aja terobsesi pengen dia gemuk hehehe…

    • jampang Agustus 29, 2016 / 09:21

      nah itu, mbak. mungkin karena anaknya banyak gerak, makanya jadi nggak begitu gemuk😀

      • Ina Agustus 29, 2016 / 17:48

        Mungkin karena cowok yah. Klo cewek kan anteng

      • jampang Agustus 30, 2016 / 08:11

        iya kali yah. cowok sama cewek kan beda😀

  8. Ira Duniabiza September 3, 2016 / 18:37

    wuaa bayi memang suka tidur lama ya bang. Untungnya ga setiap hari begitu.

    Hmm, baru tahu kalau ada 3 ayatnya. selama ini cuma familiar dengan Albaqarah dan Al Luqman saja. Info yang sangat berguna sekali ini ya bang.🙂 Semoga makin banyak ayah ASI yang mengikuti jejak abang mendukung ASI Ekslusif untuk istri,.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s