Sabiq’s Diary : Truk Mainan

truk-mainan
30 Oktober 2016

Pagi ini, aku berada di Pamulang. Kemarin, Abi dan Ummi mengajakku menginap di rumah salah seorang nenekku di akhir pekan. Seperti yang aku, Abi, dan Ummi lakukan di akhir pekan, di Pamulang kami juga menyempatkan diri untuk jalan-jalan pagi.

Biasanya, aku diajak jalan-jalan pagi dengan menggunakan sepeda roda tigaku. Aku hanya duduk tenang di atas sepeda yang didorong oleh Abi. Tetapi aku tidak membawa sepedaku ke Pamulang. Jadilah aku digendong Abi  meskipun sebenarnya aku sudah bisa jalan. Aku belum berani berjalan di jalan dengan suasana ramai dengan kendaraan. Aku lebih suka berjalan di Mall atau mini market. Lebih nyaman dan aman bagiku. 😀

Tapi aku tak boleh takut selamanya, kan? Aku harus berani. Pokoknya aku harus berani. Hanya saja aku butuh waktu untuk belajar dan mungkin juga sesuatu yang baik secara langsung atau tidak langsung menjadikanku berani berjalan di jalan yang ramai tanpa membahayakan diriku.

Abi dan Ummi kemudian memutuskan untuk membelikanku sebuah mainan berupa Mobil Truk. Mainan tersebut dipilih Abi dan Ummi karena aku suka sekali dengan jenis kendaraan yang satu ini selain jenis bis dan mobil box.

Nah di saat jalan-jalan pagi di Pamulang, kami bertiga pergi ke sebuah pasar untuk membeli sarapan sekaligus mainan untukku. Alhamdulillah, akhirnya apa yang Abi dan Ummi cari ditemukan juga. Abi dan Ummi pun membelikan truk mainan yang sepertinya sudah lama di toko. Terlihat sudah berdebu. Faktor itulah yang menjadikan si penjual menurunkan harga truk mainan tersebut.

Sebelum meninggalkan toko mainan tersebut, Abi meminta tali kepada penjual untuk diikatkan di truk dan bisa kutarik. Setelah mendapatkan tali, Abi langsung mengikatkan salah satu ujung tali tersebut di bagian depan truk mainan dan ujung satunya lagi diserahkan kepadaku. Tak lupa Abi mengajarkanku bagaimana menarik truk mainan tersebut.

Tak butuh waktu lama bagiku untuk bisa melakukan apa yang Abi contohkan. Aku langsung menarik truk mainanku sendiri. Aku tak digendong lagi. Aku berani berjalan sendiri meskipun tidak terlalu jauh. Yang pasti, aku sudah memiliki keberanian. Selanjutnya aku hanya perlu sering-sering melakukannya.

Aku yakin, aku pasti bisa. Insya Allah.


Tulisan Terkait Lainnya :

6 thoughts on “Sabiq’s Diary : Truk Mainan

  1. zilko Desember 16, 2016 / 14:39

    Wah, sudah lama ga baca diary-nya Sabiq. Sudah bisa jalan ya sekarang Sabiq? Yang berani ya, tapiesti hati-hati juga, hehehe.

    • jampang Desember 19, 2016 / 08:17

      sudah bisa om. sudah mahir aku jalannya 😀

  2. ysalma Desember 16, 2016 / 17:43

    Sabiq anak pemberani Abi dan Umi. Bermain dengan truk barunya harus tetap hati-hati ya.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s