Menikmati Mi Udon dan Berfoto di Taman Labirin Bintaro Jaya Xchange Mall

marugame udon bintaro xchange mall

Bintaro Jaya Xchange Mall menjadi tujuan acara jalan-jalan kami menjelang bulan puasa kemarin. Yup, cerita ini mungkin sudah basi untuk ditulis di blog saat ini. Tapi tak apalah, saya tetap menuliskannya sebagai sebuah catatan seorang suami yang berusaha untuk menyenangkan hati istrinya dengan mengajaknya jalan-jalan. Meskipun inisiatif  tetap berasal dari sang istri. Mungkin memang saya termasuk suami yang kurang kreatif 😀

28 Mei 2016

Sekitar pukul sepuluh pagi, saya, Minyu, dan Sabiq ssudah siap berangkat ke Bintaro Jaya Xchange Mall. Semula, kami berencana menggunakan jasa taksi online dengan menggunakan dua aplikasi jasa taksi online yang sudah terinstall di handphone saya.

Dengan aplikasi GO-JEK (GO-CAR), besaran ongkos menuju Bintaro Jaya Xchange Mall adalah Rp. 63.000. Setelah beberapa saat menunggu, ada seorang driver yang mengambil order saya. Tetapi, setelah melihat lokasi sang driver berada dan setelah konfirmasi kepada yang bersangkutan, saya batalkan. Posisinya sangat jauh dengan tempat saya menunggu.

Lalu saya mencoba lagi untuk melakukan order lagi. Namun saya harus membatalkan order yang saya lakukan karena setelah menunggu beberapa saat, tak ada respon dari driver.

Saya beralih ke aplikasi kedua, Grab Car. Ternyata ongkosnya lebih mahal. Sekitar 30% lebih tinggi dari ongkos yang dikenakan aplikasi pertama. Namun tetap saya lakukan order. Sayangnya, setelah menunggu beberapa lama, apa yang saya alami dengan aplikasi GO-JEK terulang. Tak ada driver yang merespon order saya. Lagi-lagi saya batalkan.

Selanjutnya, saya dan Minyu memutuskan untuk berangkat menggunakan taksi konvensional saja.

Sekitar sepuluh menit kemudian, kami mendapatkan sebuah taksi yang melintas dan langsung kami hentikan. Ketika sudah berada di dalam, saya sampaikan ke mana tujuan kami, Bintaro Jaya Xchange Mall. Kami pun berangkat.

Perjalanan baru saja beberapa kilo meter ketika taksi yang kami tumpangi tak bisa melaju dengan cepat karena terhambat dengan kemacetan yang amat luar biasa di Jalan Pos Pengumben menuju Tol Joglo. Semula kami menduga, kemacetan disebabkan oleh lampu lalu-lintas. Namun setelah taksi melewati lampu lalu-lintas tersebut, kemacetan semakin menjadi.

Taksi hanya sesekali bergerak untuk kemudian berhenti selama sekian menit. Sabiq mulai merasa tidak betah. Saya dan Minyu juga mulai gelisah. Setelah merasa tak ada harapan untuk melanjutkan perjalanan ke Bintaro Jaya Xchange Mall, akhirnya kami putuskan untuk turun saja di tengah kemacetan.

Setelah membayar ongkos taksi sekitar Rp 45.000. Kami turun dari taksi. Pak Sopir taksi sempat mengucapkan permintaan maaf. Padahal kesalahan bukan disebabkan oleh beliau. Selanjutnya kami berjalan kaki menuju sebuah restoran cepat saji untuk makan siang.

Selesai makan siang dan mampir ke pusat perbelanjaan yang berada di seberang restoran cepat saji, kami pulang ke rumah dengan menggunakan taksi. Jalanan sudah lancar. Ongkos taksi yang kami bayar untuk perjalanan pulang dengan jarak yang hampir sama hanya setengah dari ongkos saat pergi.

Apakah kami tidak jadi jalan-jalan ke Bintaro Jaya Xchange Mall?

2 Juni 016

Hari Kamis menjadi hari yang kami pilih untuk mengunjungi Bintaro Jaya Xchange Mall. Kali kedua ini, kami mencoba kembali untuk menggunakan jasa taksi online.

Dengan aplikasi GO-JEK, saya mengalami hal serupa dengan sebelumnya. Tak ada yang merespon. Sedangkan dengan aplikasi Grab Car berhasil meskipun kami harus menunggu agak lama karena menurut driver terjadi kemacetan untuk menuju lokasi di mana kami berada. Oh ya, biayanya ternyata berbeda dengan sebelumnya. Jauh lebih murah dan hampir sama dengan biaya dengan GO-JEK. Rp 62.000.

Kali ini, perjalanan cukup lancar. Mungkin karena hari kerja. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa tiba di di Bintaro Jaya Xchange Mall yang berlokasi di sisi jalan Tol Bintaro – Pondok Indah. Berseberangan dengan Stasiun Kereta Jurangmangu.

Tiba di Bintaro Jaya Xchange Mall, saya, Minyu, dan Sabiq mulai melangkahkan kaki berkeliling. Saat itu, Bintaro Jaya Xchange Mall belum ramai dengan pengunjung.

Setelah melihat-lihat apa saja yang ada di Bintaro Jaya Xchange Mall, persinggahan pertama kami adalah sebuah toko sepatu. Jika dilihat isinya, kebanyakan adalah sepatu perempuan dan sebagian kecil lainnya sepatu anak-anak. Setelah melihat-lihat, tak ada sepatu yang cocok untuk Sabiq. Sementara Minyu tertarik dengan dua buah model sepatu yang kebetulan sedang diskon. Setelah pas dengan pilihannya, Minyu memastikan sepatu yang diinginkannya untuk dibawa ke kasir untuk saya bayar 😀

Saat masuk waktu zhuhur, kami shalat terlebih dahulu. Lalu kami lanjutkan dengan mencari menu makan siang. Pilihan kami jatuh pada Mi Udon. Selain karena saya belum pernah mencicipi yang namanya Mi Udon, juga karena restoran Marugame Udon di Bintaro Jaya Xchange Mall sudah mendapatkan sertifikat halal.

mi udon bintaro xchange mall

Selagi Minyu berada dalam antrian yang lumayan panjang, saya mengajak Sabiq bermain di sebuah kolam yang letaknya tak jauh dari restoran Mi Udon. Rupanya Sabiq suka sekali dengan kolam dan air. Beberapa kali Sabiq menunjuk air yang memancar dan turun dari bagian atas. Sabiq juga berani untuk berjalan dengan merambat dengan berpegangan di sisi kolam. Vidoe aksinya bisa dilihat di catatan harian Sabiq yang satu ini.

Selesai santap siang, kami berkeliling lagi. Kami sempat melihat-lihat arena ice skating yang cukup ramai dengan pengunjung. Katanya, arena ice skating tersebut adalah yang terbesa di Indonesia. Di dalam arena, terlihat ada yang sudah mahir dan adapula yang sedang belajar bersama beberapa orang pelatih.

Selanjutnya kami menuju BXc Park, sebuah taman yang terhubung langsung dengan BXc Mall. Beragam kegiatan outdoor dapat dilakukan, mulai dari taman-taman yang bertema khusus, water feature, panggung, seating area, pedestrian walk untuk pejalan kaki dan pesepeda, serta area jogging. Namun jika berjalan di siang hari, cukup terasa teriknya sebab pepohonan yang besar dan rindang masih sedikit.

taman labirin bintaro xchange mall

Sabiq senang dengan areal water featurenya karena di salah satu atau salah dua kolam terdapat ikan di dalamnya.

Sebelum pulang, kami sempatkan untuk membeli beberapa kebutuhan rumah tangga.

Untuk pulang, kami menggunakan taksi konvensional yang langsung kami temui tak jauh dari pintu keluar. Perjalanan pulang juga lancar. Ongkos taksi untuk pulang ini pun tak jauh berbeda dengan ongkos Grab Car yang kami gunakan saat berangkat.

Demikian cerita jalan-jalan saya, Minyu, dan Sabiq sebelum bulan puasa. Setelah lebaran, kami pun jalan-jalan lagi ke tempat lain. Ada yang tahu kami ke mana? Untuk cerita jalan-jalan selanjutnya, biarlah Sabiq yang akan bercerita. Sebab jalan-jalan setelah lebaran memang ditujukan untuk menghibur Sabiq.


Tulisan Terkait Lainnya :