Seleksi Teman Ngeblog

sumber : https://roelworks.wordpress.com/

Ada sebuah ungkapan yang kurang lebih berbunyi, “memiliki seribu orang teman masih terasa kurang, tetapi memiliki satu orang musuh terasa sudah terlalu banyak.” Seiring perjalanan waktu, kehadiran teman atau sahabat yang mengisi ruang di hati kita akan bertambah. Memang, adakalanya di kemudian hari fisik tak lagi selalu bisa berjumpa, namun kenangan atau cerita kebersamaan dengan mereka akan selalu tetap terkenang.

Pertemanan di dunia maya, khususnya di blog, saya pikir tak jauh berbeda dengan pertemanan di dunia nyata. Jumlah teman akan bertambah jika aktifitas blog walking dilakukan. Diawali dengan saling berkunjung, lalu meninggalkan jejak berupa komentar, bertukar nomor telepon, hingga kemudian berjumpa di dunia nyata alias kopdar.

Beberapa tahun yang lalu, saya mengalami tahapan-tahapan tersebut ketika saya ngeblog di Multiply. Pertemanan yang semula hanya di blog kemudian berlanjut dengan kopdar. Suasana pertemanan dan kekeluargaan di Multiply terasa sangat erat. Sayangnya, Multiply yang menjadi “wadah pertemuan” para MPers (sebutan pengguna Multiply) bangkrut sehingga harus ditutup.

Para MPers yang belum bisa move on akhirnya tak lagi aktif di blog dan memiliki media sosial sebagai wadah untuk curhat atau menulis. Sementara yang masih memiliki keinginan untuk menulis di blog memilih wadah yang berbeda-beda. Ada yang memilih wordpress seperti saya, blogspot, atau bahkan memiliki domain sendiri.

Perbedaan platform yang digunakan, memberikan pengaruh terhadap pertemanan di blog. Saling kunjung-mengunjungi dan berkomentar tak lagi sama seperti ketika masih menggunakan Multiply. Ikatan pertemanan pun menjadi agak longgar.

Namun demikian, ada pula yang tetap saling berkunjung dan berkomentar di blog dan bahkan komunikasi yang terjadi tak hanya sebatas komentar di blog. Media chat yang ada saat ini bisa dimanfaatkan untuk bertegur sapa, ngobrol, ataupun berbagi informasi.

Lantas, siapakah teman ngeblog saya saat ini yang masih berinteraksi di blog dan juga media chat?

Untuk itu, saya akan melakukan seleksi teman ngeblog dengan memperhatikan berbagai situasi dan kondisi yang terjadi di dunia blog dengan kriteria saling follow, saling berkomentar, dan  masih terjalinnya komunikasi dengan media selain blog.

Saya mulai seleksi ini dengan memperhatikan jumlah yang mengikuti blog ini yang tampilannya terlihat di salah satu widget yang terpasang di sisi kanan blog ini. Jumlah total per hari ini adalah 1.971 orang.

Apakah jumlah orang yang mem-follow blog ini benar-benar sejumlah angka tersebut? Nyatanya tidak. Angka tersebut adalah akumulasi dari ID yang mengikuti blog ini ditambah dengan yang menjadi teman saya di facebook dan mem-follow saya di twitter. Ternyata yang benar-benar mengikuti blog ini hanya berjumlah 470 orang.

Dari 470 orang tersebut, sebagian besar mungkin adalah silent reader. Ada pula yang berkomentar sesekali saja atau hanya memberikan like saja di artikel yang saya publikasikan di blog. Dengan demikian, maka blogger yang saling mengikuti dan saling berkomentar dengan saya, jumlahnya semakin berkurang.

Lalu jika saya tambahkan satu kriteria lagi, yaitu belogger yang berkomunikasi dan berbagi informasi dengan media chat, jumlahnya menjadi mengerucut menjadi satu orang, yaitu Antung Apriana.

Saya dan Mbak Yana sudah saling follow blog dan berkomentar di blog sejak di Multiply. Ketika Multiply ditutup, sebagian MPers memilih platform wordpress. Termasuk saya dan Mbak Yana. Saling follow dan berkomentar pun berlajut di wordpress.

Belakangan ini, kami jarang saling berkomentar di blog. Namun kami sering berbagi informasi lomba blog melalui Whatsapp. Jika di antara kami ada yang mendapat informasi lebih dahulu, maka saya atau Mbak Yana akan memberikan link lomba tersebut melalui Whatsapp.

Lalu hening.

😀

Ya, komunikasi di Whatsapp memang sekedar berbagi info saja. Mungkin akan berlanjut jika ada pengumuman lomba.

Karena saling tukar informasi tersebut, makanya jangan heran jika Anda yang rutin mengunjungi blog saya ini, akhir-akhir ini sering membaca tulisan yang saya ikutkan untuk lomba blog atau giveaway. Termasuk tulisan ini yang saya ikutkan untuk sebuah giveaway yang infonya hasil saling tukar informasi dengan Mbak Yana.

Lantas siapakah Antung Apriana?

Saya belum pernah bertemu langsung dengan Mbak Yana. Mbak Yana tinggal di salah satu kota di Pulau Borneo. Banjarmasin tepatnya. Mbak Yana sudah menikah dan bekerja di perusahaan air minum milik pemerintah daerah.

Saya hanya pernah melihat penampakkanya melalui foto yang diunggah di blog atau akun facebooknya. Beberapa hari yang lalu, sebenarnya ada kesempatan untuk bertemu ketika Mbak Yana dan suami datang ke Jakarta. Sayangnya, kunjungan Mbak Yana dan suami di Jakarta sangat singkat sehingga kopdar pun tidak sempat.

Terus terang, Mbak Yana termasuk blogger yang sering bikin saya iri. Pasalnya, Mbak Yana sering memposting cerita pendek karyanya yang berhasil dimuat di media cetak. Entah sudah berapa banyak jumlahnya. Beberapa review buku yang dibuatnya pun pernah juga nongol di media cetak. Namun rasa iri tersebut tetap menjadi rasa iri. Sebab bagaimanapun juga, saya tidak mahir dalam membuat cerita pendek ataupun review buku. Bagaimana mungkin saya membuat review buku, membaca saja saya sulit malas.

Tulisan-tulisan Mbak Yana bisa dibaca di blognya dengan alamat http://ayanapunya.wordpress.com/. Isinya blognya campur-campur, mulai fiksi mupun non fiksi berupa catatan keseharian Mbak Yana. Di antara tulisan fiksi yang ada di blog tersebut, yang menarik bagi saya adalah cerita tentang Selina Gadis Pengintai yang mengisahkan seorang gadis yang memiliki kemampuan untuk menghilang sehingga memudahkan dirinya untuk melakukan pengintaian sesuai dengan permintaan kliennya.

Sudah cukup banyak episode cerita Selina. Ada keinginan Mbak Yana untuk melanjutkan cerita Selina dan menjadikannya sebuah novel. Mudah-mudahan saja keinginan tersebut bisa terlaksana. Kita tunggu saja kabar baiknya. 😀

Selain blog di atas, Mbak Yana juga memiliki blog lain yang isinya khusus tentang review dengan alamat https://ayanareview.wordpress.com/. Belakangan, Mbak Yana banyak membuat review film India. Dari sanalah saya mendapat informasi tentang film India yang bagus. Setelah membaca beberapa reviewnya, saya pun tergoda untuk mencari film yang direview dan menontonnya. Dan ternyata memang benar-benar bagus. Sepertinya tak salah jika saya menjadikan review Mbak Yana sebagai patokan untuk menonton film-film India yang keren. 😀


Tulisan Terkait Lainnya :