Kisah Indah Sebuah Doa Yang Diijabah

12708195561883855498masjid-silhouette.svg.hiLangit siang begitu cerah. Sedang matahari sedikit tergelincir dari atas kepala. Tanda waktu sudah memasuki Sholat Zhuhur. Di dalam masjid, seorang pemuda dengan baju koko putih dan celana pajang hitam, serta mengenakan peci berjalan ke arah mihrab. Di depan mihrab, ia bungkukkan badannya untuk menekan sebuah tombol yang menempel di tembok persis di samping mimbar tempat khotib membacakan khutbah di setiap sholat ju’mat. Kemudian dia berjalan ke sisi mimbar lainnya dan mendekati mikrofon. Sejurus kemudian, dia letakkan kedua tangannya di telinga. Lalu…

Allahu akbar Allahu akbar…

Suara adzan terdengar di seluruh bangunan masjid itu hingga ke bangunan-bangunan perkantoran yang berada di sekeliling masjid. Kesyahduan adzan tersebut menyentuh hati orang-orang yang mendengarnya untuk berhenti sejenak dari pekerjaan untuk segera datang ke masjid. Kemerduan suara sang muadzin muda meringankan langkah- saudara-saudara seimannya untuk memenuhi panggilan sholat tersebut.

Di dalam sebuah gedung yang berada di samping masjid, di sebuah ruangan yang dijadikan sebagai mushollah, seorang muslimah sedang duduk setelah melaksanakan sholat sunnah qobliyah. Sambil menunggu rekan-rekannya datang untuk sholat berjamaah, ia pun berdoa memanfaatkan salah satu waktu mustajabah, antara kumandang adzan dan iqomah.

“Ya, Allah… bila yang terbaik bagi hamba adalah pemuda yang melantunkan adzan tadi sebagai teman hidup hamba, maka jadikanlah ia sebagai imam yang akan memimpin hamba dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Meski hamba belum mengenalnya, belum pernah berbicara dengannya, belum pernah melihatnya, namun hamba serahkan segalanya hanya kepadaMu….” itulah salah satu doa yang dipanjatkan oleh muslimah itu.

*************

“Setelah melalui proses perkenalan, dan setelah mendapatkan jawaban dari istikhoroh, saya bermaksud untuk meminang putri bapak dan ibu.” Kata-kata itu keluar dengan mantap tanpa keraguan sedikitpun dari mulut pemuda itu.

Untuk sesaat, sepasang suami-istri itu berpandangan satu sama lain. Lalu keduanya mengalihkan pandangan kepada anak perempuan yang duduk bersebelahan dengan sang ibu. Pandangan mata keduanya seolah-olah meminta jawaban kepada sang anak perempuan. Dengan malu-malu, anak perempuan itu menganggukkan kepala.

Ya, pinangan pemuda itu diterima. Tak lama kemudian mereka pun menikah dan hidup bahagia.

Pemuda itu adalah sang muadzin dan anak perempuan itu adalah muslimah yang mendengarkan lantunan adzan dan berdoa kepada Allah agar dipertemukan dalam ikatan pernikahan dengan sang muadzin.

#diilhami dari cerita seorang ukhti, semoga ukhti segera menyusul#


Tulisan Terkait Lainnya :