Jangan Menyepelekan Hal-hal yang Kecil – III

Allah Merahasiakan terkabulnya doa
Saya pernah mendengar sebuah ungkapan tentang bagaimana kondisi ketika berada di jalan raya yang kurang lebih berbunyi, “Serba salah di jalan raya, kita sudah berhati-hati untuk tidak nabrak orang lain, eh malah kita yang ditabrak!”

Mungkin ada yang mengalami seperti apa yang digambarkan dalam ungkapan tersebut. Namun ada pula yang tidak. Alhamdulillah, kenyataannya lebih banyak yang bisa sampai tujuan tepat waktu dalam kondisi selamat dan sehat wal ‘afiyat. Anda salah satunya. Mungkin ada beberapa juga yang tiba di kantor agak terlambat. Seperti saya di pagi ini.

Dalam situasi dan kondisi seperti inilah ada peran penting sebuah doa. Bukankah sebaiknya segala perbuatan atau pekerjaan baik besar mauapun kecil, berat ataupun ringan, diawali dan diakhiri dengan sebuah doa? Karenanya, jangan menyepelekan peran sebuah doa, siapapun yang mengucapkannya dan apapun kebaikan yang terkandung di dalam doa tersebut.

Bisa jadi, saya dan Anda tiba di kantor dengan selamat karena doa yang diucapkan oleh istri yang mengantarkan kita keluar rumah. Bisa jadi kita tiba dengan selamat karena doa dari anak, ayah, ibu, atau orang-orang yang kita tinggalkan di rumah untuk pergi mencari nafkah.

“Wa ‘alaikumus salaam.”

Itu adalah doa yang dipanjatkan Minyu untuk saya ketika saya berangkat ke kantor. Ya, benar. Itu adalah jawaban atas salam yang saya ucapkan. Itu adalalah kalimat yang mendoakan saya agar senantiasa mendapatkan keselamatan.

Singkat. Sederhana. Namun bisa jadi memberikan efek yang luar biasa. Mungkin memang seperti itulah cara kerja doa.

Karenanya, jangan menyepelekan sebuah doa. Seringan apapun doa-doa tersebut. Jangan pula menyepelekan siapa yang mendoakan kita. Janganlah memberikan anggapan bahwa doa yang diucapkan oleh orang biasa tidak akan semaqbul dengan doa yang dipanjatkan oleh seorang ustadz atau kyai.

Semakin banyak doa yang kita terima, semakin besar kemungkinan doa tersebut untuk dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebab Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahasiakan terkabulnya permintaan pada tiap-tiap doa yang dipanjatkan kepada-Nya.

Setiap hamba hanya mampu berusaha dan berdoa. Sementara hak untuk mengabulkan doa-doa tersebut tetap menjadi hak prerogatif Allah Subhanahu Wa Ta’ala, baik kapan waktunya, di mana tempatnya, sebagian atau keseluruhan doa. Yang harus diyakini adalah, bahwa tidak ada doa yang sia-sia.

Wallaahu a’lam.

 

 


Tulisan Terkait Lainnya :