[FF250Kata] Penyelamatku

jembatan terbakar

“Api!” teriakku.

Langsung kuhentikan langkahku di tengah jembatan ketika kulihat api tersebut menjalar dari arah seberang dan mendekati tempatku berdiri.

Jika aku tidak ingin jatuh ke dalam jurang yang dipenuhi lahar panas di bawah sana, aku harus kembali ke tempat semula.

Langsung kuputar balik badanku untuk melangkah kembali ke tempat semula. Namun, ketika badanku sudah berputar seratus delapan puluh derajat, niatku tersebut hanyalah sebuah kesia-siaan. Api serupa juga sudah membakar tambang dan kayu jembatan dari tempatku datang.

Aku terkepung api dari dua arah. Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi. Mungkin takdirku tidak membawaku ke tempat yang kuidam-idamkan.

Tassss!

Tambang jembatan sebelah kiriku terputus. Tubuhku kehilangan keseimbangan. Kakiku sudah tidak lagi menginjak kayu jembatan. Untunglah tangan kananku masih bisa bergerak cepat dan meraih tambang di sebelah kananku.

Dengan sekuat tenaga, kugerakkan tangan kiriku untuk meraih tambang yang sama agar peganganku menjadi lebih kuat. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya kedua tanganku berhasil memegang tambang tersebut.

Namun tiba-tiba…

Tassss!

Tambang itu putus.

“Aaaaaaaakh!”

Peganganku terlepas. Tubuhku terjatuh ke dalam jurang.

Tiba-tiba, aku merasakan tubuhku ditangkap oleh seseorang dan dibawa ke tempat tujuanku.

“Terima kasih,” ucapku kepada sosok perempuan kecil yang diliputi cahaya yang tidak menyilaukan mata yang berdiri di hadapanku.

Dia hanya tersenyum.

“Apakah kau malaikat penyelamat?” tanyaku kemudian.

“Bukan,” jawabnya.

“Lalu siapa dirimu dan mengapa menyelamatkanku?”

“Aku anakmu, Ayah,” jawabnya.

“Tapi aku tak memiliki seorang anak perempuan,” bantahku.

“Anak-anak lelaki Ayah adalah adik-adikku. Mungkin ayah lupa. Ayah memang tidak pernah merawat dan menjagaku. Sebab aku terlahir dan meninggal di detik yang sama.”

—o0o—

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. bersabda, “Anak-anak kecil Islam [yang meninggal sebelum baligh] akan menjadi pelayan-pelayan surga yang akan menemui bapaknya atau kedua orang tuanya. Ia pun memegang pakaian bapaknya dengan tangannya, seperti saya mengambil shinfah [susunan/karya] ini. Ia tidak melepaskannya lagi sehingga Allah memasukkannya bersama orang tuanya ke surga.” (HR Muslim)


Baca FF250 Kata Lainnya :