Ketika Jumlah yang Dibayar Tidak Sama Dengan Angka yang Tertera (2)

Saya beri angka “2” di belakang judul coretan ini karena isinya serupa namun tak sama dengan coretan berjudul sama beberapa waktu yang lalu. Serupa karena ketika saya membayar belanjaan saya di kasir, jumlahnya tidak sama dengan angka yang tertera di struk. Tak sama karena kejadiannya bukan saya yang dirugikan, malahan saya yang diuntungkan. Jumlah yang saya bayar lebih sedikit daripada angka yang tercetak di struk.

Saya pernah bercerita bahwa saya mempunyai mini market yang kerap saya jadikan pilihan sebagai tempat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Alasannya, pertama karena di mini market tersebut tidak ada tukang parkirnya sehingga saya tidak perlu mengeluarkan uang parkir sebesar Rp. 2.000 😀 . Kedua, karena di mini market tersebut saya tidak pernah ditanya oleh kasirnya apakah saya bersedia menyerahkan uang kembalian yang jumlahnya seratus atau dua ratus rupiah untuk diamalkan atau disedekahkan.

Jika tidak salah ingat, saya mengalami dua kali kejadian berupa jumlah uang yang saya bayarkan lebih kecil daripada yang seharusnya di mini market tersebut. Kali pertama ketika saya bertransaksi dengan kasir perempuan. Namun saya sudah tidak mengingat apa yang saya belanjakan saat itu karena kejadiannya sudah cukup lama. Kali kedua terjadi hari senin lalu. Saat itu saya bertransaksi dengan kasir laki-laki.

Saya ke mini market tersebut untuk membeli susu coklat untuk Minyu. Saya mengambil tiga bungkus yang masing-masing terdiri dari empat atau lima sachet. Harga satu bungkusnya Rp. 6.700. Tak ada barang lain yang saya beli, karenanya saya langsung ke kasir untuk membayar.

Setelah data diinput oleh kasir, keluarlah jumlah rupiah yang harus saya bayar. Totalnya Rp. 20.100. Di dalam dompet dan saku saya tidak ada uang pecahan Rp. 100. Akhirnya saya menyerahkan selembar uang pecahan Rp. 20.000 dan selembar uang pecahan Rp. 2.000 ke kasir.

Ternyata, Mas kasir tidak memberikan uang kembalian sebesar Rp. 1.900, melainkan mengembalikan uang pecahan Rp. 2.000 sambil berkata, “Dua puluh ribu aja, Pak!”

Saya langsung menerima uang tersebut dan juga belanjaan saya lalu keluar mini market. Di dalam perjalanan saya berpikir, bagaimana nanti pertanggungjawaban kasis tersebut kepada majikannya jika jumlah uang yang ada di mesin kasir lebih sedikit daripada jumlah transkasi jual-beli yang terjadi di mini market hari itu?


Tulisan Terkait Lainnya :