My Dearest Syaikhan : Kado Terindah Darimu

donat - hati

Syaikhan, Abi pernah memberikanmu kado. Di ulang tahunmu yang kelima, Abi memberikan kado berupa paket buku bacaan secara langsung kepadamu. Di ulang tahunmu yang keenam, kado yang Abi berikan untukmu berupa game boy sesuai dengan permintaanmu. Hanya saja, Abi tidak memberikannya langsung kepadamu. Abi menitipkannya kepada Eyang karena ketika Abi datang, kamu sedang tidak ada di rumah.

Tak hanya Abi yang pernah memberikanmu kado, kamu pun pernah memberikan kado kepada Abi.

Syaikhan, tak selamanya kado itu berupa benda atau barang yang mahal harganya. Tak selamanya kado itu harus terbungkus rapi dengan kertas pembungkus bermotif lucu atau berwarna-warni. Tak selamanya juga kado itu harus disampaikan melalui jasa pengiriman untuk memberikan efek kejutan. Buktinya, dirimu pernah memberikan sebuah kado terindah untuk Abi di hadapan orang banyak.

Apakah kamu mengingatnya? Abi akan menceritakannya untuk menyegarkan kembali kenangan itu.

Syaikhan, sore itu, Minggu tanggal 2 Juni 2013, bertepatan dengan tanggal kelahiranmu yang kelima. Rumah Eyang sudah dipenuhi oleh teman-temanmu yang kamu undang untuk merayakan hari ulang tahunmu. Mereka datang bersama ibu mereka sambil membawa kado beraneka ukuran dan terbungkus dengan kertas berbagai warna dan corak sebagai hadiah untukmu. Satu demi satu kamu menerima kado dari tema-temanmu. Lalu kamu meletakkan kado-kado tersebut di atas meja yang berada di sudut ruangan.

Ulang tahunmu diisi dengan permainan dan nyanyian. Kamu terlihat gembira. Begitu pula dengan teman-temanmu. Abi pun merasa bahagia melihat dirimu tumbuh semakin besar. Sebelum puncak acara Abi dan semua yang hadir melantunkan doa untuk kebaikan, kesehatan, dan kebahagianmu.

Selesai berdoa, acara dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun.

Syaikhan, ketika potongan kue pertama berada di tanganmu, kamu ditanya kepada siapa potongan kue tersebut akan kamu berikan. Dengan mantap kamu menjawab, “buat Abi.” Lalu kamu berikan potongan kue tersebut kepada Abi.

Syaikhan, kamu tahu apa yang Abi rasakan saat menerima kue itu dari tanganmu? Abi terharu dan bahagia. Sebab dengan kondisi yang Abi dan kamu hadapi saat itu, Abi tak pecaya dan tak menyangka bahwa kamu akan memberikan potongan kue pertama itu untuk Abi.

Syaikhan, potongan kue itu memang bukanlah benda berharga. Bukan pula benda yang dapat bertahan lama. Kue itu akan habis ketika Abi memakannya. Namun, kenangan tentang potongan kue itu akan terus melekat di dalam kenangan Abi. Sungguh, potongan kue itu menjadi kado terindah darimu, untuk Abi.

Terima kasih, Syaikhan.

 

 


Baca Seri My Dearest Syaikhan Lainnya :