Orang-orang Baik di Jalan Tol

jalan tol

Beberapa waktu yang lalu, selepas hujan yang turun cukup deras, saya melihat sampah-sampah menumpuk di beberapa titik selokan. Kondisi tersebut berlangsung selama dua hari. Mungkin kurang, mungkin lebih.

Biasanya, sampah-sampah tersebut tidak akan lama menumpuk seperti itu. Misal hari ini saya melihat sampah menumpuk, maka esok hari, sampah-sampah tersebut sudah tidak ada lagi di selokan. Selokan kembali bersih.

Ternyata, penyebabnya adalah ketiadaan sosok yang biasa melakukan bersih-bersih selokan tanpa pamrih, Pak Mursal. Saya mendengar kabar dari ibu bahwa Pak Mursal mendapat kecelakaan dan harus dirawat.

Kamis pagi kemarin, saat sarapan, Ibu bercerita bahwa beliau dan beberapa ibu lainnya, bermaksud menjenguk. Sayangnya, maksud dan tujuan ibu-ibu tersebut tidak terealisasi karena mobil yang mereka kendarai mengalami masalah di jalan tol.

Selanjutnya, Ibu bercerita tentang orang-orang baik ditemui jalan tol yang tak pernah ibu duga sebelumnya.

Pertama, ibu menyebutnya seorang satpam jalanan yang mengenakan pakaian warna kuning. Saya kurang tahu seperti apa yang sosok yang dimaksud oleh ibu. Yang pasti, satpam tersebut datang menghampiri ibu dan teman-teman beliau ketika mobil yang mereka tumpangi berhenti tiba-tiba di jalan tol.

Satpam tersebut kemudian membantu mengecek kondisi mobil dan menemukan kondisi bahwa radiatornya kering. Karena tidak ada persediaan air yang mencukupi, mesin mobil belum bisa dinyalakan. Pak Satpam tidak bisa berbuat banyak dan kemudian pergi.

Kedua, pengendara mobil bak terbuka yang berisi air minum kemasan. Pengendara mobil menghentikan mobilnya dan bertanya kepada ibu-ibu itu apa yang mereka alami. Setelah memberitahukan bahwa air radiator mobil kering, pengendara mobil tersebut kemudian menyerahkan tiga botol besar air minum untuk mengisi radiator sebelum pergi melanjutkan tugasnya.

Ketiga adalah sopir mobil derek. Saya berpikir ibu dan teman-temannya harus berhati-hati dengan sopir mobil derek terkait dengan berita miring tentang mereka. Namun dari cerita ibu, sopir mobil derek tersebut justru membantu menyalakan mobil yang ibu tumpangi bersama teman-temannya.

Akhirnya, mobil bisa dinyalakan kembali. Namun karena khawatir mobil akan mogok lagi, ibu dan teman-temannya tidak melanjutkan perjalanan dan kembali pulang.

Di akhir cerita, ibu sangat heran sekali karena menemukan orang-orang baik yang belum ibu kenal. Wajar, ibu sangat jarang sekali bepergian jauh dan belum pernah mengalami hal seperti yang tejadi di hari Rabu kemarin itu. Ibu heran, karena mereka berhenti dan menolong tanpa diminta.

Alhamdulillah. Masih banyak orang-orang baik di sekitar kita. Semoga kita bisa menjadi salah satunya.

Wallaahu a’lam.


Baca Juga Cerita Kebaikan Lainnya :