Idea

ideaSaya pernah menuliskan bahwa kegiatan menulis itu ibarat sebuah teko yang yang menuangkan air ke dalam cangkir bagi yang belum membaca silahkan baca tulisan saya yang berjudul “Ikatlah Sebuah Ide Dengan Menuliskannya”. Agar bisa menuangkan air, maka teko harus berisi air. Untuk bisa menulis, seseorang harus punya bekal untuk melakukannya. Membaca adalah cara untuk mengumpulkan bekal tersebut.

Dalam tulisan yang sama, saya juga mengutip kalimat teman saya yang lain yang juga hobi menulis yang kurang lebih berbunyi, “Kemampuan menulis yang dimiliki oleh seseorang akan berbanding lurus dengan tingkat ketekunannya dalam membaca. Semakin banyak seseorang itu membaca, maka semakin banyak tinta yang dimilikinya. Dengan tinta tersebut, dirinya bisa menghasilkan banyak tulisan.”

Nyatanya, membaca bukanlah hobby saya. Saya lebih suka nonton. Meskipun saat menonton saya harus membaca juga. Membaca teks terjemahan :D.

Tak banyak buku yang saya baca. Beda mungkin dengan beberapa blogger yang sebulannya bisa menamatkan belasan buku. Bahkan ada yang membuat resolusi bahwa di setiap tahunnya harus membaca sekian buku.

Buku yang selalu saya baca umumnya adalah buku pelajaran di sekolah atau kampus. Cerita yang saya baca biasanya cerita bergambar atau dongeng anak di koran. Berita yang saya baca adalah berita olahraga di koran. Artinya, itu yang saya baca sekian tahun silam. Saat ini saya hampir belum pernah lagi membaca koran, lebih sering berita online. Itupun jarang. Mungkin lebih sering membaca tulisan di blog saat blogwalking.

Seingat saya, buku yang benar-benar saya baca dan saya buat review itu baru tujuh buah saja. Terlalu sedikit. Beberapa buku lainnya sudah saya baca tapi tanpa membuat review. Beberapa buku lainnya baru saya selesaikan separuh.

Jadi saya harus mencari ide dengan cara lain agar bisa menulis dan mengupdate blog ini. Mungkin idenya tidak selalu berasal teks tertulis dalam sebuah buku, koran, majalah, atau artikel di internet. Bagi saya pribadi, langit, angin, awan, air, udara, dan segala sesuatu di alam ini pun bisa menjadi bahan bacaan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi yang mungkin dilihat ketika kita mulai membuka kedua mata hingga memejamkan kembali keduanya, juga merupakan bahan bacaan yang sarat dengan perenungan dan pembelajaran. Bahkan ketika tidur, mungkin terselip sebuah ide yang hadir bersama mimpi.

Mungkin, bagi saya pribadi, dari sanalah ide-ide untuk menulis lebih sering muncul. Untuk mengamankan ide-ide tersebut ada beberapa hal yang saya lakukan seperti yang sudah pernah saya sebutkan dalam sebuah tulisan beberapa waktu lalu seperti menulis di block note atau kertas kosong, mengetik di handphone atau di email, dan sebagainya.

Namun, adakalanya ide tersebut tidak kunjung datang. Harus ada sesuatu yang memaksa agar ide tersebut muncul. Jika demikian, biasanya saya akan mencari sebuah tantangan blog.

Dahulu saya pernah mengikuti tantangan untuk membuat puisi, arisan kata namanya. Setiap penantang harus membuat sebuah puisi yang menggunakan sepuluh kata yang dipilih secara acak oleh penyelenggara. Lumayan untuk mendatangkan ide meskipun hasilnya mungkin kurang bagus dan memuaskan. Tak masalah.

Kini, saya mengikuti dua buah tantangan berupa membuat flash fiction dengan tema yang sudah ditentukan.

Tak ada hadiah dikedua tantangan itu. Hanya untuk mencari fun saja. Agar ada ide muncul, menulis tetap jalan meski dengan hasil pas-pasan atau bahkan jauh dari ukuran baik, dan blog ini bisa selalu terupdate.

Adakalanya juga saya selalu mengikuti lomba semisal give away. Nekat ikut dengan ide seadanya. Karenanya menang mungkin tak menjadi tujuan utama. saya hanya ingin menulis apa yang ingin saya tulis. Just Write it!


Tulisan Terkait Lainnya :